The Love Secret (Bertahan Di Tengah Kesalahan)

The Love Secret (Bertahan Di Tengah Kesalahan)
Eps. 6


__ADS_3

Di dalam pesawat...


Kevin merasa ada sesuatu yang mengganjal, Nico yang ada di samping nya pun melihat kegelisahan di raut wajah sang kakak.


"Kak? kau baik-baik saja?" Tanya Nico yang mengkhawatirkan sang kakak.


"Hem, aku baik-baik saja, kau pikir aku ini lemah!" Ketus Kevin menjawab pertanyaan Nico.


"Ya siapa tau kakak takut ketinggian gitu kan jadi keluar keringat dingin" Sahut Nico dengan senyum jahil nya yang mulai mengembang, Kevin memang dingin namun itu tak membuat Niko yang jahil itu kapok untuk selalu menggoda kakak kulkas nya itu.


"Bacot lo!" Ketus Kevin dengan menyeka keringat yang ada di dahi nya, Nico pun terkekeh melihat nya.


...****************...


Dafa dan Nirmala tengah duduk di rumah Dafa bersama kedua orang tua Dafa, malam itu juga Dafa memutuskan untuk menikahi Nirmala.


"Gue... em... aku bakal tanggung jawab atas perbuatan ku, maaf" Ucap Dafa dengan memandang wajah Nirmala yang sedari tadi tertunduk.


"Bukan masalah tanggung jawab, tapi masalah hati, Nirmala sama sekali tidak menyukai a'a', Nirmala hanya menganggap a' Dafa sebagai teman tidak lebih, dan terima kasih atas semua kebaikan kakak kepada Nirmala selama ini, pak, buk, Nirmala minta maaf ya kalau Nirmala ada salah, Nirmala permisi" Ucap gadis itu, tanpa menunggu lama Nirmala pun segera keluar dari rumah Dafa.


"Biar Dafa yang ngomong sama Nirmala buk" Ucap pria itu yang segera berdiri dan mengikuti langkah kaki Nirmala.


TOK TOK TOK...


Sengaja Dafa mengetuk pintu sebelum menerobos masuk ke dalam kontrakan Nirmala, gadis yang biasa nya polos itu pun menoleh dan menunjukkan tatapan tajam tak bersahabat.


"Buat apa kau mengetuk pintu? bukan kah tadi kau langsung nyelonong masuk saja tanpa permisi?!" Dengan nada kesal Nirmala melontarkan kata-kata itu.


"Mala dengerin gue dulu" Ucap Dafa memohon, dengan kesadaran nya yang sudah pulih tak lagi dipengaruhi alcohol pria itu duduk bersimpuh di hadapan Nirmala dengan memegang kedua tangan Nirmala. Nirmala hanya terdiam dengan mengalihkan pandangan mata nya.


"Gue minta maaf" Ucap Dafa tulus, bahkan dilihat dari mata nya terlihat pria itu sungguh tulus meminta maaf.


"Kau pikir hanya dengan kata maaf semua nya selesai!" Dengan penuh penekanan Nirmala menyahuti kata-kata Dafa, gadis itu dengan kasar menepis tangan Dafa.


Dafa hanya terdiam, sedangkan Nirmala beranjak dari tempat nya, gadis yang tengah di penuhi amarah hati nya itu melangkahkan kaki nya menuju lemari baju yang ada di kamar nya.


Dafa yang melihat nya pun khawatir kalau gadis itu akan pergi dari kontrakan nya. Sebelum Nirmala memasukkan pakaian nya kedalam koper, Dafa setengah berlari mendekati Nirmala dan menahan nya.


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Dafa dengan nada lumayan tinggi. Ya memang sifat Dafa jauh dari kata lembut.


"Aku akan pergi dari sini dan sudah semua selesai! keluarga mu juga tidak akan terkena masalah lagi, gosip tentang kita barusan lambat laun akan segera hilang terbawa angin!" Jelas Nirmala dengan suara pelan namun penuh penekanan.


"Tidak!" Dafa merebut semua baju yang ada di tangan Nirmala dan memasukkan nya kembali ke dalam lemari.


