
"Ok gimana kalau sekarang aja?" Tanya Mia dengan semangat, gadis itu berusaha membantu Dafa agar move on dari Rio yang sudah pergi jauh.
"Sekarang? disini?" Tanya Dafa dengan mendongakkan kepala nya melihat wajah Mia.
"Hah disini? gila lo!" Sahut Mia dengan menutup wajah Dafa dengan kedua telapak tangan nya.
"Ya habis nya lo ngajak sekarang hahaha... " Sahut Dafa dengan gelak tawa.
"Nggak lah kita ke apartemen gue aja, terus cari info dulu gimana cara nya" Ucap Mia dengan mendorong kursi roda Dafa.
Mereka berdua pun kembali masuk ke dalam rumah sakit untuk berpamitan dengan keluarga Nirmala.
"Kak, pak, buk, semua nya kita duluan ya?" Ucap Mia dengan berdiri di belakang kursi roda Dafa.
"Kita? kalian?" Tanya Nirmala.
"Iya kak, lagian, sudah sore juga" Ucap Mia.
"Oh ok deh, kita antar ya?" Nirmala menawarkan tumpangan.
"Nggak usah kak makasih, lagian kak Nur nya baru aja keluar dari ruang operasi, kasihan kalau di tinggal" Ucap Mia.
"Nggak papa nak, kan ada bapak sama ibu" Ucap Ibu Nirmala yang secara tidak langsung menyetujui kalau Nirmala mengantar Dafa dan Mia.
"Iya, ada aku juga kok" Ucap Firza yang tidak mau ketinggalan.
"Oh gitu ya hehe... makasih deh kalau gitu" Mia tersenyum dengan mengucapkan terimakasih.
"Iya, ya sudah sana hati-hati di jalan, nak Kevin bawa mobil nya jangan ngebut ya" Ucap Ibu.
"Iya bu" Sahut Kevin dengan senyuman nya.
"Ya sudah kita duluan ya" Ucap Mia dengan menjabat tangan semua nya satu persatu.
Kevin dan Nirmala pun mengantarkan Mia dan juga Dafa.
Di tengah perjalanan Kevin dengan masih fokus menyetir bertanya kepada kedua nya.
"Kalian mau pulang kemana?" Tanya Kevin.
"Ke apartemen ku kak" Ucap Mia.
"Ini sudah sore Mia, Dafa akan kau apa kan?" Tanya Kevin dengan menatap Mia melewati kaca spion tengah.
"Eh nggak kok, nggak aku apa-apa in, aman aman! nanti pulang nya biar aku antar" Ucap Mia dengan sedikit gugup.
"Awas sampai Dafa kenapa-kenapa" Ucap Kevin.
"Kamu cemburu Vin? kalau Dafa ada apa-apa sama Mia?" Tanya Nirmala.
__ADS_1
"Bukan nya cemburu sayang, dia itu masih bocil, biarlah dulu dia sukses dan memperkaya diri nya sebelum terjerumus ke hal-hal yang akan merugikan" Cecar Kevin panjang lebar.
"Enak aja memperkaya diri, gini-gini aku tuh sudah kaya tau kak, emang nya kakak nggak tau siapa atasan model yang sekarang jadi kekasih mu itu" Ucap Mia dengan menyombongkan diri nya.
"Iya iya gue tau, Nirmala kemarin jadi anak buah lo, tapi tidak lagi ya! gue nggak ijin in calon istri gue di pajang dan di lihat di mana-mana!" Tegas Kevin yang membuat ke tiga penumpang lain nya terbelalak.
"Nggak adil dong!" Teriak Mia dan Nirmala bersamaan.
"No debat!" Ucap Kevin dengan memasang earphone di telinga nya untuk menghindari suara-suara cempreng para wanita-wanita yang ada di dalam mobil nya itu.
Dengan wajah yang di tekuk Nirmala dan juga Mia terpaksa diam, karena akan percuma jika mereka berbicara panjang lebar tapi lawan bicara nya sama sekali tidak mendengarkan ucapan mereka.
Akhir nya mobil pun hening, ke empat nya sibuk dengan pikiran masing-masing namun kedua wanita yang ada di dalam nya itu masih memasang wajah muram nya.
Sesampai nya di apartemen Mia...
"Di bantu in nggak?" Tanya Kevin berniat untuk membantu Mia untuk mendorong Dafa sampai ke depan pintu apartemen nya.
"Boleh"
"Nggak usah makasih!" Ucap Dafa dan Mia bersamaan dengan jawaban yang berbeda dan itu membuat Kevin menaikkan salah satu alis nya.
"Yakin nggak mau di bantuin?" Tanya Kevin sekali lagi.
"Nggak usah! makasih! kurang jelas! sudah bawa pergi jauh-jauh model gagal mu itu! biar aku cepat move on dan mencari model yang lain, oh iya dan jangan lupa bayaran untuk pemotretan kemarin cepat di kirim ke rekening ku!" Cerocos Mia, kemudian gadis itu berjalan masuk ke dalam lift yanga ada di dekat basement.
