
Ceklek!! Mia langsung membuka pintu itu tanpa permisi, merka pun masuk kedalam nya dan betapa terkejut nya Nirmala, ketika ia menatap kursi singgah sana "Dia?!!" Batin Nirmala dengan mengerutkan alis nya.
"Sayang, sesuai janji ku kemarin, aku calon istri jenius mu ini, membawa model yang akan menjadi BA produk baru mu" Ucap Mia dengan berjalan dengan sedikit melompat-lompat bak anak TK yang berhasil mengerjakan sesuatu yang menyenangkan.
Kevin pun melihat ke arah Mia dengan tatapan datar nya.
"Bisa nggak itu jalan nya biasa aja!" Dengan nada yang cukup dingin Kevin menyahuti Mia.
"Iiiiiihhh lihat dulu dong, calon BA yang aku bawa, pasti sesuai dengan selera mu" Ucap Mia, Kevin pun mengalihkan pandangan nya ke arah model yang di maksud Mia, namun ketika Kevin memandang nya model wanita itu mengalihkan pandangan nya.
"Ok cukup sexy" Sahut Kevin dengan melihat calon BA itu dari ujung kaki sampai ujung kepala, hingga membuat sang model sedikit risih.
"Siapa nama mu?" Tanya Kevin, yang membuat model itu mendongakkan kepala nya untuk menatap Kevin.
"Berlian! ya nama nya Berlian" Ucap Mia dengan bangga nya.
"Aku bertanya pada nya" Ketus Kevin tanpa mengalihkan pandangan nya dari Berlian yang ada di hadapan nya.
Sungguh pandangan mata Kevin membuat sesak bagi Berlian, sampai model calon BA itu terlihat kesusahan untuk menarik nafas nya.
"Apa an coba tatapan nya, kalau emang sudah ada calon istri kenapa masih menatap ku seperti ini" Batin Berlian yang menundukkan pandangan nya.
"Heh mental tempe begitu mau menjadi Brand Ambasador produk dari Kemilau grup?!" Cetus Kevin yang malah berhasil menyalakan api di dalam hati Berlian.
"Maaf Tuan, bagaimana anda bisa menilai mental saya, sedangkan anda belum melihat kemampuan saya?" Dengan hati yang geram namun berusaha ia menahan, Berlian berucap.
"Heh, mana ada orang bermental kuat saat di pandang malah menundukkan pandangan nya" Ejek Kevin yang sengaja memancing emosi.
"Maaf Tuan, saya menundukkan pandangan ada dua alasan, yang pertama saya menjaga etika saya sebagai model yang bukan kaleng-kaleng, yang ke dua saya takut anda akan jatuh cinta dengan pandangan pertama saya, karena saya tau laki-laki itu lemah dimata" Dengan sedikit arogan Berlian menjelaskan.
Kevin terlihat menampilkan senyum miring nya, ia pun berdiri dan melangkahkan kaki nya mendekati Berlian yang kini berdiri dengan jantung yang berdegub kencang.
Jarak mereka pun semakin dekat dengan langkah Kevin yang terus mendekat, awal nya Berlian melangkahkan kaki nya mundur.
"Ayolah sayang, kau jangan menakuti nya seperti itu" Ucap Mia yang mengira kalau Kevin tengah mengetes mental Berlian.
Berlian yang mendengar ucapan Mia pun memberanikan diri untuk tetap berdiri dengan anggun dan menatap Kevin yang kini berdiri tepat di hadapan nya.
Dengan tatapan mata yang sangat mendalam Kevin memiringkan wajah nya, dan itu membuat Berlian spontan langsung berucap,
__ADS_1
"Kevin jangan seperti itu, kau akan melukai nya" Lirih Berlian yang membuat Kevin semakin yakin dengan hati nya, ia pun semakin mencondongkan kepala nya dan berbisik di samping telinga Berlian.
"Aku tau itu kau" Bisik nya dan sontak membuat Berlian mendorong dada Kevin agar menjauh tapi Kevin malah menahan nya dan kembali menatap kedua netra yang selama ini dirindukan nya itu.
"Waaaahhh kau sangat berani nona Berlian" Ucap Kevin dengan masih menggenggam kedua tangan Berlian yang masih stay di dada Kevin.
Anggun yang melihat raut wajah Berlian pun sudah dapat memastikan kalau rekan nya igu sedang tidak baik-baik saja.
"Ada apa sayang?" Ucap Mia yang berjalan mendekati kedua nya.
