
Berbeda dengan Kevin laki-laki itu kini berubah murung.
"Dah nggak usah ngambek, makan biar kenyang!" Ucap Nirmala.
"Apa aku kurang ganteng Yank?" Tanya Kevin, Nirmala mendengar itu pun tersedak saat minum, wanita itu tak mengira ternyata pernyataan nya mampu meruntuhkan ke PD an sang CEO Kemilau grup itu.
"Hemp... uhuk... uhuk... uhuk... " Nirmala terbatuk-batuk, ia benar-benar terkejut dengan pertanyaan Kevin.
"Hati-hati Yank, ini minum dulu" Ucap Kevin yang segera menyodorkan minuman ke mulut Nirmala.
Wanita itu pun meneguk perlahan minuman dari gelas yang Kevin berikan.
Setelah sudah baik-baik saja Kevin kembali duduk di tempat nya.
"Sudah lebih baik?" Tanya Kevin dengan penuh perhatian.
"He'em sudah kok" Sahut Nirmala, dan ia melihat Kevin minun di gelas yang sama, mendadak otak Nirmala travelling.
"Oh Astaga! apa yang aku pikirkan?!" Batin nya dengan mengalihkan pandangan nya dari Kevin.
"Ada apa? apakah nasi nya tidak enak?" Tanya Kevin yang melihat perubahan pada wajah Nirmala.
"Hah? tidak" Sahut Nirmala dengan senyum canggung nya.
Mereka pun melanjutkan makan tanpa berbicara sedikit pun, Kevin sibuk dengan pikiran apa kah diri nya kurang tampan? sedangkan Nirmala berusaha mengendalikan agar otak nya tidak travelling jauh-jauh.
Di apartemen Mia...
Gadis itu duduk di sofa sedangkan Dafa masih duduk di kursi roda nya, terlihat laki-laki itu menonton acara tv dengan santai sedangkan Mia mengotak-atik layar ponsel nya, ia terlihat serius dengan ponsel nya.
"Bagaimana dengan ini?" Tanya Mia dengan menunjukkan lingerie berwarna pink soft kepada Dafa.
"Hah? apa ini?" Tanya Dafa dengan mengerutkan alis nya.
"Ya ini, gimana dengan ini? atau nggak yang ini?" Tanya Mia dengan terus menscroll layar ponsel nya menunjukkan gambar-gambar lingerie sexy pada Dafa.
"Cukup-cukup! hentikan!" Ucap Dafa dengan menahan tangan Mia agar gadis itu tidak lagi menunjukkan baju haram itu.
"Kenapa?" Tanya Mia dengan polos nya.
"Lo tanya kenapa? Apa lo nggak takut jika terjadi sesuatu sama lo?" Tanya Dafa dengan penuh penekanan.
"Hah? maksud nya?" Tanya Mia masih tak mengerti kemana arah pembicaraan mereka.
"Oh Astaga benar kata Kevin, dia bocil yang nggak ngerti apa-apa" Gumam Dafa dengan mengusap wajah nya kasar.
"Apa? bocil? kak Kevin?" Ucap Mia dengan berpikir keras.
__ADS_1
"Oh no no no! Nggak kak, stop panggil Mia bocil, Mia ngerti kok, Mia udah besar" Ucap Mia dengan percaya diri.
"Kalau lo udah besar, harus nya lo tu mikir, bukan nya malah kasih lihat barang begituan ke cowok!" Tegas Dafa.
"Emang nya kenapa? atau jangan-jangan kakak ada rasa-rasa lain ya saat melihat lingerie nya?" Tanya Mia dengan girang, gadis itu terlihat lebih bersemangat.
"Ekhem... eng... enggak kok, siapa bilang?" Ucap Dafa dengan mengalihkan pandangan nya ke arah lain demi menutupi rasa malu nya.
"Oh enggak ya?" Ucap Mia dengan sedikit berkurang sumringah yang tadi muncul di wajah nya.
"Mia kira kak Dafa bakal ada respond dengan hanya melihat barang-barang sexy ini" Sambung Mia dengan mengerucutkan bibir nya.
"Lo pikir semudah itu? kalau buat cowok-cowok hidung belang di luar sana tu mudah, bisa langsung habis lo di terkam" Ucap Dafa dengan kembali menonton tv.
Mia terdiam sejenak gadis itu terlihat tengah berpikir dengan cara apa lagi dia harus membuat Dafa tertarik dengan diri nya.
"Oh iya ini kan cuma gambar baju nya aja, kalau aku pesan satu terus akau pakai di depan kak Dafa dia bakal bagaimana ya?" Batin Mia dengan memilih lingerie yang ada di toko online shop itu.
Di rumah sakit...
Kevin dan Nirmala sampai di rumah sakit sekitar jam delapan malam, mereka datang dengan membawa beberapa bungkus makanan.
"Pak, bu kak Firza, kalian sudah makan belum?" Tanya Nirmala yang baru saja masuk ke dalam kamar rawat Nurma.
"Belum nak, tadi ibu pikir mau nungguin kamu dulu, terus sekalian gitu" Ucap ibu Nirmala.
