
Anggun yang tengah membereskan barang-barang juga gaun-gaun pun lagi-lagi mendengar suara aneh.
Ia mulai curiga jangan-jangan Nirmala kenapa-kenapa, begitulah isi pikiran Anggun, ia segera berjalan mendekati pintu ruang ganti namun baru saja ia memegang handel pintu tiba-tiba ponsel nya berdering tanda ada panggilan masuk, ia pun mengurungkan niat nya untuk membuka pintu kamar ganti itu, dengan langkah yang mulai menjauh Anggun terdengar anggun mulai berbicara dengan seseorang yang ada di balik sambungan telfon nya.
Hari mulai malam, Kevin dan Nirmala yang mengakhiri kegiatan nya pun berencana untuk pulang.
"Aku antar ya?" Kevin menawarkan tumpangan.
"Calon istri mu mau kau kemana kan?" Tanya Nirmala dengan nada mencibir.
"Apa kau masih kurang puas dengan yang tadi? apa mau aku masukkan di sini?" Bisik Kevin dengan mendekatkan wajah nya ke wajah Nirmala.
"Iiiiihhh dasar mesum!" Ucap Nirmala dengan mendorong dada Kevin.
"Kamu yang mulai" Ucap Kevin datar.
"Apa?" Tanya Nirmala yang seolah tak mau mengakui kalau barusan kata-kata nya telah merusak mood Kevin.
"Jangan sebut-sebut dia, jika kita hanya berdua! aku sudah cukup muak dengan kehidupan ku yang tak bisa ku kendalikan sendiri" Ucap Kevin yang kemudian ia segera berjalan keluar dari ruangan itu, Nirmala terdiam mendengar kata-kata barusan.
"Kevin! tunggu!" Teriak Nirmala dengan sedikit berlari.
Kevin berhenti dengan sedikit menolehkan kepala nya, sedikit tersungging senyum di sudut bibir nya melihat wanita pujaan hati nya itu berlari ke arah nya.
"Maaf untuk yang tadi, aku belum bisa memahami kondisi hati mu" Ucap Nirmala setelah ia sampai di hadapan Kevin.
"Tak apa, mungkin sudah jalan takdir ku" Dengan senyum simpul Kevin menjawab ucapan Nirmala, mereka pun berjalan menuju basemen.
Di basemen Mia terlihat berdiri dengan wajah yang celingukan gadis itu mencari sosok kekasih nya yang tadi nya ia ingin pulang bersama.
"Kok kak Kevin nggak datang-datang ya?" Gumam nya dengan melihat ke sana-kemari.
"Coba tanya pak satpam di depan aja deh" Gumam nya lagi dengan langkah kecil yang mulai berjalan menuju pos satpam.
Sesampai nya di pos satpam Mia tak mendapati satu orang pun yang berjaga di sana.
__ADS_1
"Kok kosong? kan harus nya jam segini masih ada dong" Gumam Mia dengan nada sedikit jengkel.
Tak mau kembali ke basemen Mia pun memutuskan untuk duduk di pos satpam.
"Dahlah nunggu di sini aja" Gumam nya dengan mengeluarkan gawai tipis nya dari dalam tas kecil nya, untuk sejenak mengusir rasa bosan Mia memainkan game online di ponsel nya.
Di sisi lain...
Dafa terlihat sudah siap meluncur ke area balap motor, pemuda itu segera menarik gas nya dan melesat menuju lokasi.
Di lokasi balap motor, Rio terlihat sangat cemas karena di sana semua peserta membawa seorang gadis yang di bonceng di belakang nya.
"Duh Fa Fa!! Lo kemana aja sih kok belum sampai juga, malah info dari chat gue belum lo buka lagi" Gerutu Rio yang saat itu tengah menunggu sahabat juga kekasih nya itu.
Tidak sampai lima belas menit Motor Dafa sampai di area balap motor, ia berhenti tepat di depan Rio.
"Ssstt ssstt cowok" Sengaja Dafa menggoda Rio dengan menoel dagu pemuda itu.
"Ih lo kemana aja sih?" Ketus Rio yang tidak ramah seperti biasa nya.
