The Little Apple Garden

The Little Apple Garden
Chapter 24 : Penyihir Kerakusan


__ADS_3

Setibanya di kota besar, Elric mengunjungi toko pandai besi sendirian, di sana seorang pria besar berotot menyambutnya.


"Apa yang kau butuhkan anak muda?"


"Aku ingin meminjam bengkelmu."


"Meminjam? Apa yang ingin kau buat?"


Saat Elric menunjukan rancangan yang dibawanya, pria itu terbelalak terkejut.


"Bu-bukannya ini senjata untuk membunuh Penyihir, bagaimana kau menemukan hal ini? Jika penyihir tahu mereka pasti membunuhmu."


"Karena itulah aku ingin membuatnya tanpa bantuan paman, dengan begitu paman tidak akan dicurigai."


"Kau main-main dengan sesuatu yang berbahaya, aku tidak tahu tapi selama kau membayar aku akan mengizinkannya... pergilah ke belakang."


"Terima kasih."


Elric memberikan sekantong uang pada pria tersebut, itu sudah lebih dari cukup untuk menyewa peralatan yang dimiliki tempat ini.


Dibantu paman pemiliknya, Elric telah berhasil menciptakan senjata api yang bisa digunakannya selama dua Minggu, karena ukurannya cukup besar dia menggantungnya di punggungnya. Diantara proses pembuatannya yang paling sulit dilakukan adalah menciptakan peluru.


Terlebih peluru itu harus menggunakan kristal Azura yang mahal serta air suci dari pihak gereja.


Hal ini diperlukan untuk menembus sihir penghalang jika mereka bisa menggunakannya.


"Kau benar-benar nekat."


"Mereka sudah terlalu banyak membuat kekacauan kini giliran mereka yang harus menderita."

__ADS_1


"Semoga beruntung."


Elric keluar pintu dan menemukan ketiga orang rekannya telah menunggu, Namira, Mariella serta Mina yang berpakaian dengan gaun gothic berwarna hitam.


"Kami sudah menunggu lama loh, ayo lanjutkan perjalanan Elric," kata Namira.


"Padahal kalian selama ini sangat bersenang-senang di sini bukan."


Namira hanya tertawa kecil sebagai balasan.


Tempat bernama The Little Apple Garden masihlah jauh dan petualangan mereka masihlah panjang.


***


Di Padang rumput yang sepi seorang wanita mengenakan jubah merah berdiri tepat di mana penyihir keserakahan Rumus mati, dia berlutut untuk menyentuh darahnya yang mengering lalu menjilatnya.


Dari tudung jubah yang terbuka itu sosok wajah penyihir terlihat jelas, rambutnya berwarna merah semerah darah serta mata kirinya tertutup penutup mata bermotif tengkorak. Dialah penyihir kerakusan Devina.


Sementara itu di belakangnya kumpulan serigala yang pernah ditemui kelompok Elric telah dirubah menjadi monster mengerikan yang saling memakan satu sama lain tanpa henti.


Ketika hanya satu yang bertahan hidup dia memakan tubuhnya sendiri lalu mati, melihat itu, Devina tertawa.


"Haha melihat semua makhluk memakan satu sama lain memang menyenangkan, Rumus sudah mati dengan ini penyihir berkurang satu.. Ini bukan yang kurencanakan tapi dunia ini sebenarnya tidak memerlukan penyihir tujuh dosa, dunia ini hanya perlu satu orang yang mengembang semua dosa itu dan dia adalah aku... Sebentar lagi gerhana matahari akan datang, para penyihir rendahan itu pasti siap membangkitkan Kegelapan yang menelan seluruh dosa di masa lalu.. Hmm, apa aku membiarkannya begitu saja atau membunuh mereka semua, sungguh aku sangat-sangat lapar akan kesenangan ini, haha."


Dan Devina memilih membiarkannya saja.


Tiba-tiba saja para penyihir bermunculan mengelilingi Devina yang tertawa terbahak-bahak.


"Kalian siapa?'

__ADS_1


"Kami adalah sekte penyihir Origin, apa kau telah mengambil barang kami?"


"Barang kami, apa itu?"


"Jangan bodoh, kami meninggalkan hasil ciptaan kami di desa kecil tapi saat kami tiba dia sudah lenyap."


"Aku benar-benar tidak tahu maksud kalian, ah benar juga sekte kalian suka mengotak-atik tubuh manusia menjadi monster, apa itu sangat menyenangkan... Bagiku kalian hanya sekumpulan manusia berotak kosong yang kurang kerjaan."


"Beraninya kau."


Seorang dari mereka menembakan sihir api dari dalam buku, yang mana dihalau baik oleh Devina, pria itu tak tinggal diam lalu melesat maju setelah menarik pedangnya.


Devina dengan mudah menghindari seluruh serangan itu bahkan dia dengan senang mempermainkannya seperti sebuah hewan.


"Hibur aku lagi, hibur aku... Kenapa, apa kau kelelahan?"


Pria itu mendecapkan lidahnya kesal, terlebih dia datang kemari bersama puluhan orang namun tidak ada siapapun yang membantunya.


Ketika dia berbalik ke arah semua rekannya mereka sudah mati dengan cara mengenaskan, mereka membunuh diri mereka sendiri akibat tak bisa menahan rasa lapar.


"Jangan-jangan kau?"


"Penyihir perwakilan kerakusan, Devina," bersamaan perkataan itu sebuah jantung ditarik dari tubuh seseorang dan dengan santai Devina melemparkannya ke atas seperti sebuah bola bermain.


"Berterima kasihlah karena aku membunuhmu dengan cepat, sekarang bagaimana? Pergi menyusul orang yang sudah membunuh Rumus atau pergi membunuh sekte penyihir Origin."


Dan pilihannya.


"Kembali ke tempatku saja, aku juga sudah mengantuk sih."

__ADS_1


__ADS_2