
"Astaga Rio!!!!" Teriak Dafa dengan segera membalikkan tubuh Rio, dan benar saja belati yang ada di tangan kanan Dafa menusuk Rio.
Dengan tangan yang berlumuran darah Dafa menepuk-nepuk pipi Rio agar ia membuka mata nya.
"Rio! Rio! bangun Rio! buka mata mu ku mohon!" Dengan menangis histeris Dafa memanggil-manggil nama Rio.
Namun Rio telah kehilangan banyak darah dan tak sadarkan diri. Nirmala dan Kevin yang melihat nya pun akhir nya berjalan mendekat.
"A'Dafa sebaik nya kita bawa dia ke rumah sakit saja!" Ucap Nirmala yang membuat Dafa sejenak menghentikan isak tangis nya, ia melihat Nirmala yang ada di samping nya.
"He'em" Sahut Dafa dengan menganggukkan kepala nya.
Pada akhir nya mereka ke rumah sakit bersama menggunakan mobil Kevin.
Di rumah sakit...
Dafa sudah selesai di tangani ia harus nya istirahat di kamar pasien karena kaki nya terluka akibat peluru yang menembus kaki nya.
Namun pemuda itu malah menggunakan kursi roda dan bergegas menuju ruang operasi.
Di sana ada Kevin dan Nirmala yang berdiri di samping pintu ruang operasi.
"A'Dafa?" Lirih Nirmala yang segera beranjak dari tempat nya dan melangkahkan kaki nya untuk mendekati Dafa.
"Kenapa a'a' keluar? kan harus nya a'a' istirahat di dalam" Ucap Nirmala.
" Gue mau ngomong sama lo!" Ucap Dafa dengan menatap Nirmala.
"Ngomong?" Tanya Nirmala dengan mengerutkan alis nya.
"Iya, gue minta maaf karena sudah maksa lo nikah sama gue" Ucap Dafa dengan lirih kemudian Dafa sejenak menghela nafas.
"Nirmala? dengan ini aku menalak mu! kau kan sehat tolong urus surat cerai kita!" Ucap Dafa yang kemudian memundurkan kursi roda nya.
"Tunggu a'!" Teriak Nirmala, ia berlari kearah Dafa dan duduk di depan kursi roda milik Dafa.
"Apa lagi? dia lebih pantas untuk mu, bahkan hati mu sudah terpenuhi oleh nya, kembalilah pada nya" Ucap Dafa.
Untuk pertama kali nya Nirmala memeluk Dafa dengan tulus.
"Maaf untuk semua nya" Ucap Nirmala dengan melepaskan pelukan nya, Dafa hanya tersenyum dan membelai pipi Nirmala.
Saat itu juga dokter keluar dari ruang operasi.
"Dimana keluarga nya?" Tanya dokter, Dafa pun berusaha mendorong kursi roda nya untuk mendekati dokter, melihat Dafa yang kesulitan Kevin membantu nya untuk mendorong kursi roda itu.
__ADS_1
"Terimakasih" Lirih Dafa dengan sekilas melihat Kevin yang ada di belakang nya.
"Hem" Sahut Kevin singkat.
"Bagaimana keadaan teman saya dok?" Tanya Dafa dengan sangat menggebu.
"Maaf, kami sudah melakukan yang terbaik untuk pasien, tapi Tuhan berkehendak lain" Ucap Dokter.
"Apa maksud dokter?" Tanya Dafa dengan mengguncang tangan dokter yang ada di hadapan nya itu.
Namun dokter itu hanya terdiam, tak sabar menunggu jawaban dari dokter itu Dafa pun menggulirkan kursi roda nya untuk masuk ke dalam ruang operasi, Nirmala dan Kevin pun mengikuti nya dari belakang.
Setelah sampai di depan ranjang operasi mereka bertiga mendapati Rio yang sudah memejamkan mata nya.
"Rio? buka mata lo! bangun Yo, gue di sini, gue nggak akan ninggalin lo!" Ucap Dafa dengan air mata yang sudah membasahi pipi nya.
"A' biarkan Rio tenang di sana" Ucap Nirmala.
"Iya Bro, lagian lo juga hubungan kalian itu nggak bener" Ucap Kevin yang langsung di injak kaki nya oleh Nirmala.
"Aw sakit beib!" Bisik Kevin dengan memegang pundak Nirmala.
"Ngomong nya ya jangan ceplas-ceplos gitu dong!" Ucap Nirmala dengan suara pelan nya.
Kevin pun terdiam lalu melangkahkan kaki nya mundur beberapa langkah.
"Lalu bagaimana dengan keluarga nya nanti?" Tanya Nirmala.