Kevin kembali masuk kedalam mobil nya dan segera melajukan mobil nya, laki-laki itu masih belum melihat atau pun mengajak berbicara Nirmala yang juga masih terdiam.
"Makan dulu, aku lapar" Ucap Kevin yang segera membuka pintu dan turun dari mobil, pria itu tak lupa untuk membukakan pintu mobil untuk Nirmala dan dengan penuh kasih sayang ia mempersilahkan wanita pujaan nya itu untuk turun dari mobil.
Nirmala yang di perlakukan manis pun akhir nya luluh hati nya dan turun dari mobil dengan tangan yang di gandeng lembut oleh tangan kekar Kevin.
"Mau makan apa?" Tanya Kevin, namun Nirmala melihat suasana warteg itu.
"Vin? ini?" Tanya Nirmala.
"Iya, kau masih ingat? dulu kita sering ke sini" Ucap Kevin dengan melihat ke sekeliling warteg pinggir jalan itu.
"Kenapa kau membawa ku ke sini?" Tanya Nirmala dengan memandang wajah Kevin yang ada di hadapan nya namun lebih tinggi dari nya.
"Aku rindu masa-masa itu sayang" Ucap Kevin dengan mencubit pelan hidung Nirmala.
Nirmala mendengar itu tersipu malu hingga pipi nya berwarna merah bak kepiting rebus, dengan menundukkan wajah nya Nirmala berusaha menyembunyikan rasa malu itu.
"Jangan berpaling" Ucap Kevin dengan mengangkat dagu Nirmala.
Hingga mata kedua nya kembali saling bertatapan.
"Maaf tuan, nyonya? mau pesan apa?" Tiba-tiba suara seorang pelayan warteg memecahkan suasana itu.
__ADS_1
Kedua nya nya sama-sama memejamkan mata dan sedikit menjauh satu sama lain.
"Ah aku mau nasi bakar seafood aja" Ucap Nirmala memecahkan kecanggungan itu.
"Ok nasi bakar seafood dua ya mb" Ucap Kevin.
"Ok silahkan duduk dulu" Ucap si pelayang warteg.
Kedua nya pun berjalan menuju tempat duduk yang sekira nya nyaman untuk makan.
"Sayang" Panggil Kevin dengan membelai pipi Nirmala.
"Hentikan Kevin! ini tempat umum" Ucap Nirmala.
"Memang nya aku melakukan apa? hayooooo... kau mulai ketagihan ya dengan sentuhan ku?" Sengaja Kevin menggoda Nirmala.
"Ih apa sih! nggak jelas!" Sewot Nirmala dengan menyembunyikan rasa malu nya.
Kedua nya pun kembali saling diam dengan ponsel masing-masing.
Nirmala tengah asik berbalas chat dengan Anggun sedangkan Kevin dengan rekan bisnis nya.
Karena hanya membahas seputar bisnis Kevin pun sudah meletakkan gawai tipis itu di atas meja dan ia melihat Nirmala yang tengah asik bersenyum-senyum ria dengan ponsel nya.
"Chatingan sama siapa? kayak nya asik banget?" Sedikit ketus Kevin bertanya.
"Hah? ini kak Anggun" Sahut Nirmala dengan menghadapkan wajah ke arah Kevin namun tatapan mata nya masih tertuju ke layar ponsel.
"Yang benar? terus kenapa sampai segitu nya memelototi hp? jawab pertanyaan saja seperti enggan memalingkan pandangan dari nya" Cibir Kevin dengan menatap tajam ke arah Nirmala.
"ASTAGA Kevin! kau ini kenapa? Nih lihat sendiri kalau nggak percaya!" Ucap Nirmala dengan menunjukkan isi layar ponsel nya yang berisi chatingan nya bersama Anggun.
"Oh chatingan sama Anggun, yakin halaman yang tadi nggak di pindah?" Masih dengan nada yang menjengkelkan bagi Nirmala Kevin berucap.
"Hah? apa sih?! ya ampun" Ucap Nirmala dengan menepuk kening nya dan mengusap wajah nya dengan kasar.
"Kenapa? kok kaya frustasi gitu? setampan apa dia?" Tanya Kevin dan itu membuat Nirmala mengerutkan kedua alis nya namun dengan mata yang membulat lebar.
Dengan mulut yang menganga Nirmala menggelengkan kepala nya pelan, ia tak habis pikir dengan apa yang terlontar dari mulut kekasih nya itu.
"Seganteng Yang Yang" Ucap Nirmala asal seketika wajah Kevin memerah menahan emosi, namun tiba-tiba pelayan datang dengan membawa makanan.
"Ini pesanan nya dua nasi bakar seafood dan lemon tea dua" Ucap pelayan itu dengan meletakan makanan nya.
"Oh ok mbak, makasih ya" Ucap Nirmala dengan senyum ceria nya dan pelayan itu membalas senyuman nya.
Berbeda dengan Kevin laki-laki itu kini berubah murung.
"Dah nggak usah ngambek, makan biar kenyang!" Ucap Nirmala.
__ADS_1
"Apa aku kurang ganteng Yank?...
Bersambung...