The Little Apple Garden

The Little Apple Garden
Chapter 09 : Para Pemburu Peti Mati


__ADS_3

Di kota yang telah berubah menjadi sunyi, orang-orang saling berbicara satu sama lain selagi menatap mayat-mayat yang di angkut ke dalam kereta oleh para penjaga. Selain tubuh para penduduk, mayat wanita pemenggal kepala dan penyihir juga tak luput untuk dibawa untuk diperiksa.


Tanpa di sadari semua orang, jauh di kegelapan keempat penyihir diam-diam mengawasi.


"Kita kehilangan gadis itu."


"Ada yang mengatakan mereka masuk ke dalam hutan."


"Jika begitu aku tahu kemana mereka pergi, mari kawan-kawanku kita harus mendapatkan tubuh penyihir keserakahan itu dan mengambil keabadian untuk kita."


Dalam sekejap mereka menghilang dalam kegelapan.


Sementara itu di tempat lain Elric sedang membersihkan selokan untuk mendapatkan uang makan mereka, kalau saja Elric kuat dia bisa mengambil pekerjaan sebagai Hunter namun sayangnya itu jelas mustahil.


Hunter adalah sebutan orang-orang yang mampu berburu monster untuk diperjual belikan bagian tubuhnya.


Hanya ini pekerjaan ringan yang bisa dia lakukan atau mungkin pekerja yang kebanyakan orang hindari.


"Kau bau sekali Elric, cepatlah mandi."


"Ini demi makanan kita, harusnya kau juga ikut membantu."


"Menyuruh gadis imut sepertiku melakukan hal ini adalah sebuah kejahatan," ucap Namira masih duduk di atas petinya.


Apa yang dikatakan Namira mungkin benar juga? Menyuruh gadis melakukan hal ini sudah jelas lebih buruk dari sampah kendati demikian Elric ingin sekali memaksanya agar tahu bagaimana penderitaan yang dia dapatkan sekarang.


Tak lama kemudian walikota muncul dengan dua wanita di sampingnya.

__ADS_1


"Bagus sekali rakyat jelata, ini bayaranmu."


Sebuah kantong terbuat dari kulit sapi dilemparkan ke arah Elric yang mana ia tangkap dengan baik. Elric mengintip isinya dan menemukan sekitar 20 koin perak di dalamnya.


"Bukannya ini terlalu banyak."


"Anggap saja bonus, lain kali jika kau perlu datanglah lagi padaku."


"Terima kasih banyak."


Walikota bertubuh gemuk itu meninggalkan keduanya selagi tertawa terbahak-bahak.


"Walau orang itu menyebalkan, dia cukup baik dalam membayar pekerjaannya."


"Kurasa begitu."


Setelah membersihkan dirinya, Elric bersama Namira pergi ke kedai, sebelum sore hari datang mereka memesan beberapa olahan daging serta beberapa sayuran seharga lima koin perak.


"Ini sangat enak Elric, kau harus mencobanya."


"Jangan makan terburu-buru, kita bisa pesan lagi kalau kurang."


"Kau begitu dermawan hari ini, apa ada sesuatu yang baik terjadi padamu?" Namira mengirim pertanyaan tersebut saat menghabiskan satu paha sapi di tangannya.


Untuk tubuh sekecil Namira, dia terlalu banyak makan, gumam Elric di dalam hati.


"Mana ada hal seperti itu, terjebak denganmu dan peti matimu sudah sangat buruk."

__ADS_1


"Tidak jujur, padahal kau selalu senyum-senyum saat melihat wajah tidurku."


"Kau tahu?"


"Beberapa kali aku sempat bangun, tapi aku sedikit canggung jika membuka mataku," balas ringan Namira.


"Entah kenapa, aku minta maaf."


"Jangan khawatir, aku memang imut hal seperti itu wajar untukku."


Orang ini.


Elric memutuskan untuk tidak membatahnya dan fokus pada makanan di meja sampai pandangannya teralihkan ke orang-orang yang baru masuk ke dalam kedai.


Diam-diam dia mendengarkan apa yang mereka katakan, dilihat dari peralatan yang mereka bawa jelas mereka adalah Hunter.


"Kudengar ada penyihir yang mati di kota sebelah, tapi bukan hanya itu.. Si wanita pemenggal yang meresahkan juga tewas di sana."


"Bukannya itu bagus, dengan ini kita akan hidup damai."


"Dasar bodoh, dunia tidak akan damai dengan hanya kematian satu dua penyihir, bahkan kematian wanita pemenggal itu."


"Memang benar tapi yang kukhawatirkan sekarang orang yang membunuh keduanya, mungkin saja mereka penyihir juga."


Elric dan Namira hanya pura-pura untuk tenang lalu secara diam-diam keduanya menyelinap pergi, namun hal itu gagal dilakukan.


"Tunggu sebentar kalian berdua, dari tadi aku perhatikan gadis di sana itu membawa peti mati, apa yang sebenarnya ada di dalamnya?"

__ADS_1


"Ah, di dalamnya hanya ada mayat, kami berniat menguburkannya di kampung halaman kami."


Para Hunter itu mengirim tatapan kecurigaan, saat mereka meminta untuk melihat peti tersebut Elric maupun Namira segera berlari keluar.


__ADS_2