
Mansion Arga... !
Malam itu Kevin terlihat sangat lelah dengan semua kejadian hari itu.
Pria itu berjalan hendak memasuki kamar nya namun ketika mendengar sebuah berita di salah satu acara televisi ia begitu terkejut karena berita itu menceritakan hubungan asmara nya yang bahkan sama sekali ia tidak ingin kan.
"Pah apa maksud nya ini?" Dengan raut wajah yang menunjukkan kekesalan Kevin bertanya kepada ayah nya.
"Bukan kah tempo hari kau mengatakan terserah papa?" Sahut Arga tanpa memandang ke arah Kevin sedikit pun.
"Papa ini orang tua macam apa? sedikit pun papa tidak mau mengerti Kevin!" Kevin hanya menggelengkan kepala nya.
"Jaga bicara mu Kevin!" Bentak Arga dengan berdiri dari duduk nya dan menghadap ke arah Kevin.
"Buat apa Kevin harus menjaga? orang tua Kevin saja tidak pernah menjaga perasaan Kevin... "
PLAK!!!
Satu tamparan dengan keras mendarat di pipi kanan Kevin.
"Papa! cukup pah!" Teriak Nico yang baru saja memasuki rumah dan berlari mendekati Kevin.
"Kau tak apa kak?" Ucap Niko dengan mengelus bahu Kevin, namun Kevin menepis nya dengan kasar, ia pun menatap tajam ke arah Arga dan kemudian berjalan menuju kamar nya yang ada di lantai atas tanpa bicara sepatah kata pun.
"Apa yang papa lakukan? kakak sudah cukup lelah dengan urusan pekerjaan nya, dan lagi kekasih nya terkena masalah" Ucap Nico dengan nada yang semakin lirih.
"Apa? kekasih? jadi... "
"Iya pah, kakak diam-diam menjalin hubungan dengan salah satu staf kantor, dan... "
"Apa?! staf kantor? karyawan biasa? PECAT DIA SEKARANG JUGA!" Dengan suara yang memekakkan telinga Arga berteriak.
"Hem... tak usah papa suruh, wanita itu sudah di keluarkan dari kantor" Jelas Nico, terlihat Arga menghela nafas dengan lega.
"Awasi kakak mu! jangan sampai dia punya hubungan serius dengan wanita lain!" Ucap Arga dengan menepuk pundak Nico dan berlalu melewati Nico yang masih terpaku, sedangkan Nico hanya menganggukkan kepala nya, dengan suasana hati yang begitu bimbang.
...****************...
Setiba nya Nirmala, Nurma dan Firza di rumah kedua orang tua Nurma dan Nirmala, mereka disambut dengan sangat ramah oleh keluarga gadis itu, di sana Dafa masih stay dengan duduk di dalam ruang tamu.
"A'a' kok di sini?" Tanya Nirmala yang terkejut melihat Dafa ada di sana di dalam rumah nya.
"Iya, tadi ibu bilang kalau kamu akan segera pulang jadi, aku tunggu di sini saja dan kita jelaskan titik permasalahan nya kenapa kita harus menikah secepat nya" Jelas Dafa yang membuat Nirmala membelalakkan mata nya.
"Gila ni bocah! dia ngancem mau ceritain masalah foto itu atau gimana sih?!" Batin Nirmala dengan melirik ke arah Dafa, sedang kan Dafa membalas lirikan tajam itu dengan senyuman.
__ADS_1
"Dasar anak muda, bagaimana kita bisa tenang kalau kalian tidak segera menikah, baru ketemu saja sudah saling tatap-tatapan" Ucap bu Tika sengaja menggoda kedua insan yang tengah berbeda pendapat itu.
Dafa dan Nirmala duduk di kursi yang berbeda, setiap kali Dafa berkata selalu saja Nirmala menatap nya dengan tatapan membunuh, seperti saat ini.
"Memang nya nak Dafa sudah benar-benar siap menikah dan hidup bersama Mala?" Tanya Agus selaku bapak dari Nirmala.
"Siap pak, saya sudah mengenal dengan baik putri bapak luar dalam" Sahut Dafa yang langsung membuat Nirmala membelalakkan mata nya.
"Duh ni bocah mulut nya udah minta di lakban aja sih! awas aja sampai nanti dia ngomong yang nggak-nggak, mampus lo sama gue!" Geram Nirmala dengan *******-***** ujung baju nya namun tatapan membunuh tetap ia lemparkan ke arah Dafa.
"Mala?" Panggil Agus dengan mengelus pucuk kepala putri bungsu nya itu.
"Iya pak?" Sahut Nirmala dengan menundukkan pandangan nya.
"Ini nak Dafa mau serius sama kamu... "
"Tapi Mala belum mau menikah pak!" Sangkal Nirmala yang masih kekeh dengan pendirian nya.
"Kamu ini gimana sih dek? udah jelas ada yang mau tanggung jawab! kamu masih mau nunggu cowok penghianat yang nggak akan pernah kasih kamu kejelasan itu?!" Geram Nurma pun angkat bicara.
"Tanggung jawab? penghianat? tunggu-tunggu!" Ucap Agus yang kemudian menghela nafas untuk mempersiapkan hati dan pikiran nya demi mendengar sebuah penjelasan tentang putri nya.
"Nirmala itu... "
"Nirmala sedang patah hati karena laki-laki yang ia kagumi minggu depan akan segera bertunangan" Sela Firza yang tau bagaimana kondisi selanjut nya jika Nurma tetap mengatakan yang sebenar nya.
