The Love Secret (Bertahan Di Tengah Kesalahan)

The Love Secret (Bertahan Di Tengah Kesalahan)
Eps. 28


__ADS_3

"Nggak pulang? teman sakit? apa benar begitu atau mungkin ia mulai bosan dan mencari kesenangan di luar sana?" Gumam Nirmala.


"Tapi kalau pun iya, bukan kah itu lebih baik karena dengan begitu aku tidak perlu terlalu merasa bersalah disini, kita sama-sama salah" Gumam Nirmala dengan menyisir rambut nya.


"Baiklah mungkin perlu untuk di selidiki" Gumam Nirmala sebelum ia meninggalkan meja rias nya.


Di rumah sakit pagi hari...


Dafa tidur dengan duduk di kursi yang ada di samping ranjang pasien, dengan posisi kepala ia telungkupkan di samping tangan Mia.


"Engh... " Mia tersadar dari pingsan nya yang lumayan panjang, gadis itu mengerjap-ngerjap kan mata nya dan melihat ke sekeliling ruangan yang ia tempati itu.


"Dimana ini? kok bau-bau obat? apa aku masuk rumah sakit? apa semalam kecelakaan? apa aku lupa tidak berpegangan dan terjatuh dari atas motor?" Segudang pertanyaan memenuhi otak kecil Mia sampai pada akhir nya gadis itu melihat di sebelah tangan kanan nya terlihat seorang laki-laki yang tengah asik di alam mimpi nya.


Perlahan Mia mengelus kepala pemuda itu hingga membuat si empu nya terbangun dari tidur nya.


"Eh sudah sadar?" Dengan suara serak khas orang bangun tidur Dafa bertanya kepada Mia.


"Eh... iya" Sahut Mia dengan segera meletakkan tangan nya di perut nya, sungguh gadis itu merasa terciduk.


"Bagaimana keadaan mu?" Tanya Dafa dengan membenarkan posisi duduk nya.


"Sudah lebih baik" Sahut Mia asal.


Tok Tok Tok...


Terdengar suara pintu di ketuk yang membuat kedua insan itu menoleh ke arah pintu.


CEKLEK!!


Pintu terbuka dan munculah seorang perawat dengan membawa sarapan pagi untuk pasien.


"Selamat pagi Nyonya, Tuan, saat nya sarapan dan minum obat" Sapa sang perawat wanita itu.


"Pagi sus" Sahut kedua nya bersamaan, kemudian mereka saling tatap.


"Ya ampun kalau masih muda mah gitu ya, apa dikit pandang-pandangan, apa dikit keliatan so sweet, iiiihhh saya jadi gemes deh sama kalian" Ucap perawat yang dengan santai nya meletakkan nampan yang berisi makanan di nakas.


Mia dan Dafa hanya tersenyum kikuk mendengar penuturan dari sang perawat, setelah perawat keluar dari ruang rawat Mia, Dafa dan Mia pun saling tatap dan kemudian dengan bersamaan mereka mengalihkan pandangan masing-masing.


"Duh kok malah jadi canggung gini sih?" Batin Dafa dengan mengusap wajah nya.


"Iiiiihhh semua salah suster tadi, pokok nya salah suster tadi, kan kak Dafa jadi diem gini, duh malah aku ngerasa gimana gitu" Batin Mia dengan memainkan kedua telunjuk nya, sesekali gadis itu melirik ke arah Dafa yang masih terdiam di samping nya.


"Ekhem... kamu sarapan dulu gih terus minum obat" Ucap Dafa dengan meraih piring yang ada di nakas dan memberikan nya kepada Mia.

__ADS_1


Karena Mia masih terdiam dan tidak merespon sama sekali Dafa pun menyendokkan nasi juga lauk nya dan mengarahkan sendok yang sudah berisi lengkap itu ke depan mulut Mia.


"Aaaaakkk ayo buka mulut mu!!" Ucap Dafa seperti seorang ibu yang menyuapi anak nya.


Dengan senyum malu-malu juga canggung yang melanda hati, Mia pun mau menerima suapan demi suapan dari Dafa.


Di kantor Kemilau grup...


Anggun yang sudah siap di studio photo, ia menyiapkan alat-alat yang akan di gunakan oleh sang model.


"Hai kak! sudah lama? maaf ya tadi jalanan macet" Ucap Nirmala yang baru saja datang.


"Hai La eh Berlian, hahaha belum kok, sampe salah sebut aku, nanti kedengeran mak rempong bisa panjang urusan nya" Sahut Anggun dengan tawa nya, Nirmala pun ikut tertawa dengan menggeleng-gelengkan kepala nya pelan.


"Ih nggak boleh gitu tau kak! hehehe... " Ucap Nirmala dengan menepuk bahu Anggun pelan.


"Oh iya say, kemarin kamu kok lama terus maaf kamu di apa in sama pak Kevin?" Tanya Anggun dengan berbisik.


Nirmala pun terkejut dan melihat ke sisi kanan dan kiri memastikan tidak ada orang lain selain mereka berdua.


"Berati beneran semalam kakak masih disini?" Nirmala balik bertanya.


"Iya mak rempong juga dia sempat kesini mencari pak Kevin, tapi dia keburu pergi" Ucap anggun.


