The Love Secret (Bertahan Di Tengah Kesalahan)

The Love Secret (Bertahan Di Tengah Kesalahan)
Eps. 46


__ADS_3

"Sudahlah pah, nanti malam kita lamar saja pacar nya Niko itu dan segera menikahkan mereka sebelum kandungan nya semakin membesar" Ucap Kevin memberi solusi.


"Oh iya juga ya, ya sudah nanti malam kita ke rumah nya saja!" Ucap Arga dengan tegas.


"Benarkah? jadi aku akan menikah?" Tanya Niko dengan senyum yang tiba-tiba mengembang.


"Tidak! aku dulu!" Tegas Kevin dengan menautkan kedua alis nya.


"Lah emang nya kakak mau nikah sama Mia?" Sengaja Niko menggoda Kevin karena ia tidak tau jika perjodohan itu sudah di batalkan semalam.


"Ya nggak lah, aku mau menikahi Nirmala!" Ucap Kevin dengan senyum bangga nya.


"Loh kok Nirmala? emang nya ayah udah kasih restu sama hubungan kalian?" Tanya Niko dengan wajah serius.


"Sudah, karena Mia nya nggak mau sama dia" Ucap Arga dengan menunjuk Kevin menggunakan dagu nya.


"Owh... pintar juga ya si Mia, harus di acungi jempol" Ucap Niko dengan mengacungkan kedua jempol nya.


"Maksud kamu apa?!" Dengan nada yang mulai naik Kevin berucap dengan menatap tajam ke arah Niko.


"Ya cowok posesif dingin dan tidak punya belas kasih begini siapa juga yang mau?!" Cecar Niko yang langsung bersembunyi di belakang Mila karena Kevin melepas sepatu nya dan hendak melemparkan nya ke Niko.


"Coba-coba ngomong lagi coba?" Ancam Kevin dengan menunjuk Niko menggunakan sepatu nya.


"Haish kalian ini! sudah sudah, ini sudah siang, yuk cepat sarapan dan berangkat ke aktivitas masing-masing!" Tegas Mila.


"Tapi mah!" Rengek Kevin.


"Tapi apa lagi Kevin?!" Bentak Mila yang membuat nyali Kevin menciut.


"Tapi nikah nya harus Kevin dulu, nggak boleh Niko dulu!" Lirih Kevin dengan cemberut sudah persis sekali seperti anak kecil yang mau minta permen tapi ibu nya melarang nya.


"Ya sudah nanti biar papa ya atur!" Ucap Mila yang berusaha membujuk Kevin.


"Yey mamah emang paling cantik, Muach!!" Ucap Kevin dengan di susul dengan kecupan yang dia berikan di pipi kanan Mila.


"Hey! dia istri ku! main sosor aja!" Hardik Arga.


"Sudah pah, dia anak kita!" Ucap Mila yang menenangkan Arga sedangkan Kevin berlari ke ruang makan.

__ADS_1


Jika di kediaman Arga sedang ribut besar berbeda dengan di kediaman Rangga, satu keluarga kecil yang menempati mansion besar bagai istana itu kini tengah bersantai di ruang keluarga tentu nya setelag perut mereka terisi kenyang oleh sarapan pagi.


"Nak memang nya kamu sudah siap menikah dengan nak Dafa?" Tanya Ria yang tak lain adalah ibu nya Mia.


"Hah menikah? untuk saat ini kalau di ijinkan Mia masih ingin mengembangkan sayap-saya Mia agensi dulu bu, jadi belum terpikir kan tentang pernikahan, apalagi kak Dafa dia orang yang berbeda, tidak seperti laki-laki pada umum nya" Ucap Mia dengan pandangan tetap melihat acara tv.


"Maksud mu? berbeda bagaimana nak? apakah dia sakit atau maaf dia cacat?" Tanya Rangga.


"Ish ayah ini kalau ngomong!" Ketus Ria dengan menepuk pelan lengan Rangga.


"Ya dia beda yah, dia itu punya kelainan, em... sebelum kita bertemu dan sedekat ini, dia pernah mempunyai hubungan dengan sesama jenis, dan cowok itu meninggal belum lama kok meninggalkan beberapa minggu yang lalu" Jelas Mia, mendengar itu Ria yang mencoba merasakan apa yang Mia rasakan pun turut prihatin dan mendekap kepala Mia kedalam pelukan nya sebagai rasa simpati.


"Masa sih? kok ayah nggak percaya ya?" Ucap Rangga dengan menatap kearah langit-langit rumah dengan jari telunjuk yang ia ketuk-ketukkan di dagu nya.


"Ish ayah ini, anak nya lagi begini, bukan nya di support malah, gimana sih?!" Ucap Ria masih dengan mengelus surai panjang Mia.


"Soal nya ayah pernah memergoki mereka berdua sedang pelukan dan juga ciuman bu, masa seperti itu di bilang kelainan? bisa jadi itu hanya akal-akalan Dafa saja" Ucap Rangga yang tidak setuju jika Mia mengatakan kalau Dafa adalah laki-laki penyuka sesama jenis.


"Ayah nggak tau aja, usaha Mia selama ini! kemarin itu hampir berhasil yah, jadi selama berhari-hari Mia mencoba menggoda dan memancing kak Dafa dengan berbagai cara, baru mendapat respon kemarin, itu pun dengan gangguan ayah yang tiba-tiba datang!" Kesal Mia yang kembali memeluk ibu nya.


