
Rasa nikmat kembali menguasai Nirmala, wanita itu kini seolah menginginkan lebih, itu dapat di lihat dari pinggul nya yang mulai ia naik turunkan.
Melihat reaksi sang pujaan hati nya Kevin pun mengarahkan benda pusaka itu dan menusukkan nya dengan pelan.
"Aakkhhh Kev... viiiinnn sakiiiiiitttt" Teriak Nirmala dengan menengadahkan kepala nya, tangan yang masih terikat membuat gadis itu tak dapat melawan atau pun menolak.
"Masuk saja belum kau sudah bilang sakit, apa segitu kecil nya milik suami mu hah?" Ucap Kevin dengan masih berusaha memaksa masuk.
"Stop Kevin please" Ucap Nirmala dengan air mata yang mengalir dari sudut mata nya.
"Ini akan nikmat dan membuat mu candu sayang, tahan sebentar lagi ya, seharus nya ini tidak akan sulit" Ucap Kevin dengan terus mendorong masuk benda pusaka milik nya.
"Kenapa sulit sekali, kau rajin merawat nya? kenapa tidak kau berikan kepada ku hem?" Cetus Kevin dengan masih terus berusaha, namun Nirmala tak menggubrisnya wanita itu hanya berusaha menahan rasa sakit yang luar biasa, dengan terus mengatur nafas nya agar tidak berhenti, dan JLEB!!!
"Aaaaaaaaaaaakkkhhh!!" Teriak Nirmala dengan membusungkan dada nya juga kepala yang menengadah ke atas, sungguh rasa sakit yang ia rasa kan sampai ke hati, Air mata kini mengalir deras dari setiap sudut mata indah nya.
Kevin yang sudah berhasil menembus sampai ke dalam pun merasakan kehangatan juga cengkeraman kuat dari gadis yang selama ini di cintai nya.
Kevin menindih tubuh Nirmala dan memandangi wajah yang basah karena air mata yang tak henti-henti nya mengalir, ia kecup mata kanan dan kiri Nirmala secara bergantian.
"Kau telah merenggut keperjakaan ku sayang" Ucap Kevin dengan senyum devil nya.
"Bukan aku, tapi kau yang menyerahkan nya" Ketus Nirmala yang masih menahan rasa sakit, benci dan juga rindu yang kini bercampur menjadi satu, kecewa pun menjadi bumbu pelengkap di hati Nirmala saat ini.
"Heh, selamat untuk mu karena aku menyerahkan nya pada mu" Ucap Kevin dengan melanjutkan aksi nya memaju mundurkan pinggul nya.
Jeritan demi jeritan kini terdengar dari mulut Nirmala apalagi Kevin bermain begitu brutal, setiap kali ia mengingat kalau cinta nya itu sudah menikah dan pasti sudah di sentuh oleh laki-laki yang kini menjadi suami nya.
"Kev... vin stop! please... haaah ah ah haah... aku mau emh... " Belum selesai Nirmala berucap Kevin sudah lebih dulu me***at bibir sexy yang menggoda itu.
Sungguh malam itu Kevin dengan leluasa bermain di atas tubuh yang selama ini di jaga nya.
"Uuuuuhhh kenapa nikmat sekali sayang? tau begini dari dulu kita bermain dan kau tidak akan menjadi milik laki-laki lain" Ucap Kevin dengan m***mas si kembar yang bergoyang kesana-kemari.
Di sisi lain...
__ADS_1
Malam hari sekitar setengah sebelas malam Nurma baru saja pulang dari apartemen Firza, mobil Firza berhenti di depan kontrakan kecil milik Nurma.
"Sudah sampai, mau turun apa mau ikut pulang ke apartemen lagi?" Goda Firza dengan sengaja.
"Eh... turun lah masa mau balik" Ucap Nurma dengan senyuman nya, mereka berdua pun turun dari mobil dan berjalan menuju pintu masuk.
"Kok ngikutin? nggak mau pulang?" Tanya Nurma yang melihat Firza mengikuti langkah kaki nya.
"Emang boleh?" Tanya Firza dengan memangkas jarak di antara kedua nya.
"Hah? boleh apa?" Tanya Nurma yang semakin mundur sampai punggung nya membentur tembok kontrakan nya.
