The Love Secret (Bertahan Di Tengah Kesalahan)

The Love Secret (Bertahan Di Tengah Kesalahan)
Eps. 8


__ADS_3

Cukup lama Nirmala berdiri menunggu Firza yang menjemput nya, gadis itu pun menyadari kalau sebuah mobil berhenti tak jauh dari nya, turun lah seorang laki-laki dari dalam mobil.


"Oh bukan Firza" Batin Nirmala.


Laki-laki itu berjalan mendekati Nirmala tanpa rasa curiga gadis itu pun tersenyum pada nya.


"Kak numpang tanya dong?" Tanya laki-laki itu ketika ia sudah berdiri di samping Nirmala.


"Eh iya, tanya apa ya?" Tanpa rasa curiga dan juga masih dengan senyum manis nya Nirmala menyahuti nya.


"Benar gedung utama Kemilau grup di sini ya?" Tanya laki-laki itu yang berhasil membuat Nirmala menoleh ke arah gedung perkantoran nya.


"Ah iya benar itu gedung yang paling tinggi adalah hemp... " Dari arah belakang laki-laki itu menutup hidung dan mulut Nirmala hingga gadis itu tak sadarkan diri.


Ketika Nirmala hampir ambruk laki-laki itu menggendong nya.


"Loh loh loh neng Mala kenapa mas?" Tanya Sudar atau salah satu security yang tak sengaja melihat Nirmala ambruk.


"Sedari pagi dia kurang enak badan pak" Sahut laki-laki itu, dan menggendong Nirmala, di bawa nya Nirmala masuk ke dalam mobil, Sudar yang mendapat jawaban secara langsung pun percaya-percaya saja.


Di dalam mobil...


Setelah menidurkan Nirmala di jok belakang, laki-laki itu berjalan ke arah kursi kemudi kemudian duduk di dalam nya.


Sebelum ia menyalakan mesin mobil, terlebih dulu ia menghubungi seseorang dari gawai tipis nya.


📞"Halo? bagaimana? lancar?" Terdengar suara dari seberang telfon sana.


"Lancar juga aman" Sahut laki-laki itu.


📞"Bawa dia ke alamat yang gue kirim!" Ucap suara di balik panggilan itu.


"Siap!" Sahut laki-laki itu sebelum ia memutuskan panggilan nya.


Mobil itu segera melaju dengan cepat meninggalkan area perkantoran.


Tak lama kemudian sebuah mobil tiba di depan gerbang perkantoran, turunlah Firza dari dalam mobil, ia tak melihat keberadaan Nirmala di sana, ia pun memutuskan untuk bertanya ke pos security.


"Permisi pak, apa semua karyawan sudah pulang?" Tanya Firza dengan sopan.


"Sudah mas terakhir baru saja neng Mala di jemput seorang laki-laki, namun seperti nya neng Mala sedang tidak enak badan" Jelas Sudar.


"Tidak enak badan bagaimana pak?" Cecar Firza.

__ADS_1


" Yang saya lihat, neng Mala seperti pingsan dan di gendong oleh saudara laki-laki nya mungkin, karena dia bilang kalau neng Mala dari pagi kurang enak badan" Ujar Sudar yang mengatakan apa ada nya tanpa bumbu tambahan.


"Em baiklah makasih pak" Ucap Firza.


"Iya mas sama-sama" Sahut Sudar.


Firza pun segera berjalan menuju mobil nya dan dikendarai nya dengan kecepatan yang sangat cepat menuju base camp Black Shadow.


...****************...


Di pinggir jalan dua buah mobil tengah berhenti.


"Gimana? aman?" Tanya Rio yang baru saja keluar dari mobil.


"Hem... orang nya di dalam" Ucap Vicky.


Rio berjalan mendekati mobil dimana Nirmala pingsan tak sadar kan diri. Pemuda itu membuka mobil bagian belakang dan melihat kondisi Nirmala.


"Cantik, tapi sayang sekali... " Gumam Rio yang duduk di samping Nirmala dengan tangan nya yang mengelus pipi gadis yang tak sadarkan diri itu.


"Mau apa lo?!" Tiba-tiba suara Dafa terdengar dari belakang Rio, Rio segera menjauhkan tangan nya dari wajah Nirmala.


"Eh lo Fa, bikin kaget aja" Ucap Rio yang berniat untuk segera berdiri.


