
"Sungguh indah" Ucap Dafa dengan meraba tubuh polos itu.
"STOP FA!!" Bentak Rio yang segera menahan tangan Dafa agar tidak jadi menyentuh dada Nirmala yang saat ini tak terhalangi oleh sehelai benang pun.
Dafa menghela nafas dengan memutar bola mata nya.
"Lo sudah berjanji kalau lo nggak bakal sentuh Mala sebelum kalian sah!" Rio mengingatkan janji Dafa yang selalu ia ucap kan sebelum memesan wanita malam.
"Ok ok gue ingat kok" Ucap Dafa yang kembali menyelimuti tubuh Nirmala.
"Terus buka baju lo! dan tidur di samping Mala! Gue yang foto in" Ucap Rio, Dafa pun menuruti nya demi melancarkan aksi nya.
Cekrek!
Cekrek!
Cekrek!....
Beberapa foto yang menampilkan Nirmala dan Dafa tidur bersama pun sudah di dapat Rio.
"Coba lihat?" Tanya Dafa yang segera menyerobot ponsel yang di genggam Rio, dengan senyum semirik Dafa melihat setiap foto yang ada di layar ponsel itu.
"Eh bentar ini kurang meyakinkan" Ucap Dafa, ia segera kembali berbaring dan menindih kan setengah tubuh Nirmala di atas dada nya, dengan mengekspos punggung Nirmala yang mulus dan tertutup beberapa helai rambut.
"Cekrek!" Jepretan terakhir mampu memuaskan keinginan Dafa.
"Dah... keluar lo sekarang! Gue mau tidur!" Ucap Dafa yang segera menutup wajah nya dengan selimut tebal itu.
"Iya iya gue keluar! Tapi ingat! lo nggak boleh buka segel nya! awas aja lo sampai macem-macem!" Ancam Rio dengan mengepal kan tangan kiri nya sambil ia berjalan keluar dari kamar.
Dafa pun tak mengindahkan ancaman itu ia memeluk tubuh Nirmala dan mulai ikut terpejam sebelum Mr. J nya bangun dan bikin ulah.
...****************...
Kevin yang sedang mengikuti acara makan malam itu pun mulai memasang tampang cuek dan lengkap dengan aura yang dingin, setelah ia mendengar kata perjodohan.
"Mereka pikir, ini jaman apa?! main jodoh-jodohan, aaaaarrrggghhh tapi gue belum bisa nolak sekarang lagi" Batin Kevin geram, sungguh selera makan nya hilang seketika.
"Pah ada hal yang belum Kevin selesai kan, Kevin pamit dulu ya?" Ucap nya masih dengan tatapan yang dingin.
Sedangkan Arga tak mau tau bagaimana perasaan Kevin saay ini.
"Ok boy, semangat ya! nanti minggu depan saja acara pertunangan kalian" Ujar Arga yang langsung mendapat lirikan dari mata elang Kevin.
"Terserah papa saja!" Sahut Kevin yang langsung berjalan meninggalkan ruang VVIP itu.
Kevin berjalan menuju basement yang di ikuti oleh Nico, ketika melihat sang kakak memasuki mobil Nico dengan cepat segera masuk juga ke dalam mobil.
"Kita pulang kak?" Tanya Nico dengan melirik kakak nya yang duduk di kursi belakang.
"Hem!" Hanya itu yang Nico dapatkan dari hasil pertanyaan nya barusan, tak mau ambil pusing Nico segera menyalakan mesin mobil nya dan kemudian melaju membelah keramaian jalan raya malam itu.
__ADS_1
Sesampai nya di apartemen Kevin segera mengemasi barang-barang nya dan Nico yang sudah paham dengan abang nya itu segera memesan tiket penerbangan. Saat itu juga mereka segera terbang menuju tanah air tercinta.
...****************...
Seperti hari-hari biasa pagi ini sang surya memancarkan sinar nya menembus atmosfer bumi dengan kelembutan dan kehangatan nya.
Seorang gadis dengan berbalut selimut tebah terlihat menggeliat ia merasa berat dan sesak di bagian perut nya.
"Emmmhhh" Sedikit terganggu tidur nya gadis itu membuka mata nya dan sedikit mengerjapkan mata nya untuk beradaptasi dengan sinar terang yang menyilaukan mata.
"AAAAAAAAKKKK!!!" Teriak gadis itu dengan sangat kencang ketika melihat di samping nya ada seorang pemuda yang tengah terlelap.
"Hemmm... berisik! diam lah sebentar!" Suara serak khas bangun tidur itu keluar dari bibir si pria tampan itu.
DEG... DEG... DEG... DEG...
Jantung Nirmala kian berdegup kencang ketika ia menyadari bahwa tubuh nya saat ini tidak tertutupi pakaian.
"Apa yang telah terjadi? ada apa ini? kenapa? Aaaaaahhh!!!" Beribu pertanyaan tengah berdemo di dalam otak gadis itu dan saat ia berusaha mengingat tiba-tiba kepala nya sakit.
Dengan memegangi kepala nya Nirmala menyapukan pandangan nya ke seluruh ruangan itu mencari di mana letak kamar mandi.
Setelah menemukan nya ia pun membersihkan diri dengan kondisi nyawa yang belum terkumpul semua nya.
Setelah rapi Nirmala bercermin, dan kembali ia melihat ke arah ranjang dimana pemuda yang tidur bersama nya semalaman itu masih berbaring asik dengan dunia mimpi nya.
"Siapa dia?" Gumam Nirmala dengan melangkahkan kaki nya mendekati si pemuda itu, perlahan gadis itu menarik selimut tebal yang menutupi wajah pemuda itu.
