
Pagi hari di Kemilau grup...
Semua staf terlihat tengah heboh dan berkerumun di meja kerja Mila.
"Ini beneran Nirmala kan Mil?" Tanya salah seorang karyawan.
"Udah deh Mil jujur aja, teman lo itu sebenar nya cewek murahan kan?" Sahut staf yang lain.
"Mila? lo mau aja sih temenan sama dia!" Sambung lagi oleh karyawan lain, Mila bingung akan menjawab bagaimana, karena memang wajah Nirmala terpampang nyata dan jelas di dalam foto itu.
"Gila ya Nirmala, keliatan nya aja diem tapi ternyata diam-diam menghanyutkan" Ujar salah satu karyawan laki-laki.
"Gue aja pernah lihat dia masuk ke dalam ruang CEO dan di dalam sana dia lama loh, eh kira-kira waktu itu mereka ngapain ya?" Mendengar pergunjingan tentang sahabat baik nya Mila pun akhir nya memutuskan untuk berdiri dan berjalan meninggalkan kerumunan itu walau pun yang benar itu adalah meja kerja nya.
"Eh Mil lo mau kemana?" Teriak salah satu staf yang masih penasaran. Namun tak mau lagi Mila menanggapi berita yang entah belum jelas kebenaran nya itu.
Nico masuk ke dalam ruangan Kevin, di sana ia melihat Kevin tengah di sibukkan dengan kertas-kertas yang menumpuk di hadapan nya.
"Kak?" Ucap Nico setelah ia duduk di hadapan Kevin.
"Hem?" Sahut Kevin dengan mata yang masih fokus dengan kertas-kertas di depan nya itu.
"Nirmala kita berhentikan dulu ya sampai semua berita tentang nya mereda" Ucap Nico yang langsung mendapat lirikan tajam dari Kevin.
"Maksud lo apa? hem?" Sungguh saat ini hati Kevin bagaikan air bensin yang tersulut api.
"Bukan apa-apa kak, aku hanya tidak mau kalau sampai klien-klien yang akan bekerja sama dengan kita, mundur semua, toh laki-laki yang ada didalam foto itu tidak terlihat jelas wajah nya jadi aku takut kalau orang-orang tau hubungan kalian maka mereka pada mengira CEO Kemilau grup suka bermain wanita, dan itu akan mencemarkan nama baik perusahaan kak" Jelas Nico yang lagi-lagi hanya mendapat tatapan tajam dari Kevin.
"Ok ok mungkin ini sulit dan berat untuk kakak, tapi tolong pikirkan perasaan ayah juga kak" Nico memohon dengan menyatukan kedua telapak tangan di depan dada nya.
"Hem... baik lah, terserah lo" Ucap Kevin yang sebenar nya sungguh berat hati ia mencutat kekasih hati nya dari perusahaan milik nya itu.
Setelah mendapatkan tandatangan dari Kevin selaku CEO Kemilau grup, Nico segera pergi menuju meja kerja Nirmala dan ia letak kan surat pemberhentian kontrak kerja itu di atas meja.
Nico pun berjalan menuju toilet yang terdekat dari meja kerja Nirmala.
Tak lama kemudian...
Setiba nya Nirmala di kantor ia sungguh dikejutkan dengan surat pemecatan yang sudah duduk cantik di atas meja kerja nya.
"Apa?! aku di pecat?" Gumam nya sembari membaca surat itu, dan Nico yang tiba-tiba saja muncul di belakang Nirmala segera menjelaskan maksud dari pemecatan nya.
Saat itu Nirmala dengan hati yang kecewa membereskan barang-barang nya, Mila yang melihat nya pun segera beranjak dari tempat duduk nya dan melangkahkan kaki nya mendekati Nirmala.
"Mala" Ucap Mila dengan tangan yang memeluk bestie nya itu dari belakang.
"Eh... Mila? ada apa?" Tanya Nirmala yang sedikit terkejut.
"Emang itu beneran foto lo?" Tanya Mila yang masih tidak percaya dengan bukti yang ada.
"Entahlah" Ucap Nirmala sambil mengangkat barang-barang nya ia hendak pergi saat itu juga namun dari dalam lift keluarlah Kevin tang langsung meraih lengan Nirmala dan di tarik nya gadis itu masuk ke dalam lift.
