The Little Apple Garden

The Little Apple Garden
Chapter 26 : Rencana Pernikahan


__ADS_3

Menyelamatkan negara ini dengan sebuah pernikahan, bukannya itu terdengar konyol, gumam Elric dalam hati berusaha agar tidak ada siapapun yang mendengar perkataannya.


Setelah mendengarkan penjelasan putri wajahnya tampak kesulitan, akibat penyerangan penyihir, negara ini berada diambang kehancuran, raja telah meninggal dan dikatakan bahwa pihak kerajaan berebut putri Fanilia untuk menjadikannya istri agar bisa merebut posisi ayahnya dan menjadi penguasa.


Yang menjadi masalahnya adalah di sini.


Seluruh kandidat yang melamar bukanlah orang yang disukainya terlebih memiliki kepribadian yang kurang baik dan jika apabila putri lebih dulu menyatakan pernikahannya dengan seseorang maka mereka semua akan mundur.


Satu hal yang ingin dikatakan Elric dalam situasi ini.


"Memangnya aku peduli, lagipula aku tidak tinggal di negara ini, kami petualang."


"Kejam sekali, kau mengatakannya tanpa ragu."


Namira menambahkan.


"Bukannya kau berlebihan meminta seseorang yang kau tidak kenal menikah denganmu, malahan dia lebih mencurigakan dari siapapun."


"Oi, aku terluka di sini."


Tidak ada yang menanggapi perkataan Elric, sementara Fanilia membalas.


"Aku memiliki berkat menilai seseorang, dengan mataku aku bisa melihat seperti apa seseorang dengan hanya sekali lihat saja, aku pikir jika aku menikah denganmu aku bisa hidup bahagia dengan beberapa anak kita."


"Berkat juga ada yang seperti ini," ucap Mariella bingung, bahkan mungkin putri di depan mereka saja yang memilikinya.


"Aku benar-benar tidak keberatan jika kau menikah dengan wanita lain dan menjadikannya selir, tapi tolong nikahi aku juga."

__ADS_1


Elric yang selalu menjauhi orang lain tanpa sadar telah terlibat sesuatu yang mustahil baginya, dia beralih melirik ke arah ratu.


"Bagaimana dengan ratu sendiri?"


"Pilihan putriku selalu benar, aku tidak keberatan dengan siapapun dia menikah."


"Misal kalau aku menolaknya."


"Tidak ada pilihan menolak," kata putri menegaskan dengan mata berbinarnya.


Bahkan Namira tidak bisa melakukan apapun, jika dia berada di posisi putri dia juga pasti akan melakukan hal sama, ketika wanita tahu bahwa hidupnya akan menderita dia akan mengambil segala cara untuk mengatasinya.


Yang dilakukan Fanilia bukanlah sesuatu yang salah, terlebih keuntungan baik lebih banyak diterima oleh Elric.


"Apa boleh buat, Elric lebih baik kau menerimanya saja, ini mungkin takdirmu."


"Aku merasa tidak tega padanya, kami berdua sama-sama wanita aku tidak ingin dia menangis."


"Aku juga bersependapat tuan, tak apa selagi tuan menikahi kami juga."


"Entah kenapa malah jadi semakin berat."


Untuk Mina dia hanya menikmati cemilannya.


"Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi bahkan hal ini sangat sulit diterima pikiranku."


"Kau bisa menerimanya secara perlahan."

__ADS_1


Elric berhenti sejenak lalu melanjutkan.


"Aku ini orang mesum."


"Aku akan menerima kemesuman seperti apapun darimu."


"Aku ini orang jahat."


"Mana mungkin, aku bisa melihatnya bahwa Elric orang baik."


Putri semakin bertekad kuat.


"Aku memiliki tugas untuk pergi ke suatu tempat."


"Aku tidak keberatan jika harus sendirian di istana nanti sampai kau kembali."


Semakin Elric menolaknya semakin kuat jawaban yang diberikan Fanilia padanya, sampai akhirnya Namira dan Mariella meletakkan tangan mereka di bahu Elric selagi menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak tahu akan menjadi seperti apa nantinya tapi sepertinya aku tidak ada pilihan menolak," ucap Elric menjatuhkan bahunya lemas sementara ratu berdiri dengan pose kemenangan.


"Pernikahan putri akan dilangsungkan tiga hari lagi, tolong sebarkan berita ini ke semua wilayah kerajaan Ediora."


"Baik yang mulia ratu."


Padahal aku masih tidak tahu kenapa aku dipanggil kemari dan sekarang aku malah harus menikah.


Elric hanya bisa mempertanyakan hal itu di dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2