The Little Apple Garden

The Little Apple Garden
Chapter 59 : Tempat Yang Terlupakan


__ADS_3

Beberapa minggu berikutnya tempat yang dinamakan The Little Apple Garden kini terlihat jelas, tempatnya sendiri berada di sebuah pulau tengah laut di mana untuk pergi ke sana Elric dan Anita harus menggunakan perahu yang mereka sewa.


Anita yang berdiri di depan menarik nafasnya dalam-dalam sebelum membulatkan tekadnya dan berkata.


"Akhirnya kita sampai."


Elric hanya menatapnya selagi duduk mendayung perahu, hari ini angin sama sekali tidak bertiup.


"The Little Apple Garden, tempat seperti apa itu?"


Sesampainya di pesisir pantai Anita membawa perahu tersebut ke tepian agar tidak terbawa arus laut, setiap pemandangan di sini di isi pepohonan yang rimbun, tepat saat mereka akan melangkah maju sebuah tombak api meluncur ke arah mereka Anita memegangi tubuh Elric sebelum melompat ke belakang menghindar.


"Siapa itu?" tanya Anita dan sosok pria bermantel hitam berjalan mendekat.


"Sudah kuduga bahwa penyihir akan datang kemari lagi."


"Kau."


"Lama tak bertemu penyihir keserakahan."


Pria itu menjentikkan jarinya dan empat tengkorak jatuh di depan Elric maupun Anita.


"Mereka adalah penyihir dosa generasi sekarang yang kubunuh, mereka tidak terlalu kuat."


Dia adalah sosok yang menelan seluruh dosa bernama Valaha.


Sebelumnya kelompok Elric telah menghabisi keserakahan, kerakusan serta kemalasan... dengan begitu keempat ini adalah dosa yang tersisa.

__ADS_1


"Setelah membunuhmu maka aku akan sempurna dan akan diakui sebagai pemilik tubuh dosa sesungguhnya."


"Hanya demi alasan seperti itu kau melakukan ini semua," ucap Elric mengeluarkan belatinya sementara Anita menjatuhkan peti di pasir.


"Itulah impianku, merebut nama dosa."


"Tak akan kubiarkan."


Elric melangka maju dia melesatkan belati sementara pria di depannya Valaha tampak tak terganggu dengan itu.


Melawan salah satu dosa bukan masalah bagi Valaha, jika itu hanya Elric jelas hal mudah baginya.


Elric ditinju bagian perutnya hingga dia terbang jatuh ke dalam laut. Dewi Venus yang merupakan tupai ikut tenggelam dan berteriak.


"Elric."


Elric segera bangkit dan melirik ke arah pertarungan Anita, Anita jarang menggunakan sihirnya tapi sekarang jelas berbeda.


Anita mengulurkan tangannya dan api menyembur ke arah Valaha.


"Elric kamu tidak ingin membantu Anita?"


"Aku hanya akan mengganggunya, mari kita serahkan padanya."


Anita melompat dan begitu juga Valaha, kedua pukulan mereka berbenturan di udara, ini adalah pertama kalinya seseorang seimbang melawan Anita.


"Jika aku tidak bisa membunuhmu akan kuawetkan tubuhmu dalam es."

__ADS_1


Seketika tangan Anita membeku, untuk menghindari agar tidak menjalar, Anita menendang wajah Valaha hingga dia meluncur menabrak pepohonan.


Valaha bangkit selagi membersihkan debu di tubuhnya.


"Biar aku tanya beberapa hal, kemana para pengikutmu?"


"Mereka mengobarkan dirinya demi kebangkitanku."


"Orang-orang yang bodoh, nyawa mereka lebih berharga darimu."


"Kau bisa mengatakan apapun yang kau suka."


"Lalu apa kau tahu tempat ini?"


"Tempat ini, The Little Apple Garden kah."


"Kau tahu ternyata, katakan padaku tempat ini?"


"Itu karena aku sendiri yang menamainya... jadi begitu, kau datang kemari tidak tahu apapun, tempat ini adalah tempat pertama kemunculan iblis dan awal dari sihir ada di dunia ini.. dulu ada seorang yang menggunakan sihir terlarang di sini untuk membuatnya abadi, saat itu dia tidak bisa melakukan dan sebagai akibatnya dia malah memanggil iblis ke dunia ini, atau lebih singkatnya dia membuat penawaran dengan iblis."


Elric yang mendengarkan juga turut menahan nafasnya untuk mendengarkan perkataan selanjutnya Valaha.


"Iblis itu menawarkan sebuah apel padanya, dia bilang jika dia memakannya dia akan abadi namun sayangnya bukan keabadian yang dia dapatkan melainkan energi kehidupannya yang diambil sehingga gerbang iblis pun terbuka."


Anita menggunakan sihir necromancer dan peti itu meledak memunculkan sosok wanita dari dalamnya.


"Ah benar dia wanita itu, dan ngomong-ngomong akulah iblis tersebut," ucap Valaha membuat mulutnya merobek ke telinga sementara sayap muncul di punggungnya.

__ADS_1


__ADS_2