"Lo merem apa nggak melek sih Fa! lo nggak lihat itu mereka semua pada bawa cewek!" Ucap Rio dengan menunjuk semua peserta.
Dafa pun akhir nya baru paham dengan alasan kenapa ekspresi Rio berubah, sejenak pemuda itu berpikir, siapa yang mau di bonceng nya.
"Hoe Fa! Lo nggak ada cewek ya? kok sendirian?" Teriak salah satu cowok yang selalu saja menjadi rival nya Dafa dalam balap motor.
"Eh Yon lo pikir Dafa bakal punya cewek? dia kan suka nya sama Rio, kemana-mana aja sama Rio, makan kalau nggak ada Rio mana kenyang dia ahahhahaha.... " Sahut salah seorang pembalap yang lain, sungguh di buat malu Dafa dan Rio saat ini.
"Lo ajak istri lo gih!" Bisik Rio, namun Dafa malah mengerutkan alis nya.
"Lo pikir dia mau?" Dafa balik berbisik.
"Paksa lah, dia belum pulang kerja kan? jemput aja, terus bawa kesini!" Ucap Rio dengan suara lirih nya, awal nya Dafa tidak yakin dengan ide gila Rio saat itu.
"Ya dari pada lo di diskualifikasi, orang gue juga baru tau kalau balapan malam ini harus bawa cewek" Ucap Rio.
__ADS_1
"Ok, tunggu gue 30 menit" Ucap Dafa yang dengan segera meluncur mencari keberadaan Nirmala dengan bermodalkan aplikasi pelacak ponsel.
Setelah hampir lima belas menit perjalanan...
"Loh kok Kemilau grup?" Otak Dafa saat itu berpikir yang tidak-tidak.
Namun pikiran itu hilang begitu saja ketika ia mendapati seorang gadis yang duduk sendiri di pos satpam.
Dengan segera Dafa memarkirkan motor nya tepat di depan gadis itu.
"Ma... loh Mia? ngapain lo di sini?" Ucap Dafa yang tadi nya mengira kalau gadis itu adalah istri nya.
"Loh Kak Dafa? kakak ngapain disini? kakak ngikutin Mia ya? masih belum bisa move on dari Mia kan? ngaku aja deh lagian hubungan kita sudah lama kandas kok masih ngikutin Mia terus!" Cerocos gadis mungil itu dengan satu kali tarik nafas.
"Enak aja ngikutin lo, gue kesini tu mau jemput istri gue!" Ucap Dafa dengan jujur.
"Hah? istri? ahahhahaha... ngehalu aja terooosss!! istri? di Kemilau grup? duh asli ni orang lama-lama gak jelas! kakak pikir cewek di Kemilau grup ini cewek bego yang mau nikah sama Mahasiswa abadi kaya kakak?" Cibir Mia dengan kedua tangan yang berkacak pinggang. Kedua nya asik berdebat sampai ada mobil yang keluar dari gerbang kantor pun mereka tak menyadari nya.
Dafa hanya melongo dengan mulut yang menganga mendengar diri nya di remehkan oleh mantan gebetan nya itu.
"Eh Mia lo kalau masih suka sama gue bilang dong jangan ngomong gitu, ntar kalau lo tau gue beneran udah nikah, nangis lagi lo" Ucap Dafa berusaha membela diri.
"Hah? masih suka? apaan? ya nggak lah! gue juga bentar lagi bakal nikah" Tutur Mia dengan lantang nya.
"Heh, siapa juga yang mau sama cewek rempong cerewet gak guna kaya lo!" Cibir Dafa dengan senyum miring nya.
"Enak aja kalau ngomong! calon suami gue tu CEO utama Kemilau grup ini tau! jadi lo di atas tanah kekuasaan calon suami gue, jangan macem-macem lo! gue tepak ntar!" Cerocos Mia dengan menggebu.
Dafa melihat arloji yang melingkar macho di pergelangan tangan nya dan waktu hanya tersisa sepuluh menit namun Nirmala belum juga menampakkan batang hidung nya.
"Nggak ada pilihan lain nih" Gumam Dafa.
"Ekhem... Mia, gue minta maaf ya...
Bersambung...
__ADS_1