The Love Secret (Bertahan Di Tengah Kesalahan)

The Love Secret (Bertahan Di Tengah Kesalahan)
Eps. 43


__ADS_3

Di kediaman Arga terlihat laki-laki berumur setengah abad itu tengah berbincang dengan seseorang di seberang telfon sana.


"Yang benar saja kamu? awas jika sampai salah! bisa kau kirimkan foto nya sekarang?" Ucap Arga dengan nada yang berapi-api dengan lawan bicara nya yang ada di seberang sambungan telfon.


📞 "Baik tuan, tunggu sebentar saya kirim" Sahut orang yang ada di sambungan telfon.



*Ini tuan, tapi itu foto beberapa hari yang lalu di kantor tuan, dan tadi seperti nya tuan muda keluar dari rumah sakit juga bersama wanita itu*


Begitulah isi pesan yang dikirimkan oleh body guard Arga yang selama ini diam-diam mengawasi gerak gerik Kevin.


"Baik lah terimakasih" Ucap Arga yang langsung menutup sambungan telfon itu secara sepihak.


"Anak kurang ajar!" Geram Arga dengan meremas ponsel yang ada di genggaman nya yang layar nya masih menampilkan foto putra sulung nya bersama wanita lain.


Drrrrttttzzzz...drrrrrttttzzzz... drrrrttttzzz...


Tiba-tiba ponsel Arga berdering dan di sana tertera nama Rangga yang tengah melakukan panggilan.


Dengan segera Arga menggeser tombol hijau yang ada di layar ponsel nya.


"Halo Pak Rangga? ada apa?" Ucap Arga dengan hati dag dig dug, ia berprasangka apakah foto barusan sudah sampai ke pada Rangga, tapi bukan kah foto tadi hanya body guard ku ya tau, ah semoga Rangga tidak membicarakan tentang Kevin.


Begitulah sekira nya isi pikiran Arga ketika Rangga yang menelfon nya tak kunjung bersuara.


"Halo Pak Rangga?" Ucap Arga sekali lagi memastikan apakah Rangga masih ada di seberang sana.


📞"Ah iya pak Arga maaf, pak Arga ada sesuatu yang mungkin harus kita bicarakan, bisakah kita bertemu sekarang? dan jangan lupa ajak nak Kevin" Ucap Rangga di seberang telfon sana.


"Oh bisa-bisa, kok mendadak sekali kira-kira ada hal penting apa ya?" Tanya Arga yang mulai berpikir yang tidak-tidak.


📞"Ya ini menyangkut perjodohan anak-anak kita, supaya tidak terjadi ke salah pahaman kita bahas saat bertemu nanti, oh iya nak Kevin juga suruh ajak kekasih nya" Ucap Rangga dengan suara berwibawa nya, namun itu membuat Arga membelalakkan kedua mata nya.


"Jadi benar rumor yang beredar, kalau bocah itu nyeleweng, awas saja nanti kalau sampai dia mencoreng muka ku, akan ku cabut semua fasilitas yang pernah ku berikan!" Batin Arga dengan masih menempelkan ponsel di telinga nya.


📞"Jangan kaget pak, anak muda memang kadang punya keinginannya sediri, di sini tidak hanya nak Kevin yang salah kita sebagai orang tua pun juga salah, aduh saya malah terlalu banyak bicara, ya sudah begitu saja, sampai bertemu nanti ya pak ya?" Terdengar suara Rangga hendak mengakhiri panggilan nya.


"Oh iya pak siap" Sahut Arga yang kemudian sambungan telfon itu di akhiri oleh Rangga.

__ADS_1


Setelah sambungan telfon terputus dengan segera Arga menghubungi nomor Kevin.


Tuuuuuuuttt... tuuuuuuuttt... tuuuuuuuuuttt...


Suara dengung sambungan telfon itu berbunyi sangat lah lama, hingga membuat Arga bolak balik melihat layar ponsel nya dan kembali menempelkan nya di telinga.


"Kemana bocah itu? kenapa angkat telefon saja dia lama sekali, awas saja jika sampai sedang bermain-main dengan wanita itu!" Geram nya yang kembali melihat layar ponsel nya.


Tak lama kemudian Terdengar suara Kevin dari balik sambungan telfon, dengan segera Arga menempelkan gawai tipis itu di telinga nya.


📞"Halo pah? ada apa?" Tanya Kevin tanpa basa-basi dari seberang sana.


"Sekarang papa tunggu di Cafe pelangi, dan bawa wanita yang bersama mu saat ini!" Tegas dan jelas juga tanpa menunggu jawaban dari Kevin, Arga sudah mengakhiri panggilan nya.


Setelah mengakhiri panggilan itu Arga berjalan menuju garasi mobil nya untuk segera berangkat menuju tempat tujuan.


Di Cafe pelangi...


Di Sana terlihat Keluarga Rangga lengkap dengan Mia dan juga Dafa yang malam itu memang di ajak langsung oleh Rangga.


