
Keesokan paginya saat hendak meninggalkan kota kelompok Elric terhenti karena sebuah perdebatan antara pemilik toko dengan seorang gadis yang sepertinya seorang petualang.
Karena kota ini melarang perdebatan semua barang bawaan gadis itu menjadi milik penjaga toko sementara dirinya dibawa pergi.
Penyihir dianggap sebagai makhluk keji akan tetapi yang dilihat Elric malah lebih parah dari yang dibayangkan.
Gadis itu tidak dibawa ke penjara melainkan ke gang sempit, saat kedua pria yang membawanya hendak melakukan hal aneh sebuah pisau belati menyayat leher mereka, mengoyak daging basah itu hingga keduanya kehilangan nyawa dalam sekejap.
Anita membantu gadis kecil itu sementara Elric menatap sekeliling mayat di depan matanya, semuanya dibiarkan begitu saja lengkap dengan pakaiannya.
Mereka semua adalah wanita.
Elric meninju tembok dengan darah menetes ke tanah.
"Apa yang akan kita lakukan sekarang Elric?"
"Perbuatan mereka sangat biadab, aku akan membunuh semuanya."
"Kau serius?"
Anita jelas terkejut dengan perkataan tersebut, Elric telah mengalami beberapa kematian jadi dia tahu bagaimana rasanya kematian itu sendiri.
Bahkan ketika dia hidup kembali tangannya tidak pernah berhenti gemetaran jadi dia orang yang lebih tahu seberapa berharganya nyawa tersebut
"Aah, aku tidak ingin ada orang lagi yang menjadi korban di sini."
"Jika itu keputusanmu aku tidak melarangnya, bagaimana denganmu dewi?"
"Aku tidak ingin mengatakan apapun."
__ADS_1
Saat malam hari tiba Anita menjebol penjara lalu mengeluarkan orang-orang yang dikurung dari sana, seluruh tubuh mereka telah kering kerontang dan beberapa yang mati dibiarkan begitu saja hingga terbengkalai.
"Aku akan membawa kalian pergi, siapa yang masih berdiri dan berjalan mari ikuti aku, dan yang tidak bisa aku akan membawa kalian."
"Terima kasih."
Dibantu gadis yang diselamatkan Anita, semua orang dibawa keluar, mereka berbaring di rumput selagi menengadah langit gelap di atas mereka.
"Nona kenapa kita tidak langsung pergi?" tanya seorang kakek dan Anita menjawab dengan suara khawatir.
"Berjalan di malam hari sangat berbahaya terlebih kalian juga harus mengisi kekuatan kalian."
"Bagaimana jika mereka mengejar kita?"
Anita hanya menggelengkan kepalanya selagi melirik ke arah kota yang telah berubah menjadi hal mengerikan, dibarengi suara teriakan yang memekakan telinga orang-orang berjatuhan dengan luka tajam yang menusuk mereka semua.
Dia adalah Elric.
Demi menyelamatkan banyak orang dia mengotori tangannya sendiri, negara ini telah hancur sejak awal. Membunuh orang-orang demi keuntungan mereka, para penjabat yang korupsi dan mereka tak segan mengambil kehormatan para wanita.
Salah satu pria membawa kapak berlari dari belakang Elric, dengan ayunan secepat yang dia lakukan kepala Elric terpenggal beberapa meter.
Menggelinding menabrak dinding bangunan sebelum terhenti.
Semua orang yang melihat tubuhnya tumbang tertawa terbahak-bahak.
"Haha rasakan, sok menjadi pahlawan... jangan bermimpi."
Beberapa saat kemudian tawa mereka menghilang dalam sekejap, bersama ledakan yang terus menggema di udara kepala Elric kembali ke posisinya secara otomatis dan darah darinya kembali ke tubuhnya.
__ADS_1
"Bagaimana bisa, kau? Penyihir."
Elric menggunakan kemampuan rohnya dan dalam sekejap tubuh orang-orang yang berlari terpotong beberapa bagian.
Ia menemukan raja dari negara ini hendak melarikan diri dengan membawa kereta kuda berisi koin emas yang menggunung.
Elric tak segan melukainya hingga dia berlarian memegangi bahunya yang meneteskan darah.
Elric tidak membunuh anak-anak dan wanita, mereka hanya diberikan peringatan saja meski begitu mereka tidak akan pernah kembali lagi ke kota ini lagi.
Entah itu puluhan tahun atau ratusan tahun bahkan selamanya.
Raja yang kehilangan darahnya hanya bersandar di tembok dengan nafas terengah-engah.
Semua masalah ini karena negara ini memiliki sampah seperti raja ini.
"Tolong hentikan... jika kau menginginkan uangku, aku akan membayarnya, 1 juta koin emas? 2 juta koin emas?"
Elric berkata dengan suara dingin.
"Bahkan ratusan juta emas tak bisa menggantikan satu nyawapun, nyawa seorang lebih berharga dari itu... setiap orang yang mati tidak akan pernah hidup lagi."
"Dasar iblis... kau akan masuk ke neraka."
"Jika itu demi membantu orang lain, aku tidak keberatan."
Sebuah pisau menembus kepala raja itu hingga dia roboh ke samping. Setelahnya Elric hanya berteriak dengan suara yang bisa menyayat hati.
Dunia yang dia tinggali sekarang bukanlah dunia yang ramah bagi semua orang, dunia ini tidak lebih dari sebuah neraka.
__ADS_1