
"Jangan sombong kalian berdua," bersamaan teriakan Highway. Elric maupun Anita melesat maju.
Keduanya mengambil arah yang berbeda sehingga membuat pandangan Highway terbagi-bagi, kendati demikian baginya yang telah memiliki cincin tengkorak itu bukan masalah.
Kedua tangannya di arahkan untuk menciptakan tebasan angin, Anita melewatinya dengan lompatan sementara Elric menggunakan sihir yang sama.
Elric sebelumnya telah terikat kontrak roh angin bernama Mariella yang sekaligus istrinya juga dengan kontrak itu hal ini bisa dilakukan.
"Mustahil."
Elric meninju wajah kiri begitu pula Anita yang memukul dari sisi lainnya sehingga Highway berada di tengah-tengahnya.
"Tidak mempan kah."
"Jangan remehkan aku."
Highway mencengkeram kedua wajah musuhnya lalu membanting mereka ke segala arah.
Di dalam keadaan berputar itu, Anita terus menyeimbangkan dirinya di udara sebelum akhirnya mendaratkan kedua kakinya di bangunan sebelum melesat kembali ke arah Highway.
Pukulannya di tahan dengan satu tangan.
"Elric."
"Aku datang."
Anita didorong ke belakang lalu entah itu sihir air atau tanah dia menerimanya secara langsung hingga tergeletak di bawah.
__ADS_1
Elric yang telah mengambil sebuah pisau dengan tangannya meluncur lalu menusuk punggung Highway, ketika ada celah Anita yang sudah bangkit menendang wajah orang yang menahan pukulannya membuatnya menyisir jalanan kota sebelumnya tertahan di salah satu bangunan dengan retakan di punggungnya.
Highway menghela nafas panjang lalu mengusap darah yang menetes di wajahnya, tulangnya telah terhantam pukulan keras dan kini satu tangannya sudah tidak bisa digerakkan.
Anita yang berdiri di samping Elric bertanya.
"Apa kau masih belum menyadarinya?"
"Apa yang ingin kau katakan?"
"Apa kau merasa bahwa kekuatanmu menurun?"
Perkataan Anita akhirnya bisa menyadarkannya, ketika dia menoleh ke arah cincin yang dipakainya akhirnya dia menyadarinya.
Rasa sakit seperti sensasi terbakar serta tangannya yang tidak bisa digerakkan bukan berasal dari pertarungannya melainkan dari cincin yang terus menghisap energi miliknya.
"Karena kau tidak tahu akan kuberitahu, cincin ini hanya bisa digunakan oleh penyihir yang dikubur di desa itu, selain dirinya siapapun yang menggunakannya hanya akan mati secara tragis."
Perlahan tangan itu mulai menghitam lalu menjalar ke seluruh tubuhnya dengan goresan merah yang terlihat seperti sebuah api.
"Tu-tubuhku... tidak, aku tidak ingin mati seperti ini... aku adalah penyihir dosa perwakilan kemalasan, tidak akan mungkin mati karena ini."
Elric menambahkan.
"Aku tidak tahu siapa yang telah memberikan gelar kemalasan padamu ataupun setiap penyihir lainnya, akan tetapi sayangnya nama itu tidak cocok denganmu."
"Diam kau," dibarengi teriakan itu tubuh Highway meledak dahsyat, setiap daging serta darahnya berserakan ke segala arah dan hanya menyisakan cincin yang melayang di udara.
__ADS_1
Setelah menghisap energi pemakaiannya, sesuatu yang merepotkan baru saja dimulai.
Cincin itu bersinar gelap dan dalam hitungan detik saja, cincin itu berubah jadi iblis raksasa dengan seluruh badannya terbuat dari api, kecuali bagian atas ke pinggang bagian bawahnya tidak ada kecuali api yang membara.
"Jadi ini bentuk asli dari cincin tersebut."
"Benar, aku yakin kekuatan yang digunakan Highway karena cincin sebelumnya itu juga telah mengambil nyawa yang lainnya," balas Anita.
Elric melirik sekelilingnya kecuali dirinya dan Anita seluruh pasukan tampak ketakutan, keringat membasahi wajah mereka bersamaan tubuh yang gemetaran.
"Bagaimana sekarang?"
"Aku hanya bisa menggunakan sihirku, akan tetapi jika mereka melihatnya maka identitasku sebagai penyihir akan ketahuan."
Itu menjadi masalah yang sulit, Anita mencoba membuang namanya sebagai penyihir keserakahan sejak lama jika sekarang dia menunjukannya itu sama saja membuat usahanya selama ini akan terbuang sia-sia.
Tepat saat Elric memikirkan itu sebuah serbuk berjatuhan dari langit, setiap orang yang menyentuhnya akan langsung tertidur.
"Bukannya ini?"
Ketika keduanya kebingungan tampak seorang yang melakukannya berdiri di atas benteng selagi menciptakan sihir di atas kota.
Wajahnya tertutup kain meski begitu Elric bisa menebak siapa yang ada di sana.
Dia adalah Dewi Venus, karena mendapatkan satu pengikut kekuatan ilahinya bisa membantunya walaupun hanya sedikit.
"Sekarang serang iblis itu."
__ADS_1
Elric maupun Anita mengangguk mengiyakan.