
"Pegangan, kita mau mulai" Ucap Dafa yang segera melajukan motor nya menuju garis start.
"Iya bawel!" Ketus Mia yang mau tak mau kembali melingkarkan kedua tangan nya di pinggang Dafa.
"Kok gue ngerasa nyaman gini ya?" Batin Dafa dengan sekilas menatap kedua tangan Mia yang saling bertaut di perut nya.
"Dah nggak usah baper! gue ke sini karena kakak yang maksa, dan satu lagi, gue sudah ada calon jadi jan ngadi-ngadi, kendaliin tu otak!" Cicit Mia tanpa melepas kan pegangan nya.
"Haish... gue juga udah beristri kali" Sahut Dafa.
Para pembalap pun kini tengah menempati tempat masing-masing di belakang garis start, dan balapan pun dimulai.
Ditengah perjalanan Mia tak bersuara sedikit pun, gadis itu memeluk pinggang Dafa dengan erat sedangkan Dafa fokus dengan jalanan di hadapan nya juga berusaha agar diri nya tidak terdahului oleh peserta balapan yang lain.
Setelah sekian kilo meter yang mereka lewati akhir nya Dafa berhasil mencapai garis finis, ia di sambut oleh Rio yang segera berlari ke arah nya setelah diri nya menstandratkan motor nya.
Tanpa membantu Mia turun dari motor Dafa berjalan meninggalkan gadis mungil yang terlihat sempoyongan itu.
Dafa terlihat bangga dengan apa yang di capai nya, Rio pun sama, itu dapat terlihat dari full senyum yang mereka tampilkan di wajah mereka masing-masing.
"Huegh!! Huegh!!..." Suara gadis yang muntah-muntah itu pun menyadarkan Dafa.
"ASTAGA!! gue sampai lupa kalau gue tadi bawa anak orang" Ucap nya dengan menepuk kening nya.
Dafa dengan segera berjalan kembali mendekati Mia yang masih sibuk mengeluarkan semua isi perut nya.
"Hueh..."
"Lo kenapa?" Tanya Dafa dengan memegang kedua pundak Mia dari belakang, agar Mia tidak jatuh ke depan karena posisi gadis itu menunduk.
"Hey?" Panggil Dafa yang belum mendapat jawaban dari seorang Mia yang biasa nya cerewet.
"Huegh... em... nggak nggak gue nggak papa" Ucap Mia dengan berdiri dan meraih kerah jaket Dafa kemudian ia gunakan untuk mengelap bibir dan dagu nya.
"Lo lo loh loh loh... jangan... aduuuuuhhhh" Sampai tak dapat berkata-kata Dafa karena dengan tiba-tiba Mia ambruk di pelukan nya.
__ADS_1
"Woy bantuin gue woy!" Teriak Dafa meminta tolong, untung nya segerombolan anak-anak motor itu tidak lah menaruh dendam setiap kali kalah balapan mereka pun menolong Dafa dengan mengantarkan Mia ke rumah sakit.
Di sisi lain...
"Makasih ya Vin udah nganter sampai sini" Ucap Nirmala.
"Bukan masalah, aku hanya menjalankan kewajiban ku untuk selalu menjaga mu" Ucap Kevin dengan mengelus pipi Nirmala.
Kedua nya pun saling beradu pandang dengan tatapan yang sungguh sulit untuk di artikan, seperti rindu yang belum juga terobati, padahal sudah bertemu berkali-kali, perlahan Kevin memangkas jarak di antara kedua nya, Nirmala yang segera menyadari nya pun segera menahan dada Kevin menggunakan tangan nya.
"Vin, maaf" Ucap Nirmala dengan menggelengkan kepala nya, namun Kevin dengan kelembutan nya memindahkan tangan Nirmala yang sempat bertengger di dada nya.
"Sebentar saja, aku hanya merindukan kekasih hati ku yang sesungguh nya" Ucap Kevin dengan menyatukan kedua kening mereka.
Nirmala tak mampu menahan lagi air mata setiap kali Kevin mengatakan isi hati nya, dengan perlahan lelehan bulir bening itu membasahi pipi Nirmala. Dengan perlahan Kevin memiringkan wajah nya dan mendaratkan sebuah kecupan lembut di bibir Nirmala.
Dengan nafas yang sedikit tertahan Kevin perlahan melepaskan kecupan nya dan memandangi wajah wanita yang selalu ada fi dalam hati nya itu.
"Kau menangis?" Tanya Kevin dengan mengusap pipi Nirmala yang basah.
