
Nirmala telihat bingung karena sungguh ia belum siap jika langsung turun ke dunia iklan. Namun dengan kebaikan Anggun membantu nya ia mengajari beberapa pose.
"Coba say kamu cat walk dulu ntar aku kasih aba-aba kamu langsung pose ya?" Ucap Anggun.
"Iya" Sahut Nirmala dengan posisi yang sudah siap berjalan.
Mereka pun mengajari Nirmala hari itu juga dan Nirmala sangatlah mudah menjiwai setiap pose nya karena memang pada dasar nya Nirmala adalah gadis yang menyukai photo shoot.
"Kak Anggun di panggil" Tiba-tiba ada seorang wanita yang memanggil anggun.
"Ok gue segera ke sana" Ucap Anggun dengan menganggukkan kepala nya.
"Kenapa kak?" Tanya Nirmala.
"Bentar ya gue ada panggilan" Ucap Anggun dengan berjalan keluar dari ruangan photo shoot.
Nirmala pun hanya menganggukkan kepala nya dengan senyum ramah nya.
"Duh ya ampun, semoga nggak kena marah lagi si Anjun" Gumam Lexi dengan menggigit ujung jari nya.
"Emang kak Lexi tau kak Anggun mau kemana?" Tanya Nirmala yang duduk di samping Lexi.
"Ya tau lah cin, sudah lama ini aku tu jadi partner nya si Anjun" Ucap Lexi.
"Oh... emang nya siapa yang manggil?" Tanya Nirmala dengan rasa penasaran yang sangat tinggi.
"Ya pasti bu Mia lah, emang nya siapa lagi yang berani mengganggu Anjun kalau bukan dia" Ucap Lexi dengan mencebikkan bibir nya.
"Tapi bukan nya bu Mia itu atasan kalian? kenapa ekspresi mu seperti itu Lex?" Tanya Nirmala.
"Iya, tapi dia tu agak gimana gitu kalau sama Anjun" Ucap Lexi.
"Gimana? gimana nya gimana?" Tanya Nirmala yang masih tidak mengerti sama sekali maksud Lexi.
"Ya gitu deh cin, soal nya di kelas Anjun ini tu jarang yang bisa sesuai dengan ekspektasi nya bu Mia" Jelas Lexi.
"Owh... gitu... terus-terus?" Nirmala meminta Lexi untuk melanjutkan cerita nya.
"Terus kamu kan sudah masuk dan menjadi satu-satu nya model dewasa di kelas kita, kita mohon kamu jangan menyerah ya cin?! aku harap kamu bisa bertahan juga berusaha ok?!" Lexi memohon dengan menepuk punggung Nirmala, Nirmala pun hanya menganggukkan kepala nya juga menampilkan senyum manis nya.
Beberapa saat kemudian...
Anggun berjalan dengan wajah yang berseri-seri, hingga membuat Nirmala dan Lexi pun terheran-heran.
"Heh lo kenapa Njun?" Tanya Lexi yang sudah sangat penasaran saat itu.
"Hehehe... lo tebak deh gue kenapa?" Dengan menaik turunkan kedua alis nya Anggun menjawab.
"Ih kebiasaan deh" Lexi merajuk, pria gemulai itu pun memalingkan wajah nya dari Anggun yang kini berjalan kian mendekat.
Nirmala hanya tertawa melihat kelakuan kedua nya, Anggun pun merangkul bahu Lexi dan sedikit memiringkan kepala nya agar ia dapat melihat wajah partner kerja nya itu.
"Ututututu tayang gemoy nya akooh marah ni cerita nya?" Ucap Anggun yang berusaha membujuk Lexi, namun Lexi tetap diam ia malah pura-pura sibuk dengan kamera yang ada di hadapan nya.
"Heleh sok sibuk anda! ya sudah Ayo say kita lanjut latihan pose nya" Ucap Anggun yang langsung menggandeng lengan Nirmala namun dengan cepat Lexi pun memegang pundak Anggun.
"Ih Anjun mah gitu, Lexi kan penasaran" Ucap Lexi dengan menampilkan wajah melas nya.
__ADS_1
"Ahhahahahhahha... ampun deh, tu muka bisa di ganti yang lain nggak? gemes gue lihat nya, kaya pengen-pengen nampol gitu pakai bogem" Sengaja Anggun menggoda Lexi dengan menampil kan kepalan tangan nya di depan wajah Lexi.