"Pertanyaan gue barusan belum lo jawab!" Ucap Dafa dengan tatapan tajam nya, Rio menghela nafas panjang nya "Posesif banget sih padahal jadi suami aja belum" Batin Rio dengan memandang jengah Dafa. Sejenak Rio menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan dari Dafa.


"Gue cuma masti in kalau... kalau dia baik-baik saja" Rio segera keluar dari mobil dan berjalan memutari mobil dan menuju kursi kemudi.


Dafa berusaha untuk tidak negatif thinking dengan Rio.


"Gue harap lo gak akan mengkhianati gue" Cetus Dafa yang langsung masuk ke dalam mobil, ia duduk di samping Nirmala yang masih belum sadarkan diri.


"Kemana?" Tanya Rio yang duduk di kursi kemudi dengan mata yang memandang ke arah center mirror.


Sejenak mata Rio dan Dafa bertemu, dan terlihat di sana Rio mengalihkan pandangan nya.


"Hotel biasa!" Ucap Dafa datar. Tanpa banyak basa-basi Rio segera menyala kan mesin mobil nya dan melaju membelah jalanan.


...****************...


Malam hari di Korea...


Dengan mood yang sangat buruk Kevin tetap tampil tampan dengan setelan jas hitam nya, mau tak mau ia harus menghadiri acara makan malam bersama keluarga nya agar ia bisa pulang ke negara asal nya dengan cepat.

__ADS_1


"Kakak sudah siap?" Tanya Nico yang mengembang kan senyuman nya, ia begitu lega karena sang kakak sudah mau menghadiri acara pertemuan dua keluarga ini.


"Mata lo nggak bisa liat?!" Ketus Kevin yang langsung berjalan mendahului Nico, dengan berbesar hati Nico berusaha untuk tetap mengerti situasi hati sang kakak.


Siapa yang mau bekerja tetapi di paksa? sedangkan ada pekerjaan yang di sukai tapi harus ditinggalkan, ya begitulah keadaan hati Kevin.


Nico hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepala nya dengan kaki yang tetap melangkah mengikuti sang kakak.


Setelah melalui perjalanan dengan suasana hening karena Kevin sedikit pun tak mengajak Nico berbicara akhir nya mereka berdua sampai di sebuah rumah makan elite.


Mereka berdua keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu masuk, di sana ada seorang pelayan yang menghampiri kedua nya.


"Tuan Kevin?" Tanya nya sopan.


"Hem" Masih dengan aura dingin yang ia pancarkan Kevin menyahuti pelayan yang menyambut nya.


"Silahkan tuan, sebelah sini" Pelayan itu pun berjalan menunjukkan jalan, sedangkan Kevin mengikuti nya bersama Nico tanpa senyum sedikit pun.


Yang ada di dalam pikiran Kevin hanyalah menghadiri acara makan malam selesai dan balik ke Indonesia. Sudah hanya sesimpel itu.


Setiba nya di sebuah ruangan VVIP Kevin menyapukan pandangan nya melihat semua orang yang menghadiri acara makan malam itu kemudian ia segera berjalan mendekati Arga.


"Selamat datang Kevin!" Arga segera merentangkan kedua tangan nya dan memeluk putra sulung nya itu, begitu juga Kevin ia berusaha menjaga air muka orang tua nya dengan merubah sifat dingin nya, ia balas memeluk pelukan dari sang ayah.


"Pak Rangga kenal kan ini putra sulung saya Kevin, yang sekarang menggantikan kedudukan saya di Kemilau grup" Arga terlihat tengah membanggakan Kevin di depan keluarga Rangga.


"Wah sungguh cocok jika di sandingkan dengan putri saya, bagaimana jika kita jodohkan mereka berdua saja, dengan begitu ikatan kita bisa lebih erat lagi" Usul Rangga yang menawarkan sebuah perjodohan untuk Kevin.


"Wah ide bagus itu, baiklah kita atur tanggal pertunangan nya dulu saja" Ucap Arga yang lagi-lagi tidak memikirkan perasaan putra nya.


Dengan geram dan menggertakan gigi nya Kevin tiba-tiba teringat Nirmala.


"Maaf sayang" Lirih Nya.


Di sisi lain...


Nirmala di gendong Dafa menuju sebuah kamar hotel.


Sesampai nya di dalam kamar ia mengganti pakaian Yang di kenakan oleh Nirmala, ketika ia melihat tubuh mulus milik Nirmala Dafa menggigit bibir bawah nya karena merasa gemas.


"Sungguh indah" Ucap Dafa dengan meraba tubuh polos itu.


"STOP FA!!...

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2