
Dafa melihat arloji yang melingkar macho di pergelangan tangan nya dan waktu hanya tersisa sepuluh menit namun Nirmala belum juga menampakkan batang hidung nya.
"Nggak ada pilihan lain nih" Gumam Dafa.
"Ekhem... Mia, gue minta maaf ya?!" Ucap Dafa tanpa menunggu jawaban dari Mia pemuda itu segera mengangkat tubuh kecil Mia dan ia letakkan di atas jok motor nya.
"Yaaaakkk!! Kak Dafa apa-apa an ini?" Teriak Mia dengan berpegangan pada pundak Dafa agar tidak jatuh.
"Pegangan biar nggak jatuh!" Ucap Dafa yang dengan segera naik ke atas motor dan duduk di depan Mia.
"Lo mau bawa gue kemana?" Teriak Mia karena suara motor Dafa yang sangat memekakkan telinga.
"Dah lo diem aja, yang jelas lo nggak bakal kaya cewek murahan yang lagi cari job dengan cara duduk di depan pos satpam" Ucap Dafa dengan tetap fokus mengendarai motor nya.
"Enak aja kalau ngomong!" Ucap Mia dengan menepuk pundak Dafa, Dafa yang tidak terima pun dengan sengaja menginjak rem secara mendadak sampai dada Mia menabrak punggung Dafa.
Dan dengan tiba-tiba pemuda itu menarik gas nya juga melepas kopling dengan cepat sampai motor yang mereka tunggangi melesat dengan kecepatan tinggi.
Karena terkejut juga takut jatuh Mia pub melingkarkan tangan lentik nya di pinggang Dafa.
Di sisi lain...
Nirmala yang ada di dalam mobil bersama Kevin hanya terdiam, wanita itu memandang lurus ke jalanan yang ada di depan mata nya.
"Sayang?" Panggil Kevin dengan sekilas memandang Nirmala.
"Hah? apa?" Spontan Nirmala menjawab panggilan sayang dari Kevin.
"Kamu mikirin apa sih?" Tanya Kevin dengan membelai lembut surai hitam yang terurai itu.
"Ah nggak, nggak mikir apa-apa kok" Jawab Nirmala asal. Kevin berusaha mempercayai nya dengan membalas jawaban dari Nirmala hanya dengan senyuman manis nya.
"Kita mampir makan dulu ya?" Ajak Kevin yang langsung di tolak oleh Nirmala.
"Kayak nya nggak usah deh Vin, soal nya udah malem juga, terus aku nggak enak sama orang rumah" Ucap Nirmala yang menolak ajakan Kevin dengan halus.
"Ok... lain kali nggak ada penolakan" Sahut Kevin dengan mengedipkan salah satu mata nya, Nirmala yang mendapatkan perlakuan manis dari lelaki yang pernah singgah di hati nya itu seketika langsung memerah pipi nya bak buah tomat yang siap panen.
"Aku memang tampan sayang, tapi jangan kau lihat aku seperti itu, secara tidak langsung kau telah menggoda ku" Ucap Kevin dengan sekilas mencubit dagu Nirmala.
"Ekhem... memang nya siapa yang menggoda mu, PD sekali anda" Kila Nirmala dengan mengalihkan pandangan nya.
__ADS_1
Kevin hanya tersenyum dengan sesekali ia melihat ke arah wanita pujaan nya itu.
Di area balap motor...
Rio kembali dirundung gelisah, berkali-kali ia melihat arloji yang melingkar pada pergelangan tangan nya itu.
"Lima menit lagi, mana sih Dafa, kok nggak muncul-muncul, apa jangan-jangan tu anak kabur lagi" Gumam nya dengan hati yang gelisah.
"Gimana Yo? Bestie lo udah ada kabar belum?" Tanya salah seorang peserta balap motor.
"Ekhem... iya dia lagi OTW kok" Sahut Rio mencari alasan yang tepat.
"Halah palingan juga dia kabur" Sahut pembalap yang lain.
"Heh nggak mungkin lah! masa iya pacar nya yang tampan lemah gemulai ini mau di tinggal hahahaha... " Ucap pembalap yang lain lagi dan di sambung oleh gelak tawa para pembalap yang ada di arena itu.
Rio memilih untuk diam, bagi nya ocehan mereka nggak penting, yang paling penting adalah kedatangan Dafa.
Dari kejauhan mereka mendengar sayup-sayup teriakan seorang gadis dengan penuh ocehan.
