The Little Apple Garden

The Little Apple Garden
Chapter 33 : Obrolan Dua Wanita


__ADS_3

Elric hanya bisa berdiri mematung saat tahu bahwa dirinya akan menikah dengan tiga wanita sekaligus, bibirnya terasa berat untuk mengatakan sepatah katapun dan tubuhnya tidak berhenti merasa gugup.


Meski banyak hal terjadi, dia sama sekali tidak pernah sekalipun berpikir hal ini terjadi, sebelumnya di dunia lamanya ia hanyalah seperti tokoh sampingan yang tidak banyak dikenal orang, sebagai tokoh sampingan hal-hal seperti romantis ataupun Harem sangat jauh dari kepalanya.


Tapi sekarang jelas berbeda.


Dia telah menjadi tokoh utama sebenarnya.


Selagi menatap kumpulan penduduk ibukota yang senang, Elric berdiri bersama ketiga istrinya yaitu Fanilia, Anita serta Mariella dengan pakaian pernikahan sedangkan Ibu Fanilia dan Mina mengawasi dari belakang selagi bertepuk tangan.


"Malah jadi seperti ini, apa aku akan baik-baik saja ke depannya?" pikir Elric dalam hati.


Fanilia akan dinobatkan sebagai istri yang memiliki kedudukan sebagai ratu, sedangkan Elric sebagai raja walaupun Elric memilih untuk menyerahkan kekuasaan tertinggi pada ratu.


Untuk Anita dan Mariella keduanya merupakan selir.


Fanilia berbisik ke arah Elric yang masih belum bisa menerima hal ini.


"Sayangku cepat lambaikan tanganmu, para penduduk akan bosan jika tidak melihat pose berbeda."


Elric hanya tersenyum masam selagi melakukan apa yang dimintanya. Mulai sekarang dia harus terbiasa.


Beberapa hari setelah pernikahan dan pesta kerajaan digelar, di luar masion Anita dan Mariella saling berhadapan selagi meminum teh masing-masing.


Anita tampak sedikit kecewa meski begitu apa yang dikatakan Mariella memanglah tepat.

__ADS_1


Mariella memutuskan untuk tinggal di ibukota bersama Mina, bukannya dia sudah bosan berpetualang atau impiannya tidur dengan Elric terwujud, melainkan itu, murni rasa kekhawatirannya terhadap Fanilia.


Harus ada seseorang yang cukup kuat untuk melindungi ratu di ibukota dan Mariella bisa mengisi peran tersebut.


"Apa boleh buat, aku mengerti... terima kasih karena telah menemaniku sejauh ini."


"Bukan masalah, lagipula aku senang sudah berpergian bersama kalian.. sekarang kita sudah menjadi keluarga, mungkin kedepannya kita akan memiliki anak-anak yang lucu."


"Sepertinya begitu."


Anita sempat mengira Mariella sudah berubah karena sebuah pernikahan, meski begitu dia masihlah tetap sama.


Sebagai penyihir keserakahan, Anita sangat tidak menyangka kehidupannya akan seperti ini, dibanding penebusan dosa dia lebih memikirkan bahwa kehidupannya yang sekarang menjadi kehidupan baru baginya.


Anita menyeruput tehnya, lalu berkata.


"Tentu, ia ingin menjadi satu-satunya penyihir yang menyandang ketujuh dosa untuk dirinya sendiri, bukannya kau sudah mengalahkannya?" atas pernyataan Mariella, Anita menggelengkan kepalanya ke kiri ke kanan beberapa kali.


"Dia masih hidup, aku dan orang itu bertarung habis-habisan, sampai akhirnya kami berakhir seri."


"Seri?"


"Benar, karena tubuhku abadi, aku bisa memulihkan diriku sendiri tapi tubuh orang itu sudah mengalami kerusakan parah, sebelum pergi dia berkata... suatu hari aku akan datang kembali dengan kekuatan penuh dan kembali menjadi mimpi buruk bagi dunia ini, sampai saat itu, para pengikutku pasti akan membangkitkanku kembali."


"Ini serius?"

__ADS_1


"Tentu saja, dan waktunya saat gerhana matahari.. aku yakin dia akan memulai terornya kembali."


"Sungguh merepotkan."


"Yah, sampai saat itu kurasa Elric akan bisa menyelamatkan kita semua?"


"Suami kita. Bukannya suami kita tidak memiliki kekuatan khusus."


Keheningan terasa diantara mereka berdua, sampai Anita membuka mulutnya setelah melirik ke sekitar memastikan tidak ada orang lain yang mendengarnya.


"Ini mungkin hanya dugaanku saja, tapi memanggil seseorang dari dunia lain bukanlah hal mudah dan juga teknik ini memerlukan banyak pengguna roh untuk melakukannya, bagiku agak sedikit aneh, Elric seharusnya terpanggil ke tempat orang-orang yang memanggilnya tapi dia malah muncul sendirian di padang rumput tanpa tahu apapun."


"Jadi siapa yang memanggilnya?"


"Hanya satu jawabannya, dia adalah Sang Dewi Kecantikan, Venus."


Patung Dewi Venus sering disebut sebagai patung Dewi tercantik diantara Dewi lainnya, dia menyukai berbagai bunga dan selalu digambarkan membawa karangan bunga di tangannya.


Berbeda dari kebanyakan Dewi, patungnya hanya ada satu dan dikatakan bahwa pengikutnya telah berkurang sampai tidak tersisa lagi hingga menjadi Dewi yang terlupakan.


Alasannya sederhana, Dewi ini terlalu cantik hingga entah itu pria atau wanita akan jatuh cinta padanya. Para pengikutnya sangat ingin bertemu dengannya walaupun itu hanya sekali, karenanya, mereka semua bunuh diri.


"Kau yakin?" Mariella masih tidak mempercayainya dan sekali lagi bertanya pada Anita.


Bukannya dia meragukan deduksi dari penyihir keserakahan yang terkenal sebagai ikrar dari ilmu pengetahuan, hanya saja dia perlu mendengarnya sekali lagi untuk menegaskannya.

__ADS_1


"Aku yakin, itu malah menjadi masuk akal kenapa seorang yang memanggil Elric ke dunia ini sama sekali tidak menemuinya."


__ADS_2