
"Bukan urusan mu!" Ketus Nirmala yang kemudian melangkahkan kakinya menuju sofa yang ada di sebelah ranjang.
"Kau mau apa?" Tanya Dafa yang melihat Nirmala menata bantal nya di atas sofa.
"Tidur!" Ketus Nirmala yang segera membaringkan tubuh nya dan segera pula ia menelusupkan tubuh nya kedalam selimut tebal itu.
Dafa hanya bisa terdiam ternyata nikah paksa yang ia lakukan ini tidak membuahkan hasil malah membuat sang pujaan hati semakin menjauhi nya.
Perlahan Dafa berjalan mendekati gadis yang tengah bersembunyi di balik selimut tebal itu, dan ia duduk di tepi sofa.
"Mala? kau tak ingat kah? malam itu... "
"CUKUP!" Nirmala memotong pembicaraan Dafa dengan kasar gadis itu membuka selimut yang menutupi wajah nya.
"Jangan kau bahas lagi masalah malam itu! aku saja yakin a' kalau malam itu tidak lah terjadi apa-apa di antara kita!" Ujar Nirmala dengan mata yang menatap tajam ke arah Dafa.
"Maksud mu? kamu masih virgin bahkan setelah tidur dengan ku?" Tanya Dafa.
"He'em aku yakin itu, dan... dan... banyak yang bilang kalau setelah melakukan itu... akan sedikit sakit" Ucap Nirmala dengan pipi yang memerah, terasa sangat memalukan membicarakan hal intim dengan lawan jenis dan lagi kita tidak ada rasa apa-apa terhadap nya.
"Mala" Ucap Dafa dengan meraih dagu Nirmala dan menatap nya dengan intens, perlahan Dafa mendekatkan wajah nya dengan wajah Nirmala.
Namun belum sampai bibir mereka saling bertemu, Nirmala sudah lebih dulu menutup bibir Dafa menggunakan telapak tangan nya.
"Cukup a'! cukup hanya untuk malam itu saja kau merasakan nya!" Tegas Nirmala dengan merubah posisi nya menjadi duduk agar ia dapat leluasa mendorong Dafa yang hendak mengungkung nya.
"Apa salah cara yang ku gunakan ini? tapi aku tak sanggup jika melihat mu bersama laki-laki lain" Batin Dafa yang saat itu memandang sendu wajah Nirmala yang saat itu menatap nya dengan tatapan penuh kebencian.
"Baiklah aku tidak akan meninta hak ku malam ini tapi ku mohon, tidurlah di ranjang jangan di sini" Pinta Dafa dengan mengelus surai hitam yang masih basah itu.
"Tidak! mana bisa kau tidur di sofa yang sempit?" Masih dengan nada ketus nya Nirmala bertanya kepada Dafa.
"Bisa, jika itu mau mu" Ucap Dafa.
"Cih... jika mau ku kita bercerai, apa kau juga akan mengabulkan nya?!" Tantang Nirmala yang saat itu mulai muak dan tersulut emosi.
"Cukup Mala! aku sudah bersabar menghadapi mu! jangan kau pancing aku untuk melakukan hal buruk pada mu!" Ancam Dafa tepat di samping telinga Nirmala dan fi akhiri dengan dia menyisipkan rambut Nirmala kebelakang telinga gadis itu dan sekejap Dafa mengecup cuping telinga gadis itu hingga membuat sang empu nya meremang, Nirmala memejamkan mata nya menahan desiran aneh yang baru ia rasa kan.
"Aish... rasa apa ini? kenapa? bukan kah kau tidak mencintai nya? bahkan kau sangat membenci nya, semudah itu kah kau melupakan kekasih mu? haish... siapa kekasih ku? semua laki-laki sama saja! sama-sama pembohong!" Batin Nirmala yang segera mendorong tubuh Dafa agar menjauh dari nya.
__ADS_1
"Kenapa sayang? kau berusaha menolak tapi lihat lah tubuh mu yang menginginkan lebih" Ucap Dafa dengan sengaja membelai leher jenjang Nirmala dan semakin turun.
"Cukup a'!" Ucap Nirmala yang sesegera mungkin ia langsung berdiri dan berjalan ke arah ranjang, Dafa hanya tersenyum kecut melihat tingkah istri nya itu.
...****************...
Pagi hari di tengah perjalanan menuju Kemilau grup, mobil Kevin di hentikan oleh seorang pria yang sangat familiar dengan indra penglihatan nya.
"Siapa mereka kak?" Tanya Nico yang melihat wajah Kevin masih santai saja.
"Firza" Ucap Kevin yang segera turun dari mobil dan menghampiri seorang pria yang berdiri di depan mobil nya. Nico masih anteng duduk di dalam mobil sambil mengawasi kakak nya.
Di luar mobil Kevin berjalan menemui Firza,
"Mau apa? apakah ada misi yang tidak dapat lo selesaikan? atau ada masalah dengan Nirmala?" Tanya Kevin.
"Hem... benar sekali ada masalah dengan Nirmala" Ucap Firza dengan menatap mata Kevin.