"Nggak, nggak mungkin!" Nirmala dengan menutup wajah nya menggunakan kedua tangan ia mulai di terjang rasa takut setelah mengingat dengan jelas pagi tadi diri nya begitu polos tanpa sehelai benang, dengan mengingat itu saja Nirmala sudah mulai memastikan bahwa diri nya sudah tidak suci lagi.
Lutut dan kaki gadis itu mendadak lemas dan ia pun terduduk di atas lantai, dengan menangis tersedu.
"Ibu... Bapak... hiks... hiks... Nirmala sudah gagal menjadi gadis baik... hiks... hiks... Mala minta maaf... heumm... haaaaahhhh..." Sejenak Nirmala menghela nafas dengan air mata yang tak lagi dapat di bendung nya.
"Aku sudah tidak suci lagi hiks...hiks... hidup ku sudah tidak berguna ha... ha... haaaaa..." Gumam gadis itu tersedu dalam tangis an nya.
Dafa yang tengah asik di dalam mimpi nya pun terganggu dengan suara tangis sang gadis pujaan nya, pria itu terbangun, dengan hanya mengenakan celana Dafa turun dari ranjang dan mendekati Nirmala.
"Mala" Ucap Dafa dengan memegang pundak Nirmala. Nirmala pun dengan tatapan tajam nya menoleh kearah Dafa. Dafa melihat air mata yang membanjiri pipi mulus itu dan mengulurkan tangan nya berniat untuk menyeka nya, sungguh di lubuk hati Dafa ia tak tega melihat pujaan hati nya begitu rapuh dan hancur. Ingin rasa nya Dafa mengatakan kalau semalam tidaklah terjadi apa-apa, hanya sebatas tidur berdua saja.
Namun belum sampai kata-kata itu keluar tangan Dafa sudah lebih dulu di tepis dengan kasar oleh Nirmala PLAK!!!
"Jangan sentuh aku!" Dengan beringsut mundur Nirmala berucap.
"Mala gue... "
"Sudah tidak berguna kata maaf mu!" Sela Nirmala yang sudah mengira kalau Dafa akan mengucapkan kata maaf.
"Gue bakal tanggung jawab!" Ucap Dafa dengan mantap.
"Terserah!" Lirih Nirmala dengan beranjak dari duduk nya, gadis itu seolah kehilangan kehidupan nya, ia melangkahkan kaki nya malas, sampai terlihat ia seperti menyeret langkah kaki nya.
__ADS_1
"Mala" Sekali lagi Dafa memanggil Nirlama dengan memegang pundak gadis itu, namun lagi-lagi Nirmala menepis nya dengan sangat kasar.
"Gue bilang jangan sentuh gue!" Teriak Nirmala dengan menghadap ke arah Dafa berada.
Dafa pun segera memeluk tubuh gadis pujaan nya itu, "LEPAS! LEPAAAAAASSS! LEEEPPAAASSS!!!" Teriak Nirmala dengan berontak, namun Dafa tak mau kalah ia semakin memeluk erat tubuh gadis itu.
Sungguh Dafa pun merasa hancur menyaksikan kondisi Nirmala saat ini namun ia tak mau mundur demi melancarkan rencana nya untuk mendapatkan kekasih hati nya itu.
"BRENGSEK LO DAFA! LEPAS! LEPAS IN GUE!!" Masih berteriak dengan berontak. Nirmala pun semakin kehabisan tenaga dan pingsan, mungkin gadis itu begitu terbebani dengan kejadian pagi ini.
Dafa segera merengkuh dan menggendong Nirmala kemudian ia baringan tubuh Nirmala di atas ranjang.
"Maaf" Lirih Dafa dengan mengelus kepala Nirmala.
Drrrrtttttzzzz....
Drrrrrtttttzzzz....
Drrrrrtttttzzzzz... Ponsel Dafa bergetar tanda ada panggilan masuk.
"Halo?" Ucap Dafa setelah menggeser tombol hijau yang ada di layar nya.
📞"Semua sudah tersebar" Ucap suara dibalik telfon itu.
"Hem!" Sahut Dafa yang segera memutuskan sambungan telfon.
...****************...
Sesampai nya di Bandara Kevin segera menuju ke alamat kontrakan Nirmala dengan di antar kan Nico, adik yang selalu setia mendampingi nya.
"Ini kemana kak?" Tanya Nico yang belum pernah ke alamat itu. Namun belum sampai di kontrak kan Nirmala tiba-tiba Kevin teringat jika Nirmala hilang dan belum ketemu.
"Puter balik!" Titah nya dan Nico lagi-lagi menuruti nya.
Dengan arahan yang Kevin berikan akhir nya mereka sampai di apartemen Firza.
TOK TOK TOK!!! Kevin mengetuk pintu dengan tidak sabaran.
"Sebentar!" Terdengar sahutan dari balik pintu apartemen milik Firza itu CEKLEK!!
Pintu terbuka dan betapa terkejut nya Firza ketika ia melihat Kevin lah yang ada di depan pintu apartemen nya.
"Loh... kok... lo udah... balik?" Tanya Firza dengan terbata-bata.
"Bagaimana? sudah ketemu kah?" Bukan nya menjawab Kevin malah balik bertanya, ya tentu saja menanyakan kabar Nirmala yang menghilang.
"Em... Lihat ini" Ucap Firza dengan menunjukkan sebuah foto di layar ponsel nya, Mata Kevin membulat dan kedua alis nya mengkerut setelah melihat foto yang ada di layar ponsel Firza.
"Nggak-nggak! nggak mungkin! lacak itu! lo dapat darimana!...
Bersambung...
__ADS_1