The Love Secret (Bertahan Di Tengah Kesalahan)

The Love Secret (Bertahan Di Tengah Kesalahan)
Eps. 45


__ADS_3

Pagi hari di kediaman Arga...


"Papaaaaaa!!!" Teriak Kevin dengan membawa benda putih kecil yang panjang nya mungkin hampir seukuran dengan jari telunjuk nya.


"Ada apa? kenapa kau berteriak-teriak seperti anak kecil?" Tanya Arga dengan suara tak kalah keras nya.


"Ini apa? kenapa ada garis dua nya? apakah mama hamil lagi?!" Tanya Kevin dengan emosi yang tertahan.


"Apa? garis dua?!" Terkejut Arga pun segera beranjak dari duduk nya kemudian berjalan dengan cepat mendekati Kevin.


"Coba lihat!" Ucap Kevin dengan merebut benda kecil sepanjang jari telunjuk itu.


"Kau dapat di mana ini tadi?" Tanya Arga setelag memastikan memang ada garis dua di dalam benda itu.


"Dimeja ruang tengah" Ucap Kevin dengan menunjuk ruang tengah.


Dengan cepat Arga berjalan dengan membawa benda itu, ia berjalan menuju dapur karena istri nya ada di sana.


"Mah mamah!" Teriak Arga dengan berjalan sedikit tergesa.


"Ada apa sih pah? Pagi-pagi kok sudah ribut aja!" Ucap Mila atau mamah nya Kevin.


"Ini apa?" Tanya Arga dengan menunjukkan benda kecil itu kepada Mila.


"Hah? Testpack gitu kok, masih nanya!" Sahut Mila dengan sekilas memandang benda yang ada di tangan Arga, dan kembali sibuk dengan masakan nya.


"Bi tolong yang ini di ambilkan wadah ya?!" Mila masih sempat menyuruh ART nya untuk mencarikan wadah untuk sayur yang hampir matang itu.


"Iya Nyah" Sahut bi Inah dengan cekatan mengambil alih pekerjaan.


"Mah! bisa serius dulu nggak sih?" Tanya Arga dengan memeluk pinggang istri nya.


"Apa sih pah? mamah sibuk ah!" Cetus Mila dengan berusaha melepas lengan kekar yang melingkar di pinggang nya.


"Ini punya mu?" Tanya Arga pada akhir nya.


"Bukan!" Singkat Mila.


"Lalu? punya siapa?" Tanya Arga gemas dan lebih erat memeluk pinggang Mila sampai wanita itu tidak bisa mengerjakan pekerjaan dapur dan memilih menyerah.


"Bik tolong di selesaikan ya, saya tinggal dulu!" Ucap Mila kepada Bi Inah.


"Iya Nyah siap" Sahut Bi Inah dengan mengacungkan jempol nya.


"Kita bicarakan di ruang tengah saja" Ucap Mila dengan membalikkan badan nya menghadap ke arah Arga dan mengalungkan tangan nya di leher kokoh itu.


"He'em" Ucap Arga dengan menganggukkan kepala nya.


Mereka pun berkumpul di ruang tengah bertiga ya hanya Arga, Mila dan Kevin dengan sebuah testpack yang Arga letakkan di atas meja.


"Jadi kalau bukan punya mamah, ini punya siapa mah?" Tanya Kevin.

__ADS_1


"Dan masa iya laki-laki menggunakan alat begini an dan ada garis dua nya" Sambung Kevin karena sedari tadi kedua orang tua itu terdiam.


"Kalau kalian mau berhubungan, ok!! Kevin sebagai anak sulung tidak melarang lah, tapi tolong lah, kalian ini sudah tua dan kita berdua anak-anak kalian ini, sudah dewasa sudah saat nya buat kalian menimang cucu, masa iya kita berdua mau punya adik lagi? padahal kita sudah pantas untuk di panggil ayah" Cecar Kevin panjang lebar.


"Tapi itu bukan punya mamah Kevin!" Tegas Mila.


"Lalu punya siapa?" Tanya Kevin.


"Kamu nemu dimana ini tadi?" Tanya Mila.


"Di sini, tadi pagi, masa iya pagi-pagi sudah ada orang yang main ke sini curhat kalau dia hamil" Ucap Kevin dengan memperagakan kalau perut nya buncit menggunakan tangan nya.


"Tunggu! semalam kita semua keluar kan? jadi yang ada di rumah... "


"NIKO!!" Belum selesai Mila berucap ketiga nya menyebut nama Niko bersamaan.


"Haaaahh!!! Jangan-jangan... "


"Nggak mungkin Niko hamil mah!" Sela Kevin yang langsung mendapat tampolan dari Mila di kepala nya.


"Aduh!" Keluh Kevin dengan mengusap kepala nya.


"Apa Niko punya pacar?" Tanya Mila.


"Maksud mamah?" Tanya Arga dan Kevin bersamaan.


"Ya apa Niko punya seorang kekasih?" Mila mengulangi pertanyaan.


"Sebentar" Ucap Mila dengan menghela nafas, ia bersiap-siap untuk berteriak.


"Iya nyah!!!" Sahut wanita bertubuh sedikit gembul itu dengan berlari ke arah sang majikan.


