
Ketika ia baru saja masuk kedalam rumah sakit ia melihat sosok Nirmala berdiri di meja resepsionis.
"Mala?" Gumam Dafa dengan menghentikan langkah kaki nya, ketika gadis yang ia kira adalah istri nya itu menolehkan kepala kearah dimana Dafa berdiri pemuda itu dengan segera membalikkan tubuh nya membelakangi wanita itu.
"Mampus gue, kalau sampai dia tau gue disini sama cewek, haduh bisa makin benci dia sama gue" Gumam Dafa dengan masih membelakangi wanita yang ia pikir adalah istri nya.
Setelah beberapa menit akhir nya Dafa perlahan menolehkan kepala nya kearah wanita tadi berada, dan di sana sudah tidak ada siapa-siapa.
"Loh kemana hilang nya?" Gumam Dafa bertanya-tanya dengan celingukan.
Setelah melihat kesana-kemari dan tidak menemukan sosok wanita yang sangat mirip dengan istri nya tadi Dafa pun memutuskan untuk kembali ke dalam kamar Mia.
Disisi lain rumah sakit...
Nirmala berjalan menuju ruangan dimana Nurma atau kakak nya dirawat, di tengah perjalanan ia masih memikirkan siapa laki-laki yang sangat mirip dengan suami nya bahkan hanya terlihat punggung nya saja sudah mirip.
"Siapa dia? kenapa mirip sekali dengan postur tubuh a'Dafa?" Batin Nirmala yang berjalan di ikuti oleh Kevin.
"Bagaimana kalau sampai benar a'Dafa? gimana dong? duh kok jadi gini sih? dia lihat ya bodo amat lah mau minta cerai ya cerai aja kenapa jadi mikir banget sih?!" Batin Nirmala dengan terus berjalan, Kevin yang berjalan mengikuti nya pun merasa ada yang aneh dengan wanita pujaan nya itu.
"Kenapa? kau sakit?" Tanya Kevin dengan memegang pundak Nirmala, wanita itu sontak berhenti dan menengok ke arah Kevin.
"Hah? tidak" Sahut Nirmala yang segera melanjutkan langkah kaki nya.
Di kamar pasien Mia...
Mia masih stay di dalam toilet, gadis itu menunggu kedatangan Dafa dengan sangat sabar.
TOK TOK TOK... Suara pintu toilet itu pun di ketuk oleh seseorang dari luar.
"My lo masih di dalem kan?" Terdengar suara Dafa dari luar toilet.
"Iya kak, sebentar" Ucap Mia yang segera berjalan menuju pintu toilet dan membuka nya sedikit agar tangan nya dapat terulur ke luar.
Setelah meraih barang yang di butuhkan Mia kembali menutup pintu toilet, sedangkan Dafa berjalan menuju sofa, pemuda itu terlihat mulai merebahkan tubuh nya di sana.
"Dari pada gue penasaran, mending gue telfon aja kali ya" Gumam Dafa yang masih kepikiran sosok wanita yang sangat mirip dengan istri nya itu.
Dafa mulai mengeluarkan gawai tipis dari dalam saku celana nya dan pemuda itu mulai menscroll layar benda canggih itu kemudian menelfon nomor Nirmala.
Tuuuuuuuuuttt...
Tuuuuuuuuuuttt...
__ADS_1
Tuuuuuuuuuuttt...
Suara sambungan telfon itu sungguh memekakkan telinga namun dengan sabar Dafa tetap menunggu berharap istri tercinta nya itu akan menerima panggilan dari nya.
📞"Halo ada apa a'?" Terdengar suara yang selama ini di tunggu-tunggu nya.
"Dimana kamu?" Tanya Dafa yang berusaha biasa saja.
📞"Aku di rumah sakit, kak Nurma besok mau operasi usus buntu" Jelas Nirmala dari sambungan telfon.
"Oh ok, share lock aku akan ke sana!" Ucap Dafa yang semakin yakin jika yang ia lihat di depan tadi adalah istri nya.
📞"Tapi... "
"Jika kau tidak mengirim nya maka aku akan mencari mu!" Sela Dafa dengan hati yang mulai berdebar, pemuda itu pun segera mengakhiri panggilan nya tanpa menunggu jawaban dari Nirmala.
"Jadi apa kah sebaik itu bos nya?" Dafa masih mengingat dengan jelas seorang laki-laki dewasa berdiri di samping Nirmala ketika di meja resepsionis tadi adalah laki-laki yang sama dengan yang mengantarkan nya pulang malam itu.
Ia pun bergegas mencari ruangan di mana kakak ipar nya di rawat.
Namun baru saja ia beranjak dari duduk nya Mia keluar dari toilet dan berdiri di hadapan nya.