"Itu biar gue yang urus" Sahut Dafa tanpa memandang Nirmala yang berdiri di belakang nya.
Diam-diam Kevin keluar dari ruangan operasi itu dan menelfon Mia.
Tuuuuuutttt...
Tuuuuuttt...
📞"Halo?" Tak perlu menunggu terlalu lama suara cempreng Mia sudah terdengar di balik sambungan telfon itu.
"Halo, kamu dimana?" Tanya Kevin dengan menjauhkan diri dari pintu ruang operasi.
📞"Aku di rumah dong kan sudah malam, bukan nya tadi kakak yang nganter aku pulang" Cerocos gadis itu dari seberang sana.
"Oh ya udah, kira-kira bisa keluar nggak kalau di jemput?" Tanya Kevin dengan segudang rencana yang terkumpul di dalam otak nya.
📞"Hah? sekarang?" Teriak Mia yang mampu memekakkan telinga Kevin, sampai laki-laki itu menjauhkan ponsel itu dari tangan nya.
__ADS_1
"Astaga! biasa aja suara nya! bisa nggak?" Ucap Kevin yang kembali mendekatkan ponsel ke telinga nya.
📞"Besok aja deh, ngantuk aku kak" Rengek Mia dengan suara manja nya.
"Lah lo mau dapetin Dafa nggak?" Tanya Kevin dengan melihat ke kanan dan kiri, memastikan Nirmala atau Dafa belum keluar dari ruang operasi.
📞"Iiiiiihhh maksa banget sih! tapi Mia bener-bener ngantuk kak, mata nggak kuat melek ini tinggal 0,5 watt" Terdengar rengekan Mia manja dari seberang sambungan telefon.
"Haish dasar manja!" Ketus Kevin yang segera memutuskan sambungan telfon nya.
Kevin melangkahkan kaki nya hendak kembali masuk ke dalam ruang operasi namun pintu ruangan itu terbuka dari dalam dan keluar lah Nirmala yang mendorong kursi roda Dafa.
"Eh kalian mau keluar?" Tanya Kevin dengan senyum kikuk nya, sebenar nya ia sedikit kaget saat hendak membuka pintu namun pintu terbuka dari dalam.
"Iya jenazah Rio akan segera di urus dan di pulang kan" Ucap Nirmala.
Mereka mengurus segala sesuatu bersama dan masalah administrasi semua dibayar oleh Kevin.
Siang hari di rumah duka...
Dafa sudah ada di rumah keluarga Rio sejak semalam sedangkan Nirmala datang bersama Kevin dan juga Mia.
"Mia?" Lirih Dafa ketika melihat Mia datang bersama Nirmala.
Dengan tatapan haru dan juga sedih melihat kondisi Dafa yang terlihat rapuh dan hancur Mia berlari dan memeluk Dafa tak perduli banyak mata yang memandang di sana.
Nirmala pun berjalan dan meraih pundak Mia dan mengajak nya untuk berdiri.
"Ayo duduk di sana, ini masih banyak orang, tidak pantas bagi seorang gadis memeluk laki-laki di tempat umum" Bisik Nirmala dengan menuntun Mia.
Awal nya Mia masih enggan meninggalkan Dafa namun akhir nya gadis itu menganggukkan kepala nya dan mengikuti langkah kaki Nirmala setelah Dafa mengelus pipi nya dan menganggukkan kepala nya.
Proses pemakaman Rio sangat cepat dan lancar Dafa kembali dar pemakaman naik mobil Kevin, Mia duduk di belakang bersama Dafa, Kevin mengajak mereka untuk makan dulu di luar namun Nirmala menolak karena ia ingin segera ke rumah sakit karena hari ini Nurma operasi, akhir nya mereka berempat pun ikut ke rumah sakit semua.
Di rumah sakit Firza terlihat duduk di samping pintu ruang operasi, ya siang itu operasi sedang di jalankan.
"Kak" Panggil Nirmala dengan berjalan mendekati Firza, reflek Firza membentangkan kedua lengan nya bersiap untuk memeluk dan menenangkan Nirmala namun dengan cepat Kevin menarik Nirmala ke dalam pelukan nya.
"No! nggak boleh peluk-peluk!" Ketus Kevin dengan memeluk Nirmala dari belakang.
"Astaga Kevin! memang nya siapa yang mau berpelukan?" Tanya Nirmala dengan mendongakkan kepala nya untuk melihat wajah Kevin.
"Dia mau memeluk mu! Lihat saja tangan nya yang terbentang siap untuk menerkam mu!" Ucap Kevin.
Nirmala menepuk kening nya setalah mendengar jawaban dari Kevin.
__ADS_1
"Dasar posesif!" Ucap Nirmala dengan melepaskan pelukan Kevin...
Bersambung...