
Kelompok Elric pergi ke sebuah aliran sungai luas di mana di pinggirnya sebuah kapal besar telah berlabuh, semuanya diisi oleh kesatria yang bertugas melindungi kota barusan.
Sebelum Elric bertemu bangsawan Highway, dia telah memberitahukan identitas dari orang tersebut pada para kesatria termasuk rencananya saat ingin menghancurkan desa dan menyewa penyihir.
Kepala kesatria menyambut kedatangan Elric.
"Bagaimana?"
"Seperti yang diduga, bangsawan yang kalian hormati adalah salah satu penyihir, terlebih dia penyihir dosa kemalasan."
"Jadi sejak awal kami melayani orang seperti itu kah?"
Elric mengangguk mengiyakan lalu membalas.
"Pokoknya kita harus segera melindungi ibukota dari serangan penyihir."
"Kami mengerti. Semuanya kita berangkat."
"Siap kapten."
Jangkar mulai dinaikan dan mereka semua mulai berlayar, kapal ini menggunakan uap dari pembakaran batu bara, bisa dibilang wilayah kerajaan sudah maju dari segi tranportasi.
Elric bersandar di pinggir kapal bersama Dewi Venus di bahunya. Saat di kediaman mansion bangsawan itu. Elric dibunuh secara tragis, ia ingin segera melupakannya dengan cara merancang taktik untuk melindungi ibukota.
__ADS_1
Penyihir biasanya akan bergerak dengan beberapa grup dengan satu pemimpin, jika misal penyerang sekitar 10 orang maka jumlah kesatria yang harus dikerahkan dua kali lipat dibanding pihak musuh, dengan mengasumsikan ini maka, sebagian akan bertarung di garis depan dan sebagian lagi akan menyerang dengan busur untuk menghindari saat mereka menggunakan sihir.
Itulah jalan yang terbaik.
Anita yang berjalan dengan peti mati memutuskan untuk menghampiri Elric.
"Penyihir itu sangat kuat, kita pasti akan kerepotan apalagi saat mereka menggunakan sihir tak terlihat."
"Walau mereka tidak terlihat, mereka masih meninggalkan jejak. Aku sudah memikirkan cara untuk melawannya."
"Begitu."
Anita membalas dengan senyuman kecil.
Mendengar itu ekpresi raja mulai mengeras, dia sepertinya sangat kebingungan apalagi orang yang berniat menghancurkan kerjaannya adalah orang yang paling berjasa membantunya.
"Apa yang sebaiknya kami lakukan? Melawan penyihir dengan jumlah besar bukanlah sesuatu yang bisa kami lakukan."
Sayangnya itulah kebenarannya, penyihir memiliki kekuatan sihir dari iblis bahkan walau kerajaan ini unggul dengan jumlah orang mereka belum tentu bisa selamat.
Elric bertanya dengan penuh keyakinan.
"Kalau berkenan, biarkan saya untuk mengambil alih semua komando para kesatria."
__ADS_1
"Itu terlalu berlebihan."
Semua orang jelas menolaknya tapi Anita memotong agar raja mau menimbang-nimbang dalam pikirannya.
"Elric sebelumnya telah mengalahkan dua orang dari penyihir dosa, aku yakin dia bisa menyelamatkan kerajaan ini."
Elric ingin membantah pernyataan itu, apalagi semuanya jelas berkat bantuan Anita. Kendati demikian hanya inilah jalan satu-satunya agar mereka semua bisa mempercayainya.
Bagi Elric menyelamatkan lebih banyak nyawa sesuatu yang ingin dia capai, walau sebelumnya dia hidup sebagai penyendiri yang tak peduli dengan lingkungannya tapi sekarang, dia berada di tempat berbeda yang disebut dunia lain dan bantuannya sangat dibutuhkan.
Paling tidak dia ingin berusaha melindungi seseorang di depan matanya.
Raja tersenyum lalu berkata.
"Baiklah, aku akan memberikan seluruh komando padamu... tolong lindungi kerajaan ini."
"Baik."
Dalam waktu singkat itu, Elric mendiskusikan rencananya pada seluruh komandan kesatria termasuk yang dibawanya dari kota itu.
"Pertama aku ingin kalian meletakkan puluhan pasukan yang bisa memanah di setiap sudut kota, di atas benteng maupun di atas genteng."
"Kami mengerti, lalu?"
__ADS_1
"Kita akan menabur tepung serta lem di setiap jalan maupun atap genteng," mendengar perkataan itu, semua orang hanya bisa memiringkan kepalanya heran, hanya Anita saja yang tersenyum puas.