"Ok ini salah gue dan ijin in gue untuk menebus nya! dengerin gue La, gue kira gue tadi hanya mimpi, kalau pun gue sadar gue gak bakal nyentuh lo kaya tadi, Maafin gue Mala" Jelas Dafa dengan memasukkan pakaian Nirmala kedalam lemari.


"Terus lo punya hak kalau itu hanya mimpi?" Tanya Nirmala dengan menggelengkan kepala nya.


"Yang nama nya mimpikan kita nggak..."

__ADS_1


"Mau itu mimpi atau bukan! Lo nggak berhak nyentuh gue!" Sela Nirmala dengan emosi nya yang dangat tinggi.


"Mala gue... "


"PERGI DARI SINI! KELUAR!" Teriak Nirmala, namun Dafa mulai habis kesabaran nya.


"Lo lupa? ini kan kontrakan gue jadi lo nggak ada hak buat ngusir gue keluar" Dengan senyum penuh kemenangan Dafa mulai terpancing emosi nya.


"Ok ini kontrakan lo, terus lo mau apa?" Berusaha bersabar Nirmala harus main cantik.


"Gue mau lo jangan pergi dari sini, untuk malam ini gue bakal jagain lo" Ucap Dafa dengan menjatuhkan tubuh nya di ranjang milik Nirmala.


Dengan mendengus kesal Nirmala pun kembali menyimpan koper nya. Dafa mulai tersenyum melihat gadis itu mulai menurut.


"Ya udah gue ngantuk besok masih kerja, minggir lo gue mau tidur!" Menggeser tubuh Dafa dan merebahkan tubuh sexy nya di samping Dafa, dengan mata terbelalak dan jantung yang berdegub kencang Dafa melihat kelakuan Nirmala yang tiba-tiba saja berubah, "Biasa nya dia akan malu-malu, tapi ini kok... " Batin Dafa.


Setelah memastikan kalau Nirmala sudah benar-benar tertidur, Dafa pun mulai dikuasai rasa kantuk, pria itu perlahan mulai memejamkan mata nya dan berkelana di alam mimpi.


Nirmala yang mengetahui kalau pria di samping nya itu sudah berbahagia di alam mimpi nya, ia sesegera mungkin pergi dari kontrakan nya, Nirmala hanya membawa beberapa baju dan barang-barang yang memang ia perlukan.


Lolos dari rumah kontrakan Nirmala terlihat luntang lantung di jalanan, ia bingung akan pergi ke mana sedangkan besok pagi ia harus bekerja.


TIN... TIN... TIN...


Sebuah mobil berhenti ketika ia duduk di sebuah halte bus.


"Nirmala?" Seru seorang laki-laki yang baru saja memberhentikan mobil nya tepat di depan Nirmala. Turun lah laki-laki dengan setelan jas itu dari dalam mobil nya.


"Hah! siapa kamu?! jangan ganggu aku, pergi... pergi... PERGI!" Teriak Nirmala yang saat itu sungguh ketakutan.


"Ini saya Nona, Firza, coba lihat saya baik-baik, apa nona masih mengingat saya?" Ucap Firza dengan pelan penuh kesabaran.


"Firza? Kevin? kau teman nya Kevin?" Tanya Nirmala pelan, "He'em iya nona, mari saya antarkan, nona mau kemana malam-malam begini?" Firza menawarkan tumpangan.


Sejenak Nirmala berfikir mau kemana diri nya di tengah malam begini, tiba-tiba terlintas dibenak nya kalau di kota T ada kakak nya yang bekerja di sana, dan jarak dari kota T menuju kantor nya membutuhkan waktu satu setengah jam.


"Oh iya ke rumah kakak saja, toh paling tidak di sana aku bisa menenangkan diri terlebih dahulu" Batin Nirmala yang kala itu terlampau bingung mau kemana.


"Em tuan Firza, bisa minta tolong antar kan saya ke kota T" Ucap Nirmala dengan sopan.


"Mari nona dengan senang hati" Ucap Firza, mereka pun segera masuk ke dalam mobil dan Firza segera mengemudikan mobil nya membelah jalan raya menuju kota T.


Di sisi lain,


Dafa menggeliat dan mengerjap-ngerjapkan mata nya, samar-samar ia lihat jam dinding yang ada dikamar Nirmala itu.