"Oh ya udah ini Mala beli makanan, kalian makan ya, Mala sudah makan tadi sama Kevin" Ucap Nirmala.
Beberapa hari kemudian...
Nirmala dan Dafa bertemu di pengadilan mereka baru saja selesai dengan sidang perceraian nya.
"Selamat ya La, jaga diri lo baik-baik, gue minta maaf kalau selama ini gue nggak pernah bikin lo bahagia" Ucap Dafa.
"Iya a' Mala juga minta maaf, semoga kita bisa segera menemukan kebahagian yang sesungguh nya ya" Ucap Nirmala, Dafa hanya menganggukkan kepala nya dan tersenyum.
Mereka pun berpisah di sana, Nirmala yang sekarang tidak lagi bekerja di bidang permodelan pun segera pulang ke rumah.
Sedangkan Dafa, siang ini ia ada janji untuk makan siang di apartemen Mia.
Terlihat laki-laki itu menelfon seseorang, terlihat dari tangan nya menempelkan ponsel di telinga nya.
"Halo? Mi, lo di apart sekarang?" Dafa terlihat tengah berbincang dengan seseorang yang ada di balik sambungan telfon.
"Ok kalau gitu gue langsung gas ke sana ya!" Ucap Dafa sebelum ia memutuskan sambungan telfon itu.
Dengan mengendarai motor andalan nya Dafa segera melaju membelah jalan raya untuk menuju apartemen Mia.
__ADS_1
Sesampai nya di apartemen Mia, Dafa segera melangkahkan kaki nya untuk masuk ke dalam Ceklek!!!
Iseng Dafa membuka pintu tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Loh? kok nggak di kunci? ni anak ceroboh banget sih" Gumam Dafa dengan melangkahkan kaki nya masuk.
"Mia? woy!! lo gila ya! pintu depan nggak di kunci!" Teriak Dafa dengan berjalan mendekati sofa yang ada di ruang tengah itu.
"Mia! lo di mana sih?" Teriak Dafa lagi karena tidak sedikit pun ada tanda-tanda keberadaan Mia.
" Sebentar kak Mia di ruang ganti" Terdengar suara Mia dari dalam sebuah ruangan di sana.
Karena menunggu terlalu lama dan gadis itu tak kunjung keluar Dafa pun berjalan mencari sumber suara, ia membuka kamar Mia di sana tidak ada tanda-tanda kehidupan namun dari salah satu tirai di dalam ruangan itu Dafa melihat bayangan di balik nya.
Perlahan Dafa melangkahkan kaki nya untuk mendekat dan ketika tangan nya bersiap untuk membuka tirai, dari balik tirai terlebih dahulu di sibak oleh Mia.
Kedua nya terkejut sampai mata pun tak berkedip, Dafa terkejut karena gadis di balik tirai itu ternyata Mia dengan lingerie berwarna hitam dengan paduan renda merah yang terkesan sangat sexy.
Sedangkan Mia yang sengaja ingin melihat respond Dafa pun ikut terkejut karena jujur diri nya belum mempersiapkan diri harus bergaya seperti apa di depan Dafa namun ternyata Dafa sudah ada di hadapan nya.
Dengan segera Mia membalikkan tubuh nya begitu juga Dafa.
"Ah maaf harus nya aku menunggu mu di luar sana" Ucap Dafa.
"Tidak kak, em... jadi ini rencana ku untuk menunjukkan baju ini pada mu, em... bagaimana? reaksi mu melihat ini?" Tanya Mia dengan gugup.
"Ganti pakaian mu aku tunggu di luar!" Ucap Dafa, dan itu membuat Mia sedikit kecewa ia merasa diri nya lagi-lagi gagal membantu Dafa agar move on dari masa lalu nya.
Grep!!!
Mia memeluk Dafa dari belakang, gadis itu nekat ingin mengetahui respon laki-laki di hadapan nya itu apakah benar-benar tidak tertarik dengan perempuan.
"Mia hentikan!" Ucap Dafa dengan melepaskan pelukan Mia, Dafa pun menghadap ke arah Mia.
Dengan sedikit berjinjit Mia nekat merangkul leher Dafa dan mendaratkan satu kecupan di bibir laki-laki itu.
Di kecupan yang pertaman Dafa masih berdiam diri tak ada respond apa pun namun tak mau menyerah Mia pun me****t bibir itu perlahan.
Dengan tangan Mia yang mengarahkan tangan Dafa agar ia menyentuh bagian-bagian yang menggemaskan.
Semakin lama Dafa pun mulai merespond dan semakin memperdalam ciu**n itu terlihat dari Dafa yang mulai menekan tengkuk Mia.
Dan sesekali tangan Dafa berkelana naik gunung dan turun gunung.
Mia yang awal nya senang karena berhasil pun lama-kelamaan ikut terbuai dengan belaian-belaian yang di berikan oleh Dafa.
Di tengah-tengah kehangatan kedua nya pun tiba-tiba terdengar suara yang begitu menggetarkan jantung.
__ADS_1
"Mia?! sedang apa kalian??!!!.....
Bersambung...