Dari kejauhan Arga berjalan mendekati meja yang sudah di pesan oleh mereka untuk pertemuan dua keluarga malam ini.


"Belum pak Arga, silahkan duduk silahkan duduk jangan sungkan" Ucap Rangga yang melihat seperti nya Arga sedikit tidak enak dengan apa yang di perbuat oleh putra sulung nya.


Arga hanya mengangguk dengan tersenyum dan kemudian ia duduk di salah satu kursi yang masih kosong.


"Oh iya, pak Arga kenal kan ini Dafa kekasih Mia, jadi di sini bukan nak Kevin atau pun anak-anak kita yang salah, setelah saya pikir-pikir perjodohan tidak lah baik untuk kebahagiaan masa depan mereka, untuk persahabatan kita, itu kan urusan kita, anak-anak pasti nya punya perasaan dan hati masing-masing" Ucap Rangga setelah Arga duduk di kursi nya.


"Jadi?... " Belum selesai Arga mengucapkan pertanyaan nya Kevin bersama dengan Nirmala tiba di sana.


"Selamat malam semua nya" Sapa Kevin dengan tetap menampilkan senyum wibawa nya sedangkan Nirmala merasa kikuk dengan suasana itu.


Apa lagi ketika sorot mata nya bertemu dengan sorot tajam milik Arga.


"Oh selamat datang nak Kevin, silahkan duduk silahkan duduk" Ucap Rangga dengan hangat nya menyambut Kevin dan juga Nirmala, sepasang kekasih itu pun tak lupa untuk menjabat tangan semua nya.


Nirmala dan juga Kevin terkejut ketika mendapati Dafa pun juga ada di sana, prasangka buruk pun semakin menguasai diri nya.


"Jadi lebih baik... "

__ADS_1


"Permisi ini pesanan nya" Ucap seorang pelayan yang meletakkan beberapa makan.


"Iya letakkan semua nya dan pergilah!" Ketus Arga dengan tatapan yang tak sedap di pandang.


"Santai saja pak Arga, lagi pula di sini kita hanya akan meluruskan permasalahan perjodohan ini bukan?" Ucap Rangga dengan berusaha mencairkan suasana malam itu.


"Nah itu pak Rangga, di sini saya minta maaf karena kelakuan bejat anak saya..."


"Tidak pak, di sini kita sebagai orang tua juga bersalah karena dari awal kita tidak pernah meminta penjelasan dari anak-anak kita, apakah mereka sudah punya kekasih masing-masing atau belum, kita hanya asal merencanakan nya saja" Sela Rangga namun tetap menjaga kesopanan.


"Sungguh saya merasa tidak enak sama pak Rangga, anda sudah berbesar hati menerima semua ini" Ucap Arga dengan menundukkan wajah nya, mungkin ia merasa malu.


"Tidak tidak tidak, jangan seperti itu, kau lihat dia, pemuda di sana?" Ucap Rangga dengan menunjuk ke arah Dafa, semua melihat ke arah Dafa termasuk Arga dan Dafa tersenyum sopan kepada semua nya.


"Mia ternyata menyukai pemuda itu dan atas nama Mia saya minta maaf, karena Mia sudah mengkhianati nak Kevin" Ucap Rangga tanpa mengurangi sedikit pun rasa hormat nya.


"Jadi?" Tanya Arga.


"Ya anak-anak kita ini pura-pura bahagia di hadapan kita para orang tua yang egois" Jelas Rangga.


"Tapi bagaimana persahabatan kita?" Tanya Arga.


"Tidak masalah, yang bersahabatkan kita, tak perlu kita menyangkut pautkan anak-anak kita, toh mereka juga bisa berteman" Ujar Rangga dengan tersenyum.


"Baiklah, jadi rencana pernikahan kita batalkan? dan membiarkan mereka hidup dengan pilihan masing-masing?" Tanya Arga, dan mendapatan senyuman dari Rangga.


"Iya begitu saja, jadi kita tidak terbebani, oh iya nak Kevin kok tidak di kenalkan itu calon nya apa adik nya?" Sengaja Rangga menggoda agar suasana tidak begitu tegang.


Nirmala yang merasa tersentil pun tersenyum malu dan melihat ke arah Kevin.


"Hehe... pak Rangga ini bisa saja, pertama-tama saya akan mengucapkan terimakasih kepada para orang tua karena telah mengerti dan menuruti kemauan kita para anak muda, iya ini kekasih saya, sama hal nya dengan Mia yang mencintai Dafa, kita pun juga saling mencintai" Ucap Kevin dengan merangkul bahu Nirmala.


"Nama nya adalah Nirmala" Sambung Kevin dan Nirmala tersenyum sopan kepada semua nya.


"Nirmala, nama nya cantik kaya orang nya" Goda Rangga dengan tawa renyah nya.


"Dia calon menantu saya pak Rangga...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2