
Karena tak punya alasan untuk menolak tawaran Kevin, Berlian pun menerima tawaran yang Kevin berikan.
Di tengah perjalanan, tiba-tiba Kevin menepikan mobil nya dan itu membuat Berlian mendadak panik bukan kepalang.
"Loh pak kok berhenti?" Tanya Berlian dengan memandang ke arah Kevin.
"Sebentar, seperti nya ada yang tidak beres" Ucap Kevin yang segera keluar dari mobil. Laki-laki mapan juga tampan itu tengah mengecek mobil nya dari ban depan belakang sampai kap mesin pun ia buka namun tidak satu pun terlihat ada kejanggalan.
"Bagaimana pak? apakah ada masalah dengan mobil nya?" Teriak Berlian dengan menongolkan kepala nya keluar dari jendela mobil nya.
"Hem... Tidak, aku tidak menemukan nya" Ucap Kevin yang segera menutup kap mesin yang ia buka barusan.
Kevin kembali masuk ke dalam mobil nya dan mencoba untuk menyalakan mesin mobil itu namun tetap tidak bisa, ia pun berusaha menghubungi Firza.
Sambungan telfon yang terus berdengung dan suara yang Kevin harapkan tidak kunjung terdengar di telinga nya, itu cukup membuat lelaki tampan itu frustasi.
"Aaaaarrrgghhh!! pada kemana sih di telfon nggak di angkat!" Geram nya dengan tangan yang menyugar rambut nya.
Berlian hanya bisa diam ia tak berani mengusik Kevin, yang ia tau Kevin orang yang lembut dan penyayang, bukan pemarah dan tidak sabaran seperti ini.
Di dalam apartemen Firza tengah sibuk memasak bersama Nurma di dapur, malam itu mereka berkencan untuk makan malam di apartemen Firza dengan menu masakan yang mereka masak berdua.
Kedua nya sibuk dengan peralatan dapur hingga ponsel yang sedari tadi berdering juga bergetar di meja tak terdengar oleh ke dua nya.
"Za serbet nya dimana?" Tanya Nurma ketika ia hendak mengelap sebuah piring.
"Coba cari di meja makan" Sahut Firza dengan tangan yang masih sibuk memeotong acar.
Nurma pun berjalan menuju meja makan dan di sana tepat di samping serbet ia melihat ponsel Firza yang berdering dengan nama Kevin yang tertera didalam nya.
"Za? ada telfon deh kayak nya" Ucap Nurma dengan melihat layar ponsel Firza tanpa menyentuh nya sedikit pun.
"Siapa yang telfon?" Tanya Firza yang segera melangkahkan kaki nya mendekati Nurma.
"Kevin" Ucap Nurma, sejenak gadis itu terdiam dan berpikir. Sampai Firza berdiri tepat di samping nya dan hendak meraih gawai tipis itu namun dengan cepat Nurma menahan tangan Firza dengan mencengkeram pergelangan tangan Firza.
"Tunggu!" Ucap Nurma.
"Ada apa?" Tanya Firza tak mengerti.
__ADS_1
"Kevin itu, bukan kah dia laki-laki yang mengkhianati Nirmala?" Tanya Nurma dengan memandang foto yang tertera di atas nama kontak yang ada di layar ponsel itu.
"Ah... iya" Sahut Firza dengan memandang wajah Nurma yang seketika berubah.
"Kau masih berhubungan dengan nya?" Tanya Nurma.
"Bu... bukan begitu, dia baru menghubungi ku, dia yang menghubungi ku, bukan aku" Jelas Firza dengan tergagap.
"Berati kau masih mau dia menghubungi mu!?!" Dengan mengerutkan kedua alis nya juga mengerucutkan bibir nya Nurma berucap.
"Salah lagi" Lirih Firza dengan memijat kening nya.
"Apa Za? kamu ngomong apa?" Tanya Nurma masih dengan nada tinggi nya, ditengah-tengah perdebatan mereka ponsel yang ada di atas meja itu pun semakin lama semakin bergeser ke pinggir meja.
"Nggak aku nggak ngomong" Sahut Firza dengan berusaha menyembunyikan wajah panik nya yang terciduk barusan.
"Za! aku bukan orang bodoh yang... "
PRAK!!