"Kakak mau kemana?" Tanya Mia dengan raut wajah penuh penasaran.
"Aku ikut" Ucap Mia dengan tangan yang bertengger di lengan Dafa.
"Tidak, tidak!! Ini sudah malam, kau harus tidur sekarang dan besok pagi bisa pulang" Ucap Dafa berusaha membujuk Mia.
"Tapi... "
"No! Gue nggak mau menerima alasan apa pun! pokok nya lo harus istirahat sekarang!" Ucap Dafa dengan menuntun Mia untuk menuju ranjang pasien.
Pada akhir nya Mia pun menganggukkan kepala nya tanda ia mau menuruti keinginan Dafa agar dia istirahat.
Dafa pun tersenyum dan mengelus pucuk kepala Mia kemudian berjalan meninggalkan gadis imut itu.
Mia yang menatap kepergian Dafa sampai pemuda itu hilang di balik pintu pun merasa berat.
"Duh kok gue jadi gini ya? kenapa ini? ingat Mia lo itu sudah punya calon suami jadi jangan sampai oleng ke cowok lain!" Gumam Mia.
"Tapi, ah malas sekali jika harus mengingat calon suami yang seperti gunung es itu bahkan kulkas delapan pintu pun tidak ada apa-apa nya di bandingkan dia huft... " Gerutu Mia sambil mengingat sifat Kevin yang terlampau dingin jika bersama nya.
"Ah buat apa aku harus mengingat nya, mumpung ikrar janji belum di ucapkan kenapa aku tidak bermain-main saja dulu, salah sendiri jadi orang sedingin es" Ucap Mia dengan beranjak dari ranjang nya dan berjalan menuju pintu.
__ADS_1
Di dalam kamar pasien yang lain...
Nurma tengah beristirahat dengan Firza yang duduk di samping ranjang pasien milik nya.
Sedangkan Nirmala terlihat bingung, Kevin pun berjalan mendekati nya.
"Ada apa?" Tanya nya.
"Suami ku akan kesini" Ucap Nirmala.
"Lalu apa yang membuat mu takut?" Tanya Kevin dengan santai nya.
"Kau!" Jawab Nirmala dengan jelas dan singkat.
"Aku? kenapa? apa ada yang salah dengan aku?" Tanya Kevin yang masih tidak mengerti jalan pikiran Nirmala.
"Suami ku akan berpikir apa jika melihat kau di sini?" Tanya Nirmala yang sudah terlampau pusing memikirkan alasan apa yang akan ia kata kan.
"Jawab saja aku mengantar mu, kita kebetulan keluar dari kantor bersama" Ucap Kevin.
"Lalu jika kau mengantar ku mengapa kau masih di sini?" Tanya Nirmala.
"Jadi kau mengusir ku?" Tanya Kevin.
"Bukan itu" Ucap Nirmala namun Kevin semakin memangkas jarak di antara kedua nya.
"Kalau bukan itu, apa ada maksud lain? ya mungkin ada, maksud mu kau mengusir ku secara halus, begitu?" Tanya Kevin dengan jarak wajah yang sangat dekat dengan wajah Nirmala, sampai hembusan nafas kedua nya pun saling menerpa.
"Kevin kumohon mengertilah, kau pergi lah sekarang jadi ini baru bisa di bilang real kita tak sengaja bertemu dan kau mengantar ku karena ini sejalan dengan arah rumah mu, ku mohon jangan keras kepala kali ini saja" Nirmala memohon dengan sungguh-sungguh namun Kevin seolah tak mengindahkan keinginan wanita cantik di hadapan nya itu.
Dimeja resepsionis...
Dafa terlihat tengah berbicara dengan petugas yang ada di sana, tak lama kemudian Dafa berjalan melewati lorong-lorong yang berbeda dari ruangan Mia, tanpa sepengetahuan nya seorang gadis diam-diam membuntuti nya.
"Kok pakai segala ke resepsionis sih? kata nya cuma ke ruangan sebelah? jadi gue di bohongi? ok kita lihat saja dulu" Gumam gadis itu.
Di dalam ruang rawat Nurma...
Kevin masih enggan meninggalkan Nirmala yang sedari tadi sudah memohon untuk diri nya pergi dari sana.
"Ok ok aku akan pergi, tapi kiss dulu dong" Ucap Kevin dengan menggigit bibir bawah nya, dan itu membuat Nirmala memelototkan kedua mata nya.
Kevin melihat ke arah Firza yang fokus dengan kondisi Nurma, kemudian dengan gerakan cepat Kevin meraih tengkuk Nirmala dan me****t bibir sexy itu, di saat yang bersamaan CEKLEK!!!...
__ADS_1
Bersambung...