"Hah? Jadi kamu di lecehin say?" Tanya Anggun, namun dengan cepat Nirmala segera membungkam mulut Anggun.


"Sssssttt jangan kenceng-kenceng!" Bisik Nirmala dengan masih membungkam mulut Anggun. Anggun hanya menganggukkan kepala kemudian Nirmala melepaskan bungkaman nya.


"Nah kan gue bilang apa, pak... " Ucap Anggun yang langsung berhenti dan melihat ke kanan dan kiri juga kebelakang.


"Pak Kevin tu pasti ngincar lo deh say, gue yakin itu!" Bisik Anggun lagi setelah ia merasa tidak ada siapa pun di ruangan itu, selain mereka berdua.


"Tapi gue saranin sih hati-hati ya say, soal nya dia kan sudah ada calon juga lo udah punya suami, jangan lah main yang secret-secret begitu, beban hidup itu say" Jelas Anggun lagi.


"Hem, ya maka nya bantuin!" Gerutu Nirmala. Namun Anggun tak menjawab nya dan malah sibuk dengan gaun-gaun yang ada di hadapan nya.


"Ih kak Anggun mah malah diem! Awas aja ntar kalau sampai aku jadi pelakor... "


"Siapa pelakor?" Terdengar suara laki-laki dari arah pintu masuk Nirmala pun melihat ke arah sana, tapi tidak dengan Anggun ternyata wanita itu sudah mengetahui jika ada orang yang akan segera masuk ke dalam ruangan itu.


"Kok pada diam? ada apa?" Dengan aura dingin yang laki-laki itu pancarkan, Nirmala dan Anggun mendadak tak dapat berkata-kata.


"Eh hehe... pagi pak Kevin?" Sapa Anggun dengan ekspresi kikuk nya berusaha memecah kecanggungan.


"Hem! Kenapa tidak menjawab pertanyaan saya?" Tanya laki-laki itu yang tak lain adalah Kevin sang CEO utama Kemilau grup.

__ADS_1


"Ah anu itu pak, itu sinetron yang kita tonton semalam jadi ada pelakor nya gitu pak, terus saya hanya menyampaikan ke pada Berlian untuk tidak terlalu memikirkan acara televisi itu, kan lebih baik dia belajar pose baru, iya kan pak, saran saya tidak salah kan? hehe" Ucap Anggun berusaha mencari alasan.


"Tidak saran mu tidak salah, hanya saja jangan terlalu ikut campur urusan orang lain" Ketus Kevin dengan berlalu.


"Oh iya kamu!" Kevin berhenti dan menunjuk Nirmala.


"Saya pak?" Tanya Nirmala dengan menunjuk diri nya sendiri dengan jari telunjuk nya.


"Hem! temani saya sarapan!" Ucap Kevin yang segera melanjutkan langkah kaki nya.


Nirmala membelalakkan mata nya dan beralih menatap Anggun yang berdiri di dekat gaun-gaun yang tengah ditata nya.


"Buruan itu di ajak breakfast" Ucap Anggun dengan menaik turunkan alis nya.


"Kak Anggun apaan sih? itu alis nya biasa aja dong!!" Ucap Nirmala yang segera menyusul langkah kaki Kevin.


Di rumah sakit...


Siang itu cuaca tidak lah secerah hari-hari biasa, mendung menyelimuti langit biru, seolah menghalangi sinar sang surya agar tak menghangatkan dunia dan seisi nya, namun mendung yang mulai menghitam itu tak menurunkan semangat gadis yang tengah duduk di atas ranjang pasien itu.


Mia tengah memandang pemandangan diluar melalui jendela kecil yang ada di samping ranjang pasien yang tengah ia duduki.


"Kak jalan-jalan yuk!" Mia mengajak Dafa dengan pandangan terus menatap ke luar jendela.


"Memang nya tuan putri ini mau jalan-jalan kemana?" Tanya Dafa dengan sangat sabar.


"Ke taman yang itu yuk" Ucap Mia dengan menunjuk sebuah taman yang ada di luar ruangan itu.


"Tapi mendung lo ini, ntar kalau hujan gimana?" Tanya Dafa yang tak bisa menutupi rasa khawatir yang ia rasakan.


Mendengar itu awal nya Mia mengerutkan kedua alis nya namun sesaat kemudian ia tersenyum.


"Cieeee yang khawatir aku kenapa-kenapa, makasih lo ya sudah peduli" Ucap Mia dengan senyum-senyum jail nya bahkan ia menaik turunkan kedua alis nya.


"Haish... " Dafa menghela nafas dengan memijit kening nya.


"Ya sudah ayok, tapi taku naik kursi roda ya biar aman" Ucap Dafa yang lagi-lagi di bantah oleh Mia.


"Nggak, yang nama nya jalan-jalan itu ya jalan kaki" Ucap Mia.


"Tapi kamu itu belum fit" Dafa masih belum mengalah.


"Pokok nya nggak mau!" Ucap Mia yang langsung menyibak selimut nya dan menurunkan kaki nya ke lantai dan ketika ia berusaha berdiri keseimbangan nya pun oleng hingga gadis itu terjatuh dan ambruk menimpa Dafa yang dengan sigap menopang tubuh Mia...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2