"Jadi anak ibu sudah... " Ucapan Ria terhenti, ia tak mampu melanjutkan nya.


"Itu demi kelangsungan masa depan Mia bu, nanti kalau kita nikah terus kak Dafa nggak mau nyentuh Mia sedikit pun gimana?" Tanya Mia, kedua orang tua itu pun mengangguk-anggukkan kepala nya berusaha mengerti.


"Tapi Mia masih pengen main sana main sini bu!" Ucap Mia yang menolak usulan dari ibu nya.


"Terus kalau di tengah-tengah usaha mu kamu kebobolan gimana? Apa kamu nggak mau pernikahan mu di adakan pesta yang meriah, dan juga kamu seperti ratu sehari semalam? kalau kamu hamil kan gak bisa leluasa memakai gaun yang sexy" Ucap Ria yang berusaha memancing putri bungsu nya itu agar ia mau segera menikah karena kedekatan nya dengan Dafa ia sebagai seorang ibu takut jika hal buruk terjadi kepada putri nya.


"Ih ibu kok gitu?! ya udah ya udah nanti biar Mia ngomong sama kak Dafa dulu deh!" Pada akhir nya Mia menyerah, dan mau membicarakan rencana pernikahan nya dengan Dafa.


Di kantor di jam istirahat...


Mila berlari menuju toilet di sana ia memuntahkan semua isi perut nya, karena toilet berdekatan dengan ruang photo shoot, Nirmala yang sekilas melihat Mila berlari pun ikut menyusul teman nya itu.


Kebetulan kondisi toilet sedang sepi, Nirmala mendekati Mila.


"Kamu nggak papa Mil?" Tanya Nirmala, Mila yang sudah berbulan-bulan tidak begitu dekat dengan Nirmala pun sedikit sungkan, gadis itu hanya menggelengkan kepala nya.


"Aku bantu ijin ya? biar ku antar ke rumah sakit juga buat di periksa" Ucap Nirmala lagi.

__ADS_1


"Tidak usah La, aku nggak papa kok" Ucap Mila dengan membasuh muka nya.


"Kamu nggak percaya lagi sama aku Mil?" Tanya Nirmala dengan memegang kedua pundak Mila.


"Bukan gitu La, aku nggak enak sama kamu, dulu pas kamu butuh aku, aku nggak bisa apa-apa dan giliran sekarang kamu sudah jadi bintang kamu mau bantu aku yang sedang terjebak di tengah lumpur ini" Ucap Mila dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Jangan gitu Mil, kamu tetap teman ku yang paling ngerti aku kok, mungkin dulu kamu nggak bisa bantu aku tapi dengan kamu percaya kalau aku tidak semurahan itu, itu sudah cukup buat ku untuk masih menganggap mu sebagai teman ku" Jelas Nirmala, mendengar itu Mila menghambur memeluk Nirmala yang ada di hadapan nya.


Gadis itu menangis tersedu di dalam pelukan Nirmala, Nirmala yang dengan kelembutan nya menenangkan teman nya yang seperti nya sedang ada masalah.


"Aku ganti baju dulu ya habis itu kita makan ok!" Ucap Nirmala dengan melerai pelukan nya.


"He'em" Sahut Mila dengan menganggukkan kepala nya.


Di Kantin...


Mila dan Nirmala kini duduk bersama di sudut ruangan, mereka memilih tempat yang agak sepi karena Mila ingin berbagi cerita tentang masalah yang di hadapi nya.


"Cerita lah Mil, aku akan mendengarkan nya, jika aku punya solusi, maka yang terbaik selalu untuk teman ku" Ucap Nirmala dengan senyum tulus nya.


"Jadi... aku... " Sejenak Mila menarik nafas panjang dan menghembuskan nya.


"Aku hamil La" Lirih nya dengan suara yang sangat lirih, bahkan hampir tak terdengar oleh Nirmala, namun dengan melihat gerak bibir Mila, Nirmala tau apa yang di ucapkan teman baik nya itu.


"Apa? Siapa yang menghamili mu?" Tanya Nirmala dengan terkejut.


"Ssssttt jangan kenceng-kenceng ngomong nya, aku malu" Ucap Mila.


"Oh maaf-maaf" Ucap Nirmala dengan menoleh ke kanan dan kiri, untung kantin ini terbilang sepi.


"Cepat bilang pada ku! siapa yang menghamili mu?!" Tanya Nirmala dengan sedikit memelankan suara nya.


"Niko, dia... "


"Kok kamu mau? kamu di jebak atau bagaimana? Apa kamu di paksa?" Ucap Nirmala menerka-nerka dengan mengingat diri nya saat di bobol oleh Kevin.


"Tidak La, kita sama-sama sadar, tapi yang jadi masalah semalam, aku ke rumah Niko dan dia malah marah ketika aku mengatakan kalau aku hamil anak nya" Jelas Mila dengan air mata yang tanpa permisi kembali menetes di pipi nya.


"Kurang ajar memang dia! mau enak nya giliran jadi malah marah! Biar nanti aku yang bilang sama Kevin!" Ucap Nirmala dengan berdiri dari duduk nya.

__ADS_1


"Tidak perlu! aku sudah di sini!...


Bersambung...


__ADS_2