"nggak pulang" Lirih Firza dengan mengungkung tubuh Nurma, Firza perlahan mendekatkan wajah nya dan pandangan nya terfokus pada bibir merah muda yang menggoda itu.
Ketika jarak bibir mereka tinggal 1cm...
"Kakak sedang apa?" Tiba-tiba suara Dafa terdengar di belakang mereka.
"Masih ngganjel nggak?" Ucap Firza dengan meniup mata Nurma.
"Hah? apaan coba, dasar laki-laki" Batin Nurma yang menahan tawa ketika melihat perubahan Firza yang begitu cepat.
"Ah itu kak, mau tanya apa Nirmala di sini? soal nya dari pagi dia belum pulang" Ucap Dafa.
"Oh Nirmala? tidak, dia tidak kesini, kakak saja baru pulang" Ucap Nurma yang membuat Dafa semakin khawatir.
"Oh ya sudah kak kalau begitu" Ucap Dafa yang akan segera beranjak mendekati motor nya.
"Tunggu! kau sudah menelfon nya?" Tanya Nurma.
"Belum kak, takut nggak di angkat" Ucap Dafa dengan lirih.
"Tunggu di sini dulu, biar kakak yang telfon" Ucap Nurma yang kemudian mengajak kedua laki-laki itu masuk ke dalam kontrakan nya, baru ia menghubungi nomor telfon Nirmala.
Disisi lain...
__ADS_1
Di dalam mobil Nirmala terkapar lemas, Kevin segera merapikan penampilan nya juga membersihkan sisa-sisa cinta mereka berdua sebelum mengotori jok mobil nya.
Nirmala membiarkan Kevin membersihkan pangkal paha nya dengan tisyu, Kevin meraih ponsel dan menyala kan flash nya, ia tidak mau sampai ada orang lain yang mencurigai kedua nya.
Alih-alih membersihkan dengan tenang Kevin malah di buat terkejut oleh cairan yang berwarna merah juga bau anyir darah.
Kevin menyentuh nya dengan tangan kosong, ia memastikan apakah itu darah atau hanya cairan yang terlalu banyak keluar, tapi kenapa berwarna merah? itu lah yang ada di dalam otak Kevin saat ini.
"Sayang?" Panggil Kevin, namun bukan suara jawaban dari Nirmala yang ia dapat malah dengkuran halus Nirmala yang menjawab nya.
"Sudah tidur rupa nya?" Ucap Kevin dengan melihat wajah ayu yang terpejam itu.
Kembali lagi Kevin membersihkan sisa-sisa cinta tadi dengan tisyu yang ada.
Sekali lagi ia memeriksa jalan keluar masuk benda pusaka tadi di lihat nya dengan teliti, sungguh Kevin takut jika sampai ia melukai wanita pujaan nya itu, dalam bayangan Kevin jalan itu robek parah hingga mengeluarkan darah, namun stelah ia melihat dengan baik, tidak ada apa-apa di sana.
"Tidak terluka, jadi darah siapa tadi? mungkinkah dia masih tersegel bahkan setelah dia menikah? ah tidak mungkin" Gumam Kevin, sungguh ia di buat bingung oleh cairan yang di anggap nya darah tadi.
Setelah beres ia menyimpan semua tisyu itu di dalam plastik dan memasukan nya ke dashboard.
Kemudian Kevin memeriksa kembali mobil nya, ternyata ban sebelah belakang nya bocor, ia segera mengganti nya dan setelah selesai ia kembali masuk ke dalam mobil, saat ia mencoba menyalakan mobil nya, nihil, mobil itu tetap diam.
Kevin pun kembali turun dari mobil dan membuka kembali kap mesin yang tadi sudah sempat di periksa nya, ia mengotak-atik hingga membuat Nirmala terbangun dari tidur nya.
"Kevin?" Panggil Nirmala yang masih setengah sadar.
"Aaaaahhh, ssssshhh auhhh... kok sakit sih" Gumam Nirmala dengan berusaha duduk dengan benar.
Kevin masuk ke dalam mobil setelah selesai dengan Kap menutup kap mesin nya.
"Sudah bangun?" Tanya nya dengan duduk dan berusaha menyalakan mesin nya.
"Hem" Sahut Nirmala.
"Apakah terlalu sakit?" Tanya Kevin setelah berhasil menyalakan mobil nya.
__ADS_1
"Kau pikir?!...
Bersambung...