__ADS_1
"Waaaaaa? kau lihat cara CEO kita memegang tangan nya?" Bisik-bisik staf.
"He'em yeah, itu sangat posesif baby" Sahut staf yang lain.
Mila hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala nya dan kembali duduk di tempat nya.
Di dalam lift Kevin tengah mengungkung tubuh Nirmala yang kini punggung nya sudah bersandar di dinding.
"Kevin ini di kantor jangan seperti ini" Kevin sengaja menirukan suara Nirmala saat dulu ia memperingatkan Kevin, namun apa lah sekarang? Nirmala terlihat datar bahkan tatapan nya seolah kosong.
"Kenapa hanya diam? kemana celoteh mu yang selalu mengingatkan ku?" Ucap Kevin dengan menggoncang kan pundak Nirmala.
Pintu lift pun terbuka dan Kevin langsung saja menarik Nirmala untuk masuk ke dalam ruangan nya, sesampai nya di dalam ruangan itu Kevin segera memeluk erat tubuh Nirmala yang ada di hadapan nya itu.
"Sayang, jangan seperti ini, tolong jelaskan!" Kevin memegang kedua pundak Nirmala dan kembali bertanya.
"Jangan hanya diam saja, kata kan jika itu bukan kamu... "
"Iya itu aku, di dalam foto itu foto ku! puas?!" Geram Nirmala yang mulai bingung akan menjelaskan bagaimana?
Perlahan Kevin melepaskan cengkeraman nya dari pundak Nirmala.
Hati Nirmala begitu kecewa karena di dalam surat pemberhentian kerja itu ada tanda tangan Kevin, dan itu menandakan bahwa Kevin terlibat dalam kasus pemberhentian kontrak kerja nya.
Nirmala pun segera melangkahkan kaki nya untuk keluar dari ruangan Kevin, sedangkan Kevin hanya mampu menatap kepergian sang kekasih dengan hati yang terasa sesak.
Pagi itu Nirmala langsung balik ke apartemen Firza untuk mengemasi barang-barang nya.
"Loh nona? anda mau kemana?" Tanya Firza yang ternyata masih bersantai di ruang tengah, saat Nirmala masuk dan melewati nya pria itu hanya melirik nya sekilas tanpa peduli namun saat ia melihat Nirmala yang kembali melewati nya namun dengan tangan yang mendorong sebuah koper.
"Biar ku antar" Firza menawarkan tumpangan, dan Nirmala tidak ada alasan untuk menolak gadis itu menerima tawaran itu. Nirmala menuju kota T dengan diantarkan oleh Firza.
Sesampai nya di kota T Nirmala terus menunjukkan alamat yang sangat lah tidak asing di otak Firza.
Dengan tetap memasang tampang yang tenang Firza terus saja menuruti kemana pun Nirmala menunjukkan arah.
Setiba nya di sebuah rumah kontrakan jantung Firza serasa berdetak sangatlah kencang.
"Nona tidak salah alamat kan?" Tanya nya dengan nada yang sangat hati-hati, takut jika sampai gadis yang duduk di samping nya itu curiga.
"Hah... tidak kok Za, ini rumah kakak ku, turun dulu yuk mampir" Ajak Nirmala tanpa sedikit pun kecurigaan.
Belum sampai Nirmala turun dari mobil, terlihat seorang gadis yang lebih dewasa dari Nirmala keluar dari kontrakan itu.
"Nah itu kak Nurma, itu kakak ku" Ucap Nirmala yang segera turun dari mobil dan berjalan menghampiri sang kakak, sedangkan Firza masih mengamati nya dari dalam mobil.
"Nah benar sekali, itu gadis yang waktu itu menolong ku" Gumam Firza yang masih mengamati nya dari dalam mobil.
Seketika pikiran Firza melayang menuju masa dimana ia untuk pertama kali nya di pertemukan dengan Nurma.
Flash Back Firza and Nurma...
__ADS_1
Malam sekitar pukul setengah sebelas malam terjadi bentrok antara genk The Black Shadow dan genk motor anak jalanan.