"Kakak bisa nggak pelan-pelan aja! kalau jatuh sakit tau!" Suara yang sangat cempreng itu membuat semua orang yang ada di area balap motor terdiam dan saling pandang.
Mereka terdiam dan kembali mendengarkan "Pelan aja bisa nggak sih! sakit ini pinggang!" Suara itu kembali terdengar bahkan dengan sayup-sayup suara motor.
"Ah motor siapa sih ganggu pendengaran aja" Gerutu para pembalap.
"Suara cewek cok!" Ucap salah satu pembalap.
"Iya suara cewek, jangan-jangan pelecehan? kita ke sana yok!" Sahut salah satu cewek yang ada di area balap motor itu.
"Ah masa pelecehan?" Pembalap yang lain menyahuti nya.
"Kalian nggak denger tadi dia bilang pelan-pelan pinggang nya sakit" Jelas cewek yang lain.
"Eh iya kah? lah suara motor siapa sih? ganggu pendengaran banget deh!" Gerutu pembalap yang lain nya, ketika mencoba mendengarkan lagi namun malah suara motor yang semakin mendekat.
Rio hanya terdiam tak sedikit pun ia memikirkan suara teriakan itu.
"Lo dimana sih Fa!" Batin Rio dengan mencoba menghubungi nomor Dafa menggunakan ponselnya.
Suara motor itu semakin lama semakin jelas dan mendekat membuat Rio perlahan mengembangkan senyuman nya.
__ADS_1
CEKIIIIIIIIITTTTTT....
Dafa menginjak rem hingga motor nya berhenti tepat di hadapan para pembalap yang terlihat seperti menyambut diri nya.
"Makasih lo ya sudah di sambut" Ucap Dafa setelah melepas helem nya.
"Lo pikir kita nyambut lo!?!" Ketus salah satu cewek.
"Lah ini apa kalau bukan sambutan? kalian pada nungguin gue kan? sampe segitu antusias nya pada ngeliat ke arah gue datang" Ucap Dafa dengan senyum tengil nya.
"Tadi tu kita denger suara cewek, kaya teriak *pelan-pelan* gitu loh, gue sih ngira nya tu cewek korban pelecehan dan motor lo tu yang berisik banget, suara cewek nya jadi nggak kedengeran lagi deh" Gerutu salah satu cewek.
"hemp... ahahahha itu suara cewek gue hahaha..." Ucap Dafa dengan memperlihatkan kalau diri nya berhasil membawa pasangan untuk di ajak nya balapan malam itu dan berhasil membuat semua peserta pembalap itu melongo, tak terkecuali Rio, saat semua orang kesal dengan kepanikan yang sia-sia barusan, Rio berjalan mendekati Dafa.
"Fa? ini?" Tanya Rio dengan mengerutkan kedua alis nya.
"Loh? elo? jadi kalian masih sama-sama? ya ampun!" Cerocos Mia dengan menepuk kening nya.
"Bisa diem dulu nggak sih! suara lo itu bisa ngalahin suara kenalpot gue tau nggak!" Sedikit membentak, Dafa berhasil membuat Mia terdiam seribu bahasa.
"Fa? lo tau kan? tanpa gue harus berkata?" Ucap Rio dengan setengah berbisik.
"Iya gue tau kok, dia mantan gebetan gue, mantan Yo cuma mantan" Ucap Dafa menjelaskan, namun seperti nya bukan itu yang ingin Rio dengar dari Dafa.
"Bukan masalah itu" Lirih Rio dengan sekilas melihat kearah Mia yang duduk terdiam tanpa memperdulikan kedua pemuda yang tengah berdebat di hadapan nya itu.
"Lalu?" Tanya Dafa tak mengerti.
"Lo yakin mau bawa cewek modelan begini? ribet nggak ntar? ntar kalau lo kalah lo nggak dapet apa-apa dan semua nya sia-sia cok" Jelas Rio dengan menepuk pundak Dafa.
"Aman itu mah, biar gue yang urus" Ucap Dafa dengan ke PD an nya yabg tingkat dewa.
"Terserah deh" Ucap Rio dengan berlalu meninggalkan Dafa dan Mia.
"Pegangan, kita mau mulai" Ucap Dafa yang segera melajukan motor nya menuju garis start.
"Iya bawel!" Ketus Mia yang mau tak mau kembali melingkarkan kedua tangan nya di pinggang Dafa.
"*Kok gue ngerasa nyaman gini ya?...
Bersambung*...
__ADS_1