The Little Apple Garden

The Little Apple Garden
Chapter 36 : Perubahan Pada Dewi


__ADS_3

Di depan patung Dewi Venus yang mempesona Elric berdiri dengan palu besi di tangannya, karena patung ini terlalu cantik membuat orang-orang dari pengikut Dewi sendiri telah memilih jalan salah, karena itu menghancurkannya adalah pilihan baik.


Meski begitu, tangan Elric begitu berat untuk digerakkan.


Elric menata hatinya dengan sebuah dorongan kuat, mengatupkan giginya dia menghantam kaki patung hingga roboh ke samping.


Selanjutnya.


Semua orang pasti tahu apa yang terjadi dengan patungnya.


"Hanya melakukan hal sesederhana ini, bisa sangat menyulitkan."


Elric menjatuhkan dirinya lemas saat seekor tupai melompat ke tangannya.


"Apa kau perlu bantuan tupai kecil?"


Tupai itu memanjat tangannya lalu berdiri di atas bahunya. Elric menyentuh bulunya yang halus dengan jarinya.


"Hentikan, kau membuatku geli."


"Tupai ini bicara?" kata Elric memucat sebelum mengalihkan pandangan ke arah Anita yang kembali membawa peti mati di punggungnya.


"Mari lanjutkan perjalanan."


"Tapi di mana Dewi Venus? Bukannya dia bersamamu."


"Apanya yang di mana, bukannya Dewi Venus berdiri di bahumu."


Keheningan terasa di antara keduanya.


"Kau merubah Dewi jadi tupai," teriak Elric.

__ADS_1


"Ini hanya jalan satu-satunya, jangan khawatir saat dia mau, dia bisa merubah kembali ke bentuknya walaupun hanya pada bulan purnama."


Elric mendesah pelan, sudah jelas dia merubahnya menjadi manusia tupai jadi-jadian.


Di sisi lain Dewi sendiri sama sekali tidak keberatan, jika kekuatannya kembali dia bisa kembali dengan sendirinya, hanya saja untuk sekarang dia harus bergantung pada Elric agar tubuhnya tidak diserang pemangsa atau tidak sengaja diinjak seseorang.


Elric dan Anita kembali menuruni tangga, keluar dari desa lalu berjalan di sepanjang jalan setapak, dari sini mereka harus pergi ke kota berikutnya untuk bisa mengambil istirahat di sana.


"Heh, jadi kalian pasangan suami istri, memang benar sulit mempercayainya, kau mau menikahi penyihir."


"Jangan mengejekku."


"Aku hanya merasa kagum."


Elric hanya membiarkan perkataan itu berlalu begitu saja, sesampainya di kota dia memberikan uang masuk kepada penjaga dan sedikit bertanya.


"Kulihat ada banyak pasukan datang ke kota ini, apa ada yang terjadi?"


Bagi Elric, dia tidak habis pikir jika seseorang dikerahkan sebanyak itu hanya untuk membasmi tikus. Ketika isi kepalanya dipenuhi pertanyaan salah satu penjaga lain berteriak selagi menunjuk ke depan di mana kawanan tikus yang sangat banyak menerjang ke depan ke arah kota.


Mereka lebih mirip seperti sebuah bencana.


"Mereka datang."


Para penjaga mulai meniup terompet dan seketika mereka menembakan panah api ke tanah dan hanya hitungan detik api menyebar mengelilingi kota.


Tikus yang nekat masuk ke dalam api seketika mereka mati terpanggang kemudian musnah dalam sekejap.


"Serangan tikus ini sudah ketiga kalinya dalam seminggu, jika terus berlangsung semua penduduk kota dalam bahaya."


Elric akhirnya mengerti apa yang terjadi sekarang.

__ADS_1


"Tikus itu terlihat tidak wajar, mereka cenderung memakan daging dibanding memakan tumbuhan, apa kalian tahu kenapa bisa begitu?" tanya Anita.


"Entahlah, yang kami tahu pasti semua ini ulah penyihir, mereka pasti bisa melakukan hal seperti ini."


Ada beberapa penyihir yang mendapatkan sihir mereka dari buku yang diberikan oleh iblis tanpa melewati hal seperti kontraktor roh, karena itu hal itu bukanlah mustahil.


Elric dan Anita memutuskan untuk mengesampingkan hal itu dulu, lalu memasuki kota.


Para penduduk terlihat sangat khawatir hingga mereka tampak kurang semangat dalam melakukan aktifitasnya, jika begini mau tidak mau mereka juga harus ikut bertarung.


Penyihir hanya bisa dikalahkan mudah oleh penyihir lain, mengandalkan Anita dalam situasi ini sangatlah tepat.


Saat Elric melirik ke arah Anita dia tersenyum.


"Aku ingin makan makanan manis baru akan kupikirkan cara mengatasinya."


"Sepakat."


"Makanan manis, boleh aku memakannya juga," potong Venus.


"Tapi kau tupai."


"Aku akan menangis."


"Aku mengerti, Dewi bisa memakan apapun yang Dewi suka."


"Yataaa, sekarang Elric jadi budakku haha."


Anita dan Elric menatap dengan pandangan bermasalah.


"Ternyata Dewi juga memiliki sisi seperti ini," kata keduanya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2