Saat itu Firza memimpin pasukan nya dan dengan tangan kosong ia membantai dengan membabi buta, walau pun darah mengucur dari kepala nya dan juga tangan nya yang terkadang salah sasaran dan malah memukul aspal jalanan.
Pemuda itu dengan kegigihan nya berjuang tetap bangkit demi mencapai misi pimpinan nya.
Saat tengah asik nya mereka semua saling pukul saling sabet saling tendang seorang gadis tak sengaja melewati tempat kejadian perkara tersebut, ia baru saja pulang dari kerja nya.
"Astaga! ada apa ini kok rame banget!" Ucap nya dengan celingak-celinguk.
"Neng lari neng itu ada tawuran antar genk!" Ucap salah seorang penjual siomay yang tengah berlari dengan mendorong gerobak nya.
"Hah tawuran?" Ucap gadis itu, bukan nya pergi gadis itu malah berjalan perlahan mendekati kerumunan itu dan bersembunyi si balik tong sampah.
Ia dengan sigap mengeluarkan ponsel nya dan ia bunyikan nada dering yang berbunyi mirip sekali dengan suara sirine mobil polisi.
"WOY POLISI WOY!! KABUR! KABUR!" Teriak mereka yang terlibat perkelahian.
Setelah suasana dirasa mulai tenang gadis itu pun berdiri dan berjalan mendekat ke tempat kejadian.
"Hilih... barang suara sirine aja takut! gitu kok berani-berani nya bikin rusuh" Cibir gadis itu yang kemudian langsung membalikkan tubuh nya untuk berjalan menuju rumah nya dan, "Aaaaaaaaaaa!!!! Hantuuuu!!!" Bukan nya berlari gadis itu malah hanya berteriak dan menutup mata nya.
"Lo pikir kalau hantu diteriakin terus ilang?!" Terdengar suara maskulin keluar dari bibir yang jontor dan berdarah di hadapan gadis itu perlahan gadis itu membuka mata nya dan melihat dengan benar makhluk apa yang kini tengah berdiri di hadapan nya.
"Ya ampun kamu manusia? Astaga! sampai berdarah-darah begini, sini ku obati!" Ucap gadis itu dan segera menarik pria penuh luka itu ke kontrakan nya.
Setelah sampai di kontrakan gadis itu meninggalkan pria itu duduk sendirian di kursi,
"Sebentar ya aku ambilkan kotak P3K dulu!" Ucap gadis itu tanpa sedikit pun rasa takut.
Pria itu melihat seisi ruangan yang saat ini ia masuki, bernuansa pink dan rapi, "Seperti nya dia gadis yang sangat menyukai kebersihan" Gumam nya.
"Ekhem... maaf kontrakan ku hanya sekecil ini, mungkin tidak sebanding dengan rumah mu yang mewah" Ucap gadis itu datang dengan membawa kotak P3K.
"Dari mana kau tau kalau rumah ku mewah?" Tanya pria itu.
"Hem... mana ada orang miskin memakai jaket mahal seperti ini? mana ada orang miskin sepatu nya tak di lepas saat memasuki rumah" Ucap gadis itu dengan sedikit menyindir karena pria itu masuk ke dalam rumah masih lengkap dengan sepatu nya.
"Tapi bukan berarti rumah ku mewah" Sangkal pria itu.
"Sssttt sudahlah diam lah dulu biar ku bersihkan luka mu, maaf ini akan sedikit sakit" Ucap gadis itu sebelum membersihkan luka pria di hadapan nya itu.
Dengan telaten gadis itu membersihkan dan juga memberikan obat lengkap dengan plester di setiap goresan luka.
Sedangkan pria itu malah terpesona dengan kecantikan gadis dihadapan nya itu.
"Ekhem... kalau boleh tau siapa nama mu?" Tanya nya di sela-sela kesibukan gadis itu menempelkan terakhir plester di luka pria itu.
"Nama ku Nurma" Ucap nya penuh senyuman dengan mengulurkan tangan, sedangkan pria itu malah terlihat bingung.
"Kenapa? bukan kah orang berkenalan biasa nya saling menjabat tangan, iya nama ku Nurma, nama mu siapa tuan tampan?" Tanya nya balik dan itu sungguh membuat Firza tersipu malu.
__ADS_1
"Tampan?...
bersambung...