"Anjun kejam" Rengek Lexi yang kemudian berjalan mengikuti langkah Anggun yang menuju salah satu sofa.
Mereka pun duduk bertiga dan Anggun mulai menjelaskan perkara apa yang membuat diri nya sebahagia itu.
...****************...
BEBERAPA HARI KEMUDIAN
Di Kemilau grup...
Kevin tengah di pusing kan oleh produk baru yang akan segera ia luncur kan.
"Sayaaaaaaaaang?" Panggil seorang gadis yang tanpa permisi membuka pintu ruang CEO itu dan langsung berlari kearah Kevin yang duduk di kursi singgah sana nya.
"Hem... ada apa?" Dengan nada dingin nya Kevin bertanya kepada gadis yang baru masuk itu yang tak lain adalah tunangan nya.
Gadis itu dengan manja langsung duduk di pangkuan Kevin dan menyandarkan kepala nya di dada Kevin, ya gadis itu begitu mungil maka nya duduk di pangkuan Kevin saja kepala nya bisa dengan nyaman ia sandarkan di dada lelaki tampan itu.
"Jangan begitu ini di kantor!" Ucap Kevin, seketika ia teringat sosok Nirmala yang biasa menolak diri nya setiap kali ia mencumbu nya.
"iiiihhh sayang, aku kan mau curhat" Ucap gadis itu dengan manja nya yang menghentak-hentakkan kaki nya.
"Hentikan tingkah konyol mu itu! seperti anak kecil saja!" Ketus Kevin tanpa memandang sedikit mu gadis yang ada di pangkuan nya itu.
Sejenak gadis itu menghentikan tingkah konyol nya dan turun dari pangkuan Kevin, ia berdiri di samping Kevin dengan memandang Kevin.
"Ya aku memang anak kecil bahkan aku baru lulu SMA tahun kemarin! Tapi tuan CEO! tidak kah kau mau mendengar berita yang ku bawa kesini? selalu saja kau menghujat ku lebih dulu! jika kau anggap aku anak kecil, kenapa kau terima pertunangan ini?!" Omelan panjang itu berhasil membuat Kevin meletakkan pulpen nya dengan sedikit menggebrak meja.
"CUKUP MIA!! Bisa kah sedikit kau berpikir? aku ini sedang pusing mencari BA yang cocok untuk produk baru yang akan segera launching!" Hardik Kevin dengan geram nya.
"Maksud mu? bukan kah Mia Agensi isi nya anak-anak dan remaja? mana cocok mereka menjadi BA?!" Ucap Kevin dengan senyum miring nya.
"Hey! jangan salah tuan CEO! calon istri mu ini selain kecil dia juga jenius! kau tidak akan menyangka melihat model milik ku yang akan kau terima dengan senang hati juga harga mahal pasti nya" Cerocos Mia tak mau kalah.
"Ok siapa takut! bawa model mu besok, jika aku cocok dengan semua pose yang ia tampilkan maka berapa pun bayaran yang kau minta aku bayar" Ucap Kevin dengan yakin.
"Yey akhir nya, aku besok akan berhasil dengan Mia Agensi ku, ooohhh setelah sekian lama" Gumam Mia yang membuat Kevin geleng-geleng kepala, ia tak habis pikir kenapa ayah nya menjodohkan dia dengan anak bau kencur itu.
"Sudah-sudah sekarang pulang lah! aku mau ada meeting!" Ucap Kevin dengan merapikan berkas-berkas nya yang masih berserakan di atas meja.
"Ok sayang sampai berjumpa besok"
CUP! pamit Mia dengan sekilas mencium pipi Kevin setelah nya ia berjalan sambil melompat-lompat bak anak TK yang baru beli balon dan permen.
"Aaaaarrrrgghhhh bisa gila aku kalau sampai benar-benar menikah dengan nya! lihat saja tingkah konyol nya!" Gerutu Kevin dengan mengacak rambut nya.
Malam hari di dalam kamar Nirmala tengah ber vidio call dengan kedua teman baru juga partner kerja nya, ya kini yang sedang tertera di layar ponsel nya adalah wajah Anggun dan Lexi.
📞"Gimana pose nya sudah hafal kan?" Tanya Anggun.