"Tidak ada" Ucap Kevin dengan sedikit melirik ke arah Mia.
"Jadi bagaimana? apakah model yang ku bawa ini lolos?" Tanya Mia dengan tidak sabaran.
"He'em, dia lumayan menggoda, apa kau tidak takut jika aku tergoda oleh nya?" Tanya Kevin dengan kembali memandang Berlian dan itu membuat Berlian mengerutkan kedua alis nya.
"Tidak, tidak, tidak, aku yakin kau tidak akan tergoda, karena dia sudah bersuami" Tutur Mia.
"Bersuami?" Masih dengan menatap intens Kevin mengerutkan alis nya juga. Sejenak ia menghela nafa.
"Fix dia Nirmala ku yang diam-diam menikah di belakang ku, karena kini dia masuk lagi ke kehidupan ku, aku tidak akan melepaskan mu" Batin Kevin dengan menatap raut wajah yang sudah lama ia rindukan.
Terlihat Kevin menekan tombol telfon yang ada di atas meja nya, ia pun terlihat tengah berbicara kepada seseorang yang ada di balik sambungan telfon.
"Yun masuk ke ruangan saya sekarang!" Ucap Kevin sebelum ia memutuskan panggilan tersebut.
Tak lama kemudian masuk lah seorang wanita yang tak lain adalah sekretaris Kevin yang bernama Yunita.
"Permisi pak ada apa ya?" Tanya Yunita dengan sopan.
"Tolong antar kan mereka ke studio kita" Ucap Kevin.
"Baik pak" Ucap Yunita.
"Mari ikut saya" Lanjut Yunita mengajak ketiga gadis yang ada di dalam ruangan itu. Mereka pun keluar dari ruangan Kevin dan berjalan menuju studio photo yang ada di sebelah ruang pribadi Kevin.
Di sisi lain...
"Lo yakin belum nyentuh Nirmala sedikit pun?" Tanya Rio dengan pandangan tetap fokus pada laptop yang ada di hadapan nya.
__ADS_1
"Hem gitu deh, cuma akhir-akhir ini tuh kayak dia tu lagi bagus banget mood nya" Sahut Dafa sambil menyandarkan tubuh nya di sofa.
"Ya coba aja ntar malem kalau masih bagus, lo ajak, masa iya udah tidur seranjang, lo nggak apa-apa in" Ucap Rio tanpa menolehkan wajah nya ke arah Dafa.
"Tapi lo yakin lo nggak papa?" Tanya yang membuat Rio menghentikan aktifitas nya dengan laptop nya.
"Maksud lo?" Tanya Rio dengan sedikit menolehkan kepala nya.
"Udah deh Yo, gue ngerti kok perasaan lo gimana" Ucap Dafa dengan membalas tatapan Rio.
"Haish... gue aman lah, lagian gue ngerti kok gue salah" Sahut Rio dengan mengalihkan pandangan nya.
Dafa berjalan mendekati Rio dan memeluk nya dari belakang.
"Lo emang segala nya Yo, semoga lo lekas mendapatkan pasangan yang baik" Ucap Dafa dengan melelusupkan wajah nya di ceruk leher Dafa.
"Heh... mana ada yang sebaik lo Fa" Dengan menampilkan senyum kecut nya Rio menundukkan kepala nya.
"Tapi emang hubungan kita tu udah salah dari sana nya" Lirih Rio, yang membuat Dafa mendongakkan kepala nya.
"Terus? lo mau udahan?" Tanya Dafa dengan miringkan kepala nya.
"Bukan gitu Fa" Ucap Rio dengan menggeser duduk nya dan menghadap ke arah Dafa.
Kedua nya pun kini saling beradu pandang dengan posisi tangan Dafa yang masih merangkul bahu Rio.
Malam hari sekitar jam delapan malam Berlian terlihat tengah berjalan keluar dari gerbang Kemilau grup, ia baru saja menyelesaikan pemotretan untuk sampel yang akan di koreksi sendiri oleh Kevin.
TIN... TIN... TIN...
Sebuah mobil berhenti tepat di depan Berlian, betapa terkejut nya gadis itu ketika melihat CEO utama yang keluar dari dalam mobil.
"Tidak baik seorang gadis berdiri sendiri malam-malam begini, mari saya antar" Ucap Kevin menawarkan tumpangan.
"Ah itu, kak Anggun masih ke itu... "
"Tidak ada penolakan, aku ini atasan mu, maka kau jangan coba-coba mencari alasan untuk menolak ku!....
Bersambung...
__ADS_1