Belum selesai Nurma berucap, perdebatan mereka pun dihentikan oleh ponsel Firza yang jatuh dari meja dan sontak kedua nya menoleh ke arah suara.
"Yaaaaahhh jatuh kan" Ucap Firza dengan duduk jongkok meraih ponsel yang terjatuh itu.
"Gimana Za?" Tanya Nurma dengan raut wajah khawatir.
"Mati" Lirih Firza dengan wajah sedih nya.
"Maaf in aku ya, gara-gara kita berdebat barusan hp kamu jadi jatuh deh" Ucap Nurma meminta maaf.
"Nggak kok nggak papa" Masih dengan murung Firza meletakkan ponsel nya di atas meja.
"Terus kenapa masih murung? kamu marah ya sama aku?" Tanya Nurma dengan berdiri di samping Firza dan memiringkan kepala nya hingga ia melihat wajah Firza.
"Lihat ini!" Ucap Firza menunjukkan layar ponsel yang retak parah.
"Yaaaaahh terus gimana dong? aku bantu ganti ya, tapi nggak yang semahal itu" Ucap Nurma dengan berlutut di samping kaki Firza.
"Bukan masalah itu" Ucap Firza dengan memegang kedua pundak Nurma dan mengajak nya berdiri.
__ADS_1
"Lalu?" Tanya Nurma dengan sedikit mendongakkan kepala nya untuk melihat wajah Firza.
"Ini sudah malam mana dan kita belum makan kalau kita beli ponsel dulu nanti kita kelaparan, kalau kita makan dulu nanti konter nya keburu tutup" Ucap Firza.
"Ya beli ponsel nya besok kan bisa Za" Ucap Nurma dengan polos nya.
"Terus ntar kalau kamu pulang gimana? nggak bisa lihat kamu, nggak bisa denger suara mu, nggak bisa chat kamu" Tutur pemuda itu dengan wajah yang mengerucut.
"Ya ampun Za, besok pagi kan bisa kamu jemput aku, kita berpisah hanya beberapa jam aja kok" Sahut Nurma dengan menahan tawa nya.
"Iya cuma beberapa jam tapi bagi ku itu cukup lama" Lirih Firza, Nurma pun menuntun Firza agar duduk di bangku dan ia segera menyiapkan makanan di atas meja.
"Sudah-sudah sedih nya ayo makan dulu, nanti baru kita pikirkan lagi gimana cara nya" Ucap Nurma, Firza pun hanya mengangguk saja.
Disisi lain...
Setelah berusaha menghubungi Firza dan nihil tidak ada hasil Kevin memandang ke arah Berlian yang hanya diam saja di tempat nya.
"Maaf, kau takut?" Tanya Kevin dengan sedikit memiringkan kepala nya hingga raut ketakutan di wajah Berlian terlihat oleh nya.
"Maaf akhir-akhir ini setelah kehilangan kekasih ku aku sedikit gila" Ucap Kevin yang membuat Berlian balas memandang lelaki itu.
"Maksud pak Kevin?" Tanya Berlian.
"Setelah berita pernikahan mu, aku sulit mengendalikan diri ku terutama kemarahan ku" Ucap Kevin dengan mengelus pipi Berlian.
"Maaf jangan seperti ini, ini tidak baik" Ucap Berlian dengan menepis pelan tangan Kevin yang mengelus pipi nya.
"Itu yang selalu kau kata kan, itu sudah menjadi ciri khas mu Nirmala" Ucap Kevin dengan meraih dagu Berlian dan mengarahkan wajah cantik itu agar menoleh ke arah nya.
Kedua netra itu kini saling beradu pandang, di dalam sana tersirat kerinduan yang begitu mendalam dari kedua nya.
"Aku merindukan mu sayang" Ucap Kevin dengan setengah berbisik, suara serak yang kini menahan tangis agar tidak pecah itu sungguh menusuk ke dalam relung jiwa Berlian yang tak lain adalah Nirmala.
"Tapi Kevin... "
"Ssssttt jangan kau ucap kata itu, aku ingin mendengar alasan mu kenapa kau mengkhianati ku?" Dengan mata sayu yang berkaca-kaca Kevin menyela ucapan Nirmala.
Jari telunjuk yang kini menempel di benda merah kenyal nan menggoda itu membuat jantung Nirmala semakin berdetak lebih kencang.
__ADS_1
"Kau meminta alasan?...
Bersambung...