
Dewi Venus beralih melompat ke arah Elric lalu berkata.
"Jadi apa yang kau lakukan di sini? Kurasa kau bukan Dewi yang bernasib sama sepertiku kan?"
"Tentu saja tidak, aku memiliki banyak pengikut kau tahu? Walau begitu, kekuatan kita tidak bisa digunakan semaunya di dunia fana, aku hanya datang untuk memperingati anak-anakku tentang iblis."
Semua orang bisa menebak apa yang ingin dikatakan Dewi Iris selanjutnya.
"Aku takut jika tidak kuperingatkan, iblis itu akan menghancurkan kota ini."
Tak lama kemudian sebuah teriakan terdengar dari sebuah gang kecil, Elric maupun Anita berlari ke arah teriakan tersebut dan melihat tubuh seorang pendeta yang tergeletak bersimbah darah.
Ada orang-orang yang ikut melihatnya akan tetapi tak berani mendekat.
Anita memeriksa tubuh itu dan menemukan bahwa bagian dadanya berlubang.
"Seperti yang dikatakannya, iblis menyelinap masuk ke dalam kota... dia juga memakai jantung wanita ini."
"Sungguh mengerikan," Elric menutup mata wanita tersebut, sebelum menyerahkan sisanya pada pendeta lain.
Menerobos orang-orang yang menonton keduanya kembali bertemu Dewi Iris di belakangnya.
"Aku terlambat memperingatkannya."
Tanpa perlu diperingatkan juga orang-orang akan langsung tahu tentang iblis, ucap Anita dalam hati lalu Elric berkata.
__ADS_1
"Karena kita sudah ada di kota ini, mari cari tahu di mana iblis itu berada."
"Bagiku lebih baik kita tidak boleh membantunya Elric, kamu adalah orang beriman nomor satu... aku tidak suka jika kau membantu Dewi selain diriku."
Elric hanya mengerenyitkan alisnya sementara Dewi Iris tersenyum selagi memegangi pipinya.
"Tak apa kan, jika kita berbagi... aku juga tertarik dengan Elric, aku janji akan memberikanmu kenikmatan yang tidak diberikan Dewi Venus."
"Ka-kau, berani sekali kau mengatakan itu pada pengikutku tercinta."
Keduanya saling memperdebatkan keberadaan Elric walaupun mereka melupakan sosok istri di belakangnya.
"Suamiku lebih baik kita kembali ke penginapan saja, aku yakin iblis itu tidak akan keluar sampai besok."
Di penginapan itu Elric duduk selagi membersihkan senjata miliknya, dia juga membuat peluru tambahan untuk digunakan memburu iblis.
Anita melirik ke arah jendela untuk memperhatikan obor-obor yang menyala yang di tangan para pendeta.
Sama seperti penyihir (manusia) yang berubah jadi Iblis, iblis juga bisa melakukan hal sama.
Anita yakin bahwa iblis tersebut berada di antara pengikut di kota ini.
Dewi Venus dalam wujud tupainya berkata.
"Berbeda dengan melawan penyihir, iblis yang sesungguhnya jelas lebih sulit, jika dia mau dia bisa memberikan buku Grimore miliknya dan menjadikan beberapa orang jadi penyihir. Tapi sepertinya iblis ini lebih suka melakukan hal sendirian."
__ADS_1
Ada dua penyihir di dunia ini, pertama penyihir yang diberikan kekuatan oleh iblis dengan menerima bukunya dan tergolong penyihir level bawah, menengah.. untuk meningkatkan kekuatan mereka, mereka juga harus terus membunuh manusia.
Sedangkan satu lagi adalah penyihir dengan mengambil keuntungan pembatalan kontrak dari roh agar bisa membuka gerbang mananya sendiri.
Anita menambahkan.
"Dengan memakan jantung pendeta kekuatannya akan meningkat dua kali lipat, dibanding membunuh puluhan orang biasa lebih baik membunuh satu pendeta."
"Sepertinya begitu, Elric katakan sesuatu?" ucap Dewi Venus padanya.
"Aku harus bicara apa?"
"Soal Dewi Iris, kau harus menolaknya... katakan bahwa aku hanya jadi satu-satunya Dewi yang kau inginkan."
Elric bisa mengetahui bahwa Dewi Venus sangat mengkhawatirkan hal itu, agar tidak berkelanjutan Elric berusaha untuk menenangkannya.
"Jangan khawatir, aku hanya akan jadi pengikutmu."
"Janji? Walau wujudku seperti tupai."
"Aku berjanji."
"Itu membuatku senang, sudah sejak lama aku tidak memiliki pengikut... kuharap suatu hari nanti keadaanku kembali sedia kala."
Elric maupun Anita hanya tersenyum hangat ke arahnya.
__ADS_1