"Masalah? apa dia mengetahui pertunangan gue? dan dia marah sama gue? kalau pun iya tolong lo jelasin, ini hanya sementara, lo bisa kan Vin? " Tanya Kevin dengan sangat penasaran.
"Pertama ya, dia sangat kecewa sama lo dan disaat yang sama... " Sejenak Firza menghela nafas.
"Bukan Vin, bukan itu" Ucap Firza yang melihat kekhawatiran di dalam mata Kevin. Mendengar itu Kevin sedikit merasa lega.
"Syukurlah kalau dia baik-baik saja, gue mohon jaga dia buat gue Za" Pinta Kevin.
"Tidak Vin, sudah tidak pantas buat gue menjaga wanita yang sudah menjadi istri orang, kecuali suami nya yang meminta" Jelas Firza yang membuat Kevin lebih terkejut.
"A... apa?? Nirmala... " Kevin tak sanggup mengatakan nya, dan Firza pun menganggukkan kepala nya.
"Ya laki-laki yang ada di dalam foto itu mendatangi keluarga nya dan mau bertanggung jawab" Firza mengatakan nya dengan nada yang lirih, sungguh itu pun juga berat bagi nya apalagi melihat Kevin yang saat ini tengah memikul tanggung jawab yang tidak bisa sembarangan ia tinggalkan.
"Vin? kenapa lo tak menolak perjodohan lo itu? gue yakin itu hanya akal-akalan papa lo saja untuk terus mengatur kehidupan lo" Ucap Firza, namun Kevin hanya menggelengkan kepala nya.
"Belum Za, gue belum bisa menolak semua perintah dari papa, tadi rencananya gue mau sukses menguasai Kemilau grup baru gue batalin pertunangan itu lalu gue baru bisa nikahin Nirmala, tapi ternyata perhitungan gue salah" Ucap Kevin dengan menyandarkan tubuh nya di bemper depan mobil dengan posisi kepala menengadah ke langit.
"Ya sudah, hanya itu yang mau gue sampaikan" Ucap Firza yang kemudian melangkahkan kaki nya melewati Kevin begitu saja.
Sungguh hari ini sangat lah cerah dengan sinar matahari yang menyelimuti dunia yang penuh dengan huru hara ini, namun tidak bagi Kevin, ia memulai hari nya yang penuh kabut hitam yang seolah menutupi atau bahkan akan memusnahkan semangat hidup nya.
__ADS_1
Mobil yang di kendarai Kevin pun sudah berhenti di depan pintu masuk gedung Kemilau grup.
"Kak sudah sampai" Ucap Nico yang membuyarkan lamunan Kevin, ya pemuda itu segera membuka pintu mobil nya dan berjalan dengan segera menuju ruangan nya.
Ketika ia melewati meja kerja Nirmala, sejenak ia melihat meja kosong itu dan menghampiri nya.
"Ada apa ya pak?" Tanya Mila yang melihat CEO nya itu berjalan mendekat.
"Tidak!" Ucap Kevin yang segera memalingkan wajah nya dari meja kosong itu.
Namun ia kembali menatap meja itu dan di sana tertinggal satu foto nya yang bersama Nirmala.
Di ambil nya dengan cepat foto itu dan segera Kevin melangkahkan kaki nya dengan cepat memasuki lift.
Setiba nya di dalam ruangan nya Kevin memandang foto itu dengan mata yang berkaca-kaca, di sana terlihat wajah Nirmala yang ceria dengan senyum manis nya yang selalu mampu membuat hari-hari nya bersemangat.
"Sekarang kau sudah ada yang punya, apakah aku akan melajang seumur hidup ku? aku tau kau menerima laki-laki itu pasti setelah kau merasa kecewa pada ku" Gumam Kevin dengan air mata yang mengalir membasahi pipi nya.
...****************...
Sudah hampir satu minggu Nirmala ikut Dafa pulang ke rumah nya, Dafa memperlakukan Nirmala dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang, namun masih saja Nirmala dengan sifat keras kepala yang baru-baru ini menguasai diri nya membalas perlakuan Dafa.
"Sayang makan dulu ya ini sudah malam loh" Ucap Dafa yang melihat istri nya selalu duduk termenung di balkon.
"Kau makan saja sendiri!" Ketus Nirmala tanpa melihat Dafa.
"Mala, belum cukup kah kau membenci ku?" Tanya Dafa.
"Harus kah ku jelas kan?!" Sahut Nirmala.
"Baiklah maaf, aku memang salah memaksa mu untuk menikah, jadi kata kan apa mau mu, supaya kau dapat memaafkan ku" Ucap Dafa memohon, ia duduk di lantai di depan istri nya itu.
"Terserah!" Nirmala berdiri dan meninggalkan Dafa yang masih duduk di lantai.
Dafa mengacak rambut nya sungguh ia mulai frustasi, ia seorang laki-laki yang biasa hidup dengan berganti-ganti wanita kini malah di tolak mentah-mentah bahkan setelah menikah.
"Apa yang harus aku lakukan?...
bersambung...
__ADS_1