"Bi Inah, semalam apakah ada yang datang?" Tanya Mila dengan mode serius.


"Semalam itu ada sih teman nya den Nico, main ke sini, cewek nyah, tapi nyonya jangan bilang kalau saya yang ngadu ya soal nya semalam mereka seperti nya kaya berantem gitu" Cecar Bi Inah dengan suara yang sedikit berbisik.


"Oh begitu, ya sudah bik, terimakasih, bibik bisa kembali ke pekerjaan bibik" Ucap Mila.


"Iya nyah siap!" Ucap Bi Inah dengan berjalan kembali ke belakang.


"Sudah jelas kan, jadi ini pasti milik Niko!" Ucap Mila dengan pasti.


"Jadi maksud mamah pacar Niko hamil?" Tanya Kevin.


"Iya mungkin begitu" Ucap Mila.


"Kok bisa?!" Kevin bertanya-tanya dengan beranjak dari duduk nya.


"Ya bisalah asal itu nya dia masukkan kefpjbsmsnhemmmmppp" Belum selesai Arga berucap Mila sudah lebih dulu menutup mulut suami nya itu.


"Papa ini apa-apa an sih!" Ketus Mila yang merasa malu dengan pembahasan ini.

__ADS_1


"Maksud Kevin bukan itu pah! Maksud Kevin, kok bisa Niko lebih dulu mencetak debay, Kevin aja belum!" Ucap Kevin yang lagi-lagi mendapat toyoran dari mamah nya.


"Terus kamu juga mau ikut-ikutan hah?!" Ucap Mila dengan menoyor-toyor kepala Kevin.


"Aduh ya nggak gitu mah, maksud Kevin ya paling nggak Kevin nikah dulu lah!" Ucap Kevin berusaha meredam emosi Mila.


"Nikoooooo!! Keluar kamu ini sudah siang!" Teriak Mila dari lantai bawah.


Niko yang masih asik di balik selimut tebal nya pun mulai terganggu dengan suara yang begitu menggelegar dan memekakkan telinga.


"Hadeh pagi-pagi sudah mulai drama nya" Gumam Nico dengan membuka selimut dan merubah posisi nya dari berbaring menjadi duduk.


Dengan segera Niko mengenakkan kaos oblong nya dan dengan cepat melangkahkan kaki nya menuju sumber suara.


"Iya mah, ada apa sih? pagi-pagi sudah marah-marah" Ucap Niko dengan menggaruk kepala nya.


"Kamu nggak ngantor?!" Ketus Kevin.


"Hari ini aku nggak ada kerjaan di kantor kak jadi aku ambil cuti satu hari" Sahut Niko dengan santai nya, berbeda dengan Kevin yang dapat berbasa basi Arga tak bisa lagi menahan emosi nya, ia segera meraih testpack ya g tergeletak di atas meja.


"Ini apa Niko?" Tanya Arga to the point.


"Hah? ya... ya... ya mana Niko tau" Dengan gelagat yang aneh juga kata-kata yang tiba-tiba tergagap Niko menyahuti ucapan Arga.


"Jawab dengan jelas ini apa!" Hardik Arga yang mulai memuncak emosi nya.


"Jawab aja ko!" Sahut Kevin yang terlihat acuh dengan kondisi adik nya.


"Iya pah, itu milik Mila, pacar Niko" Baru saja Niko mengakui nya kini bogem dari Arga mendarat dengan keras di pipi bocah muda itu.


"PAH CUKUP!!" Teriak Mila dengan menahan tubuh Niko agar tidak jatuh.


"Pah semua bisa kita bicarakan baik-baik" Ucap Kevin yang secara tidak langsung membela Niko.


"Kau mencintai nya?" Tanya Arga dengan sangat tegas.


"Iya pah" Sahut Niko mantap, memang sejak semalam ia sudah memutuskan untuk menerima konsekuensi apa pun dari orang tua nya yang penting cinta nya bersatu, sungguh Niko takut jika di jodohkan seperti kakak nya dan harus berpisah dengan kekasih nya.


"Kenapa dengan mudah kau coreng kan arang ke wajah orang tua mu nak?!" Ucap Mila dengan menahan tangis.


"Niko tidak bermaksud mah, Niko hanya takut jika papa juga akan menjodohkan Niko seperti kak Kevin yang harus berpisah dengan kekasih nya" Ucap Niko dengan menundukkan kepala nya.


"Lihatlah pah, semua ini karena mu yang telah mementingkan ego mu!" Ucap Mila dengan air mata yang berderai.


"Oh astaga! aku salah lagi" Ucap Arga dengan mengusap wajah nya.


"Sudahlah pah, nanti malam kita lamar saja pacar nya Niko itu dan segera menikahkan mereka sebelum kandungan nya semakin membesar" Ucap Kevin memberi solusi.


"Oh iya juga ya, ya sudah nanti malam kita ke rumah nya saja!" Ucap Arga dengan tegas.


"Benarkah? jadi aku akan menikah?" Tanya Niko dengan senyum yang tiba-tiba mengembang.

__ADS_1


"Tidak! aku dulu!...


Bersambung...


__ADS_2