The Little Apple Garden

The Little Apple Garden
Chapter 54 : Desa Misterius


__ADS_3

"Akan kutunjukan kenapa penyihir keserakahan ditakuti banyak orang," kata Anita menambahkan.


Dia menyatukan tangannya hingga bersamaan itu es menyebar ke sekelilingnya menciptakan asap dingin yang mengepul ke udara. Melihat itu sang iblis api segera berlari untuk mengincar keberadaan Anita.


Ketika jarak mereka berdua terpaut satu meter seluruh tubuh iblis perlahan membeku dengan cepat kemudian hawa dingin menghancurkannya menjadi serpihan kecil.


Elric yang melihat dari belakang hanya bisa diam karena merasa kagum. Sihir itu tidak menciptakan lingkaran sihir ataupun rapalan seolah tubuh Anita memang terlahir dengan sihir itu sendiri.


Dewi Venus yang telah berubah menjadi tupai naik ke punggung Elric dan berkata.


"Bukannya lebih baik kita segera pergi dari sini."


"Sepertinya begitu," balas Anita sebelum mengambil peti matinya di atas benteng sebelum melompat keluar di mana Elric sudah menunggunya di bawah.


Elric mengelus kepala Anita lalu mereka bersama-sama melanjutkan perjalanan meninggalkan seluruh penjaga kota yang kebingungan.


"Hey Elric aku ingin makan daging, belikan aku itu."


"Kau ini tupai Dewi, daging tidak cocok untukmu."


"Pokoknya aku ingin daging."


"Ternyata kau sangat manja juga, sebaiknya jangan dengarkan dia Elric."


Beberapa hari selanjutnya mereka tiba di sebuah desa kecil yang tampak sepi, seluruh bangunan terlihat terawat baik kecuali tidak ada siapapun yang menghuninya.

__ADS_1


Anita mengintip ke salah satu rumah dan melihat sebuah makanan hangat tersaji dengan baik di sana.


"Ini aneh," setelah bergumam itu, dia bertanya pada Elric yang baru memeriksa rumah lainnya.


"Bagaimana?"


"Tidak ada siapapun di manapun, tapi anehnya makanan di sini tampak baru dihidangkan."


Ketika keduanya saling kebingungan seorang pria tua muncul, tubuhnya pendek serta sedikit bungkuk hingga harus menggunakan tongkat untuk membantunya berjalan.


"Siapa kalian?"


"Kami hanya pelancong, tadinya kami ingin menginap di desa ini sayangnya tidak ada siapapun yang tinggal."


"Bukan tidak ada, melainkan tidak terlihat," mendapatkan pernyataan itu, tanda tanya muncul di keduanya hanya Dewi Venus saja yang masih santai selagi menggigit kacang di tangannya.


"Apa terjadi sesuatu di tempat ini?" tanya Anita.


"Sebenarnya beberapa bulan yang lalu desa ini telah terkena kutukan penyihir."


"Kutukan?"


"Benar, suatu saat seorang wanita datang ke desa ini... dia mengenakan pakaian seperti wanita pada umumnya namun pada siang harinya kami menemukan sebuah kejanggalan, semenjak dia tinggal di sini banyak orang mati ditemukan di hutan sekitar, tubuh mereka terkoyak-koyak serta mata mereka dicongkel dari tubuh mereka... penduduk mulai menyalahkan wanita itu hingga mereka mengurungnya di bawah penjara."


"Apa yang terjadi setelah itu?" Elric maupun Anita menunggu pria itu menjawab.

__ADS_1


Kata yang keluar adalah sesuatu yang mengejutkan.


"Wanita itu menghilang dari sel, seluruh penduduk desa yakin tidak ada siapapun yang melihatnya keluar dan sejak itu orang-orang mulai tak terlihat dan mereka hanya terlihat saat malam hari."


Anita diam sesaat lalu meminta pria itu untuk menunjukkan lokasi penjaranya, dengan bantuan obor mereka sampai ke sebuah sel yang dibiarkan terbuka.


Anita menyentuh setiap bagian tembok dan menemukan sebuah lingkaran kecil yang dibuat dari sebuah darah.


Pria tua bertanya.


"Apa itu?"


"Ini lingkaran sihir, memang benar bahwa wanita itu seorang penyihir tapi aku ragu bahwa dia yang membunuh semua penduduk yang menghilang atau malah sebaliknya, dia melindungi penduduk desa ini "


"Bagaimana kau yakin?"


"Aku pernah mempelajari hal ini dalam sebuah buku, sihir ini membuat orang hanya tidak telihat pada siang hari sementara di malam hari mereka kembali sedia kala."


"Tapi kenapa?"


Anita melirik ke arah sebuah kertas yang ada di sebuah meja, dia memilih-milih lembar yang tertumpuk di sana dan menemukan sebuah kertas yang sengaja diletakkan di bagian paling bawah.


Di sana tertulis sebuah kalimat.


"Hyper."

__ADS_1


__ADS_2