
Elric dan Anita masuk ke dalam masion dengan kecepatan penuh, beberapa penyihir menghadang mereka termasuk wanita yang sebelumnya yang membawa Mina kemari, wanita itu dengan senang mengayunkan cambuknya untuk melilit pergelangan tangan Anita.
"Aku baik-baik saja, cepat selamatkan Mina," dengan sedikit dorongan itu, Elric menaiki tangga meninggalkan Anita di belakang, secara paksa dia membuka seluruh pintu yang dilewatinya demi memeriksanya satu persatu sampai akhirnya di salah satu ruangan dia menemukan Mina terikat oleh rantai-rantai di sekujur tubuhnya.
Pria di depannya dengan santai menyambut kedatangan Elric, pria itu memiliki jenggot dan rambut yang telah memutih.
"Sudah kuduga kau akan datang kemari, dia adalah barang kami, sekte penyihir Origin, sudah sewajarnya kau tidak mengambilnya dari kami."
"Dia manusia, bukan barang," Elric berkata dengan dingin sementara pria itu menyinggungkan senyuman senang.
"Bagaimana jika kau melihat wujud sesungguhnya dari gadis ini?"
Pria itu mengambil sebuah suntikan yang dia tancapkan di lengan Mina yang tak sadarkan diri hingga tubuh Mina bereaksi, tubuhnya mulai menghitam kemudian Mina membuka mulutnya dengan mata merah, dia berteriak kesakitan.
"Apa yang kau lakukan?" Elric langsung mengarahkan ujung senapannya.
"Aku hanya mengeluarkan kekuatan sesungguhnya, kami telah mengekstrak berbagai darah dari para monster lalu menyuntikkannya ke setiap gadis yang kami culik, beberapa orang yang tidak cocok tubuh mereka meledak tapi lihat anak ini, anak ini mampu bertahan, dia menerima semua yang kami suntikan padanya tanpa mati... bukannya hebat, dengan ini dia akan menjadi alat yang hebat untuk kami."
__ADS_1
"Jangan bercanda, kalian merebut nyawa dan menjadikan seseorang kehilangan sifat manusia mereka, aku sungguh tidak akan memaafkan kalian."
"Memangnya kau bisa apa."
Elric menembakan senapannya dan itu menghasilkan suara letupan ke udara tepat mengenai bahu pria tersebut.
"Senjata apa yang kau gunakan itu?"
"Ini senjata yang digunakan untuk membunuh penyihir, dengan ini era kalian akan berakhir."
"Memangnya kau bisa apa?"
Hanya dengan sekali menarik pelatuk senapan, peluru bersarang di kepala pria tua itu, tubuhnya terhempas ke belakang lalu jatuh ke lantai tak bernyawa. Dengan santai Elric berjalan melangkahi mayat tersebut dan berdiri di depan Mina yang wujudnya kian berubah menyerupai monster.
Elric tanpa ragu memeluknya.
"Semuanya sudah baik-baik saja, tenanglah."
__ADS_1
Mina menggigit bahu Elric hingga darah menetes dari sana, bukannya menyerah Elric malah semakin mempererat pelukannya.
Mariella dan Anita yang sebelumnya berada di bawah juga muncul dari pintu yang terbuka, keduanya telah berhasil mengalahkan musuh yang mereka hadapi.
Wanita pengguna cambuk tertahan di tembok setelah Anita menghantam wajahnya dengan tinjunya, sementara Piro kehilangan kepalanya terpenggal oleh Mariella.
"Aaaaaaaaargh.."
Teriakan Mina semakin kuat hingga pada akhirnya, entah itu Anita atau Mariella keduanya mendekat untuk memeluk tubuh Mina bersama-sama.
Perlahan kesadaran Mina mulai muncul ke permukaan, mata merahnya mulai kembali sedia kala bersamaan tubuhnya yang kembali normal.
"Kalian semua."
Elric tersenyum sebagai balasan lalu berkata.
"Mari pulang, semua orang menunggumu."
__ADS_1
"...Terima kasih sudah menyelamatkanku," balas Mina berlinang air mata.