The Little Apple Garden

The Little Apple Garden
Chapter 28 : Kencan Bersama Putri Ini


__ADS_3

Pagi berikutnya Elric telah dibangunkan oleh jajaran pelayan kerajaan yang sangat banyak, masing-masing dari mereka berdiri saling berhadapan sementara dari tengah sosok Fanilia berjalan dengan anggun, ia mengenakan gaun sederhana pedesaan meski begitu gaun itu masih cocok dengannya, rambut birunya ia biarkan terurai begitu saja.


Baginya saat tampil di luar istana ia ingin tampil tidak begitu mencolok, berbeda terbalik dengan wajah Fanilia yang berseri-seri, Elric masih terkejut. Dia menarik selimutnya untuk menutupi bagian tubuhnya sementara Fanilia menariknya ke bawah.


"Hentikan, apa yang kau lakukan?"


"Kita akan pergi berkencan, bangunlah."


"Meski begitu kalian harusnya menunggu di luar saja. Ini penyerangan."


"Apanya penyerangan? Jika Elric tidak ingin keluar maka aku akan masuk."


Dengan jahil Fanilia masuk ke dalam selimut Elric.


"Eh, ada yang berdiri."


"Tiiiidaaak!" Elric hanya bisa berteriak putus asa bahkan saat di jalanan utama kota dia masih memucat.


"Jangan dipikirkan, hal seperti barusan sudah biasa bukan?"


"Tidak, itu terlalu ekstrim bagi perjaka seperti itu."


"Muuu.... aku sudah minta maaf, aku hanya penasaran saja."

__ADS_1


Putri ini jelas memiliki semangat dibanding kebanyakan orang lain, atau mungkin tipe merepotkan yang jarang ditemukan dimana pun.


Elric mendesah pelan saat tangannya ditarik ke arah warung pinggir jalan yang menjual permen kapas, bahkan di dunia lain makanan ini paling digemari kebanyakan orang terlebih oleh orang yang mereka sebut pasangan.


Beberapa pasangan juga saling berbagi.


"Ayo kita lakukan Elric."


Akan aneh jika dia menolaknya karena itu Elric hanya bisa mengangguk mengiyakan.


"Selanjutnya ke sana."


"Masih berlanjut."


"Sudah jelas."


Dengan sopan ia memaksa uang yang diberikannya untuk diterima para pedagang, terlebih dia mengatakan bahwa hari ini dia bukan seorang putri melainkan hanya gadis biasa yang pergi dengan pacarnya.


Elric tanpa sadar tersenyum saat memperhatikannya.


Dia baik dengan anak-anak dan sangat menyukai binatang berbulu. Jika mengingat ayahnya, ini sudah pasti bertolak belakang satu sama lain. Raja sebelumnya lebih suka berperang dan menunjukkan kekuasaannya kepada kerajaan lain.


Hal itu sesuatu yang disayangkan.

__ADS_1


Jika Elric menikahi dengan Putri Fanilia maka dia akan menjadi raja selanjutnya, membayangkan hal itu membuat Elric menggigil.


Beberapa kerajaan pasti menaruh dendam pada kerajaan ini, dengan kata lain Elric telah memiliki PR yang sangat banyak untuk meluruskan semua ini. Tapi sampai saat itu dia harus pergi untuk memenuhi keinginannya yang lain.


Mengantar Anita ke tempat bernama The Little Apple Garden yang menjadi tempat berharga bagi Namira yang berada di dalam peti itu.


Kaki berbulu menempel di pipi Elric hingga dia keluar dari lamunannya. Tentu itu ulah Fanilia yang menggendong seekor kucing di tangannya.


"Kau baik-baik saja?"


"Bukan apa-apa."


Elric diam sejenak lalu melanjutkan, sebagai seorang pria dia belum memenuhi kewajibannya yaitu..


"Fanilia, hari ini kau sangat cantik."


Menerima serangan tak terduga membuat Fanilia berbalik untuk menutupi pipinya yang memerah.


"Kenapa sangat mendadak?"


"Kau tak apa?"


"Jangan melihatku."

__ADS_1


Elric hanya tersenyum masam lalu mengalihkan pandangan ke langit yang sudah berubah kejinggaan dan bergumam.


Kurasa aku tidak bisa menentang takdir.


__ADS_2