"Em sudah jam tiga pagi" Lirih nya kemudian mata nya menyapu ke seluruh ruangan, seperti ada yang kurang tapi apa, sedikit linglung Dafa masih mengamati detail ruangan yang ia tempati, sekejap kemudian ia tersadar.


"Oh iya semalam kan gue tidur di kontrakan Nirmala" Ucap Dafa tenang, namun ketenangan itu segera sirna ketika ia mengingat sesuatu.

__ADS_1


"Tunggu! kontrakan Nirmala? terus Nirmala nya mana?" Segera Dafa bangkit dari ranjang empuk itu dan mencari Nirmala ke segala arah.


"Mala! lo di situ? Jawab gue Nirmala! Mala!" Teriak-teriak Dafa, sampai menjelang Fajar Dafa belum juga menemukan Nirmala.


Pada akhir nya ia pun menyerah, "Baiklah kau memilih kabur maka, gue yang akan mengejar lo!" Dengan penuh amarah Dafa kembali kedalam rumah nya.


Di sebuah apartemen...


"Hoaaaamm... " Nirmala baru saja bangun dari tidur nya, ia mengucek-ngucek mata nya untuk mengadaptasi kan dengan lembut nya sinar sang surya yang berhasil menembus tirai jendela kamar yang di tempati Nirmala.


"Em... " Menyapukan pandangan ke seluruh ruangan.


"Dimana ini? kok bukan rumah kak Nurma" Nirmala segera beranjak dari ranjang nya dan melangkahkan kaki nya menuju pintu keluar kamar.


Baru saja gadis itu keluar dari kamar nya ia telah di sambut oleh suara orang yang tengah memasak dan juga bau-bau yang membuat cacing di perut meronta meminta untuk di beri asupan.


"Hemmm... " Menghirup dalam-dalam aroma yang manusuk hidung dan mengusik perut, Nirmala mencari sumber bau-bauan itu.


"Nona sudah bangun?" Terdengar suara seorang laki-laki yang tengah sibuk memasak.


"Firza? kamu bisa masak?" Tanya Nirmala yang berjalan mendekat berusaha membantu nya.


"He'em sedikit" Sahut Firza dingin.


"Em... apa yang bisa Mala bantu" Ucap Nirmala dengan meraih pisau dapur dan berusaha mengupas wortel.


"Stop nona! biar saya saja, jika sampai terjadi sesuatu dengan nona pasti akan ada yang marah" Seru Firza yang langsung merebut pisau dari Firza.


"Em Kevin maksud mu?" Ucap Nirmala dengan merasa bersalah mengingat bibir nya sudah dicuri oleh Dafa semalam.


"Hem... silahkan duduk nona" Perintah Firza membuat Nirmala menurut dan duduk dengan anteng.


Tak sampai lima menit Firza sudah menata makanan di meja makan.


"Selamat makan nona" Ucap Firza, Nirmala hanya mengangguk kan kepala nya, mereka pun sarapan bersama.


Nirmala berangkat kerja di antar oleh Firza menggunakan mobil nya.


"Oh iya Za kok bisa aku nyampe di apartemen kamu?" Ucap Nirmala di tenga perjalanan.


"Ekhem... itu saya minta maaf karena semalam belum sampai lima belas menit perjalanan nona Nirmala sudah tidur dan saya tidak tau kota T yang anda tuju alamat nya dimana, maaf atas kelancangan saya, saya hanya tidak tega melihat nona seperti nya sangat kelelahan" Jelas Firza.


Nirmala pun menganggukkan kepala nya mencoba mengerti, tak mungkinlah Firza melakukan hal buruk karena Nirmala tau kalau Firza tak mungkin mengkhianati Kevin.


Mobil yang mereka kendarai pun berhenti di sebuah gedung besar, "Sudah sampai nona, nanti pulang saya jemput, karena barang-barang nona masih di apartemen saya" Ucap Firza.


"He'em baiklah, makasih ya Za" Ucap Nirmala sambil melempar senyum manis nya.


"Tidak masalah nona" Firza yang dingin dan kaku pun ikut tersenyum diperlakukan hangat oleh Nirmala.

__ADS_1


Setelah Nirmala masuk kedalam area perkantoran Firza pun segera menginjak pedal gas nya dan melaju menuju markas Black Shadow...


bersambung...


__ADS_2