"Sudah kok aman" Sahut Nirmala dengan mengacungkan jempol nya, dan tiba-tiba ekspresi kedua teman nya itu berubah ketika mereka melihat seorang lelaki tengah bertelanjang dada di belakang Nirmala.
"Kalian ini ke... " Ucapan Nirmala terhenti karena sepasang tangan telah lebih dulu memeluk nya.
"Telfon an sama siapa?" Suara berat itu terdengar oleh ke dua teman Nirmala.
__ADS_1
"Loh a'a' nggak pakai baju?" Tanya Nirmala terkejut dan refleks tangan nya segera memutuskan sambungan vidio call nya.
"Kok di matikan?" Tanya Dafa.
"Iiiihhh kan malu, itu dada dan perut nya kemana-mana!" Ucap Nirmala, ya malam ini Nirmala tidak marah-marah seperti biasa nya karena mood nya sedang membaik.
"Ok ok aku pakai baju dulu ya?" Ucap Dafa dengan berjalan ke arah lemari pakaian, ia sengaja menurut karena tak mau merusak mood istri nya yang sedang terlihat baik.
Drrrreettt... drrrrreeettt...
Ponsel Nirmala bergetar tanda ada pesan masuk.
"Eh ada chat dari kak Anggun" Gumam Nirmala dengan membuka isi pesan itu.
"Say besok pagi datang ke Agensi, kamu dapat job deh kayak nya soal nya ini yang nyuruh miss Mia, jangan lupa di hafalin pose-pose nya ya! see you say"
Begitulah isi pesan singkat yang dikirim oleh Anggun, Nirmala pun antara percaya tak percaya baru beberapa hari ia berlatih sudah langsung mendapat job, sungguh suasana bahagia ini membuat ia membiarkan Dafa tidur di ranjang yang sama dengan nya, mereka berdua tidur dengan dua guling yang di jadikan pembatas di antara kedua nya, Dafa pun mengerti itu karena ia tidak mau memaksa Nirmala untuk melakukan nya, di dalam hati nya pun ia mulai merasa kecanduan dengan hubungan nya yang bersama Rio, seperti malam ini ia baru saja pulang dari apartemen Rio.
Pagi hari...
Anggun terlihat mondar mandir di depan pintu ruang photo shoot, ia terlihat resah dan gelisah menunggu Nirmala yang tak kunjung datang.
"Kak Anggun?" Panggil Nirmala yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Anggun.
"OMG! kaget ni jantung!" Ucap Anggun dengan mengelus dada nya.
Setelah itu Anggun dan Lexi membawa Nirmala ke ruangan Mia.
"Pagi miss" Ucap semua nya yang membuat Mia tersenyum puas melihat Nirmala yang rapi dan modis, tentu saja itu dengan bantuan Anggun.
"Oh iya, siapa nama mu?" Tanya Mia.
"Nirmala miss" Dengan menunduk sopan Nirmala menjawab.
"Ih kampungan banget sih nama nya, aku ganti ya, nggak suka aku" Ketus Mia yang seketika merubah ekspresi wajah nya.
Nirmala mula nya tidak mau namun Anggun segera memberikan isyarat dengan menginjak kaki Nirmala, dan akhir nya gadis itu mau menuruti perintah dari atasan nya itu.
"I... iya miss" Ucap Nirmala patuh.
"Ok, kamu cantik berkilau jadi aki beri nama Berlian, bagaimana? bagus kan? OMG itu nama yang cocok buat kamu" Ucap Mia.
Sedangkan Nirmala, Anggun dan, Lexi hanya tersenyum dan menganggukkan kepala nya.
"Ok karena sudah siap kita berangkat" Ucap Mia dengan semangat 86 nya.
Mereka pun mengendarai mobil menuju sebuah perkantoran
Setiba nya di gedung perkantoran, Nirmala yang kini berubah nama menjadi Berlian pun merasakan sesuatu yang tidak asing.
"Oh ya ampun apakah aku akan kembali kesini lagi?" Batin Nirmala yang membuat jantung nya semakin berdetak lebih kencang.
Apalagi ketika ia dan semua nya berdiri di depan pintu ruang CEO.
Bayangan wajah Kevin tiba-tiba terlintas di dalam otak nya.
Ceklek!! Mia langsung membuka pintu itu tanpa permisi, merka pun masuk kedalam nya dan betapa terkejut nya Nirmala, ketika ia menatap kursi singgah sana "Dia!!!...
__ADS_1
Bersambung...