"Jangan bohong!" Sela Kevin dengan menangkup kedua pipi Nirmala dengan lembut.
"Jangan seperti ini Vin, ini semakin sulit untuk ku melepaskan mu" Ucap Nirmala dengan air mata yang mengalir semakin deras.
"Kau mencintai nya?" Tanya Kevin dengan menatap mata sembab di hadapan nya itu.
"Em... entahlah, tapi dia suami ku Vin" Ucap Nirmala yang lagi-lagi mengiris hati Kevin.
"Tapi sekali pun dia tidak pernah menyentuh mu Yank" Ucap Kevin tanpa mengurangi kelembutan nya. Sejenak Nirmala menghela nafas.
"Hem... karena dia menghormati ku, dia tidak akan pernah menyentuh ku tanpa seijin ku" Jelas Nirmala.
"Jadi di sini aku lah penjahat nya?" Tanya Kevin dengan mata yang mulai di penuhi rasa kecewa, karena wanita yang selama ini ia damba memuji laki-laki lain tepat di hadapan nya.
"Entahlah, aku sendiri pun merasa jahat, tapi..."
__ADS_1
"Tidak sayang, dia dan kedua orang tua ku yang jahat, mereka telah memisahkan kita dengan ke egois an mereka masing-masing" Sela Kevin yang selalu menyalahkan orang-orang yang telah memisahkan diri nya dari pujaan hati nya.
"Tapi Vin, dibalik itu mungkin kedua orang tua mu memiliki alasan yang nyata dan juga kuat" Ucap Nirmala dengan memegang pipi kiri Kevin.
"Apakah rasa cinta mu sudah benar-benar hilang Nirmala? setelah sekian bulan dan tahun kita lewati bersama? kau begitu mudah nya melupakan semua nya?" Tanya Kevin dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Tidak, sama sekali tidak, sungguh sulit bagi ku menempati posisi sekarang ini Vin, jika aku bertahan apa kata media? kau seorang pemimpin perusahaan besar dan aku hanya lah karyawan rendahan, lebih pantas diri mu bersama pilihan orang tua mu karena kasta kalian yang tak jauh berbeda" Jelas Nirmala namun Kevin tidak dapat menerima keputusan Nirmala itu.
"Tidak sayang! hati ini tidak dapat menerima selain nama mu! ku mohon kita mulai dari awal ya?" Ucap Kevin dengan tulus, Nirmala yang telah lama mengenal Kevin pun dapat melihat dari sorot mata lelaki di hadapan nya itu.
"Bagaimana jika banyak hati yang terluka karena kita?" Tanya Nirmala yang tak dapat membohongi diri sendiri, jujur saat ini di dalam hati nya masih ada nama Kevin yang melekat dan terukir secara mendalam di sana.
"Pelan-pelan saja kita menjalani nya, aku yang akan mengatur alur nya, tapi berjanjilah tidak akan ada laki-laki lain yang akan menyentuh mu selain diri ku!" Ucap Kevin dengan penekanan.
"Kita bicarakan besok lagi saja" Ucap Nirmala yang segera membuka pintu mobil dan keluar dari dalam mobil Kevin, ia pun segera berjalan ke arah rumah suami nya, ya itu rumah Dafa.
Kevin hanya mengamati nya dari dalam mobil dengan menampilkan senyum kecut nya.
Drrrrttttt... drrrrtttt...drrrrrtttt
Baru saja Nirmala membersihkan tubuh nya, ia baru selesai mandi malam itu, tiba-tiba ponsel nya bergetar tanda ada panggilan masuk. Dan di sana tertera nama Dafa yang tengah menghubungi diri nya.
"Iya Halo ada apa?" Ucap nya datar.
📞"Sayang maaf malam ini aku nggak bisa pulang, teman ku sakit dan aku akan menemani nya du rumah sakit" Ucap Dafa dari balik telfon, pemuda itu berusaha memberi kabar kepada istri nya.
"Hem... terserah" Ketus Nirmala yang langsung memutuskan sambungan telfon itu secara sepihak.
Ia segera melempar gawai tipis itu ke atas nakas.
"Nggak pulang? teman sakit? apa benar begitu atau mungkin ia mulai bosan dan mencari kesenangan di luar sana?" Gumam Nirmala.
"Tapi kalau pun iya, bukan kah itu lebih baik karena dengan begitu aku tidak perlu terlalu merasa bersalah disini, kita sama-sama salah" Gumam Nirmala dengan menyisir rambut nya.
"Baiklah mungkin perlu untuk di selidiki...
__ADS_1
Bersambung...