The Little Apple Garden

The Little Apple Garden
Chapter 37 : Kerakusan


__ADS_3

Setelah mendaftar sebagai relawan, semua orang dikumpulkan dalam satu kelompok di tengah kota, Elric dan Anita pun turut berdiri di antaranya.


Seorang pria besar berkata kepadanya.


"Kau bisa mati, sebaiknya kau jangan ikut hal seperti ini."


"Aku tidak perlu rasa simpatimu, aku bisa mengatasinya sendiri."


"Haha aku suka gayamu, kau bersama adikmu."


"Dia ini istiku."


"Dia kecil sekali."


"Ngajak berantem?" potong Anita bertingkah imut.


Tak lama kemudian sebuah suara memanggil mereka untuk mengalihkan perhatian pada seorang pria mirip kesatria bernama Holic.


Dia mengangkat pedangnya.


"Terima kasih atas kesetiaan kalian untuk melindungi kotaku yang tercinta, aku yakin dengan batuan kalian kita bisa menghentikan wabah tikus ini dan membunuh penyihirnya."


Sebagian besar membantu karena tergiur uang yang dijanjikan.


Elric berbisik ke arah Anita.


"Menurutmu siapa yang melakukannya?"


"Ada kemungkinan penyihir kerakusan, dari semua penyihir dia paling mengerikan."


"Jadi begitu."


Dewi Venus keluar dari dalam baju Elric.

__ADS_1


"Uwahh, aku juga ingin melihatnya."


"Jangan bicara."


Pria yang sebelumnya mengejek melirik ke arah Dewi Venus yang sepenuhnya hanyalah tupai.


"Barusan dia berbicara."


"Kau mungkin berkhayal."


"Mungkin saja."


Setelah pertemuan sebentar itu, semua orang yang terlibat digiring ke dalam hutan, mereka membunuh tikus yang mereka temui hingga ke sebuah gubuk kecil.


Dari gubuk itu muncul wanita dengan jubah merah serta rambut berwarna sama, mata kirinya tertutup penutup mata dengan gambar tengkorak.


Dialah penyihir kerakusan Devina.


Kecuali Elric dan Anita semua orang berusaha menyergapnya tanpa pikir panjang, mereka semua telah keliru melawan sosok yang tidak bisa mereka tangani.


Sementara Devina menindihnya dengan tatapan lebih dalam dari sebuah kegelapan.


"Kau sangat pemberani mengirim pasukan melawanku, lihat mereka semua mati.."


"Ka-kau penyihir kerakusan."


"Tepat sekali, aku tidak tahu harus melakukan apa untukmu... apa kau suka tubuhmu di bedah?"


"Hentikan."


Dia menangis.


Elric dan Anita memutuskan untuk keluar dari persembunyiannya, dia mengarahkan ujung senapannya dan pelurunya tepat menyibak bahu Devina hingga dia berdiri untuk mundur ke belakang.

__ADS_1


"Senjata untuk membunuh penyihir kah?"


"Kau tahu juga."


"Tentu saja, bisa kusimpulkan bahwa kau yang membunuh penyihir keserakahan."


"Mungkin maksudmu itu aku," balas Anita selagi membantu pria malang itu berdiri.


"Kembalilah ke kota."


Holic langsung menuruti permintaan Elric


Devina mengerenyitkan alisnya saat melirik ke arah Anita.


"Kau juga penyihir."


"Aku hanya wanita biasa."


Anita menjatuhkan petinya untuk bertarung bersama Elric, di sisi lain Devina seolah tertarik dengan keduanya.


Sejak tadi dia mengirimkan kutukan ke arah keduanya namun hal itu sama sekali tidak terjadi apapun, Anita yang bisa membaca pikirannya berkata.


"Aku menciptakan botol ramuan yang mampu menahan kutukanmu."


"Jika kau menciptakannya, dengan kata lain kau penyihir keserakahan generasi pertama.,"


"Kurasa aku tidak menyembunyikannya terus menerus."


"Tidak masalah, jika kutukan tidak bekerja, aku hanya harus membunuh kalian berdua dengan tanganku."


Perlahan tubuh Devina berubah bentuk, rambutnya semakin panjang dan kulitnya mulai menghitam, mulut-mulut mengerikan bermunculan dari seluruh tubuhnya, saat dia melepaskan pakaiannya mulut yang lebih besar berada di perutnya.


Mulut itu memiliki gigi tajam dengan lidah yang menjulur.

__ADS_1


"Ini adalah sebuah kehormatan bagi kalian berdua, tidak banyak orang yang pernah melihat wujudku ini."


Elric maupun Anita sama sekali tidak senang melihatnya.


__ADS_2