Nirmala tak habis pikir dengan kelakuan semua orang yang ada di hadapan nya itu, kenapa ngebet banget pengen diri nya cepat-cepat menikah.
"Belum tau rumor nya aja sudah di buru-buru buat kawin, kalau sampai tau bisa jadi bubur aku" Batin Nirmala setelah menimang-nimang pertimbangan yang ada di dalam otak nya. Sejenak gadis itu menghela nafas.
"Baiklah Mala setuju!" Ucap Nirmala yang membuat semua orang lega dan menampilkan senyum bahagia nya.
Namun tidak dengan Firza, laki-laki itu terlihat sibuk dengan gedjet nya, ya Firza sibuk menghubungi Kevin dengan mengirim nya pesan, namun tak sedikit pun terlihat kalau pesan itu di baca oleh Kevin.
"Dasar manusia sibuk! awas saja jika kau menyalahkan ku karena tidak melarang Nirmala untuk menikah!" Batin Firza dengan meremas ponsel di tangan nya itu.
...****************...
Tiba saat nya dimana Kevin telah rapi dengan jas nya, namun wajah tampan itu tak sedikit pun menampilkan kebahagiaan.
CEKLEK!!
Suara pintu itu terbuka dan nampak lah Nico tengah berjalan memasuki ruangan Kevin, pria yang tengah memantas diri di depan cermin itu hanya melirik sekilas ke arah adik nya yang baru saja muncul dari balik pintu.
"Apa sudah selesai kak?" Tanya Nico ramah, sedangkan Kevin terlihat menghela nafas, dan menganggukkan kepala nya.
__ADS_1
Di sisi lain di hari yang sama Nirmala tengah mengenakan kebaya cantik berwarna putih tengah duduk dan ditemani beberapa perias yang di panggil oleh orang tua nya.
"Mbak jangan nangis, nanti make up nya nggak kelar-kelar loh" Ucap salah seorang MUA yang mendandani Nirmala.
Tak menjawab, Nirmala hanya menghela nafas nya berat, kecewa terhadap kedua orang tua nya yang memaksa diri nya untuk menikah semakin sakit lagi jika ia mengingat berita dari televisi yang mengabarkan bahwa hari ini juga Kevin akan bertunangan dengan calon pilihan dari ayah nya.
"Mungkin memang kita tidak berjodoh, tapi bisakah kau mengakhiri dengan baik-baik!" Batin Nirmala dengan air mata yang semakin deras meluncur di pipi nya.
Di kediaman Arga...
Kevin berjalan menuruni anak tangga, semua tamu undangan hari itu terlihat tengah terpesona dengan ketampanan sang CEO baru yang sedang berjalan dengan karisma nya yang terpancar.
Seorang gadis dengan berbalut gaun berwarna merah muda terlihat mengembangkan senyum manis nya ketika memandang Kevin yang berjalan ke arah nya.
"Lihatlah dia, dia begitu arogan, begitu dingin, begitu memukau" Ucap salah seorang gadis yang ada di samping gadis bergaun merah muda itu.
"Diam lah jangan kau menghujat calon suami ku" Sahut gadis bergaun merah muda itu yang tak lain adalah Mia putri dari Rangga.
Kevin berjalan melewati Mia begitu saja namun Mia segera mengikuti nya menuju altar, acara berlangsung dengan lancar, kini cincin couple itu telah tersemat di jari Kevin dan Mia.
Di kediaman Nirmala...
Seusai Dafa mengucapkan ijab qobul dan setelah semua tamu undangan pulang, di ruang tengah Dafa duduk bersama Agus, mereka berbincang sampai pukul sembilan malam.
"Pak sudah malam, biarkan pengantin baru itu istirahat" Ucap bu Tika yang memanggil suami nya.
"Oh sudah malam ternyata ya, nggak kerasa ternyata nak Dafa ini diajak ngobrol asik juga, sampai bapak lupa kalau kamu punya kewajiban lain" Ucap Agus dengan cekikikan.
Dafa hanya tersenyum dan Agus segera berjalan menuju kamar nya, setelah Agus menghilang di balik pintu, Dafa menghela nafas nya dan memandang ke arah pintu kamar yang tertutup, perlahan ia beranjak dari duduk nya dan melangkahkan kaki nya menuju kamar itu CEKLEK!!
Pintu kamar itu berhasil di buka oleh Dafa dan pemandangan yang sangat indah kini ia saksikan, ya Nirmala telah membersihkan sisa make up nya dan terlihat gadis itu seperti baru saja selesai mandi itu terlihat dari rambut panjang nya yang masih basah.
"Kenapa hanya diam saja!?!" Terdengar suara yang sangat tak bersahabat itu terlontar dari bibir gadis cantik yang menghadap ke cermin itu.
Dafa berjalan mendekati ranjang dan duduk di tepi ranjang itu dengan terus mengamati setiap gerakan yang di lakukan Nirmala.
Setelah selesai Nirmala berjalan ke arah ranjang dan ia meraih satu bantal dan satu selimut nya.
"Mau kemana?" Tanya Dafa yang mulai khawatir kalau-kalau Nirmala tidak mau tidur dengan nya.
"Bukan urusan mu!" Ketus Nirmala yang kemudian melangkahkan kakinya menuju sofa yang ada di sebelah ranjang.
"Kau mau apa?" Tanya Dafa yang melihat Nirmala menata bantal nya di atas sofa.
"Tidur...
__ADS_1
bersambung...