
Mia yang awal nya senang karena berhasil pun lama-kelamaan ikut terbuai dengan belaian-belaian yang di berikan oleh Dafa.
Di tengah-tengah kehangatan kedua nya pun tiba-tiba terdengar suara yang begitu menggetarkan jantung.
"Mia?! sedang apa kalian??!!!" Terdengar suara yang sangat tidak asing bagi Mia, sontak kedua insan itu segera mengakhiri cumbuan yang mulai memanas itu.
"A... A... Ayah?" Ucap Mia terbata, sungguh gadis itu terkejut saat sang ayah tiba-tiba sudah sampai di apartemen nya.
"Kapan ayah sampai?" Tanya Mia dengan senyum kikuk nya.
"Pentingkah kapan ayah datang? dan baju apa yang kau pakai itu?" Tanya Rangga dengan tatapan geram.
Mia pun membelalakkan mata nya dan melihat baju yang dipakai nya, sedangkan Dafa secara reflek segera membuka jas yang ia pakai dan di gunakan untuk menutupi tubuh Mia.
"Jauh-jauh dari putri ku!" Hardik Rangga yang tidak terima laki-laki lain memeluk tubuh putri nya.
"Maaf pak" Ucap Dafa dengan melangkah kan kaki nya menjauhi Mia.
"Dan kau Mia! anak perempuan kok kelakuan kamu kaya gitu! ganti baju kamu cepat!" Tegas Rangga, tanpa menyahuti ucapan ayah nya Mia pun segera berlari ke arah ruang ganti nya.
"Kau ikut aku ke ruang tengah!" Ucap Rangga dengan melempar tatapan tajam nya ke arah Dafa.
"Mia! ayah tunggu di ruang tengah!" Sambung Rangga dengan berteriak.
Kemudian dua lelaki itu pun melangkahkan kaki nya menuju ruang tengah dan duduk di sofa.
Di dalam ruang ganti Mia sudah rapi dengan kaos oblong dan celana jeans selutut nya gadis itu tengah bercermin di depan lemari baju nya.
"Duuuuuhhh ayah ntar pasti marah deh, gimana dong?" Gumam Mia dengan mengigit ujung jari nya.
"Apa gue telfon kak Kevin aja ya?" Terbesit ide brilliant di otak jenius gadis itu.
Mia segera membuka kunci layar ponsel nya dan dengan segera mencari kontak Kevin dengan cara menscroll layar ponsel nya.
Baru saja ketemu kontak Kevin tiba-tiba Rangga memanggil Mia dengan suara lantang nya.
"MIAAA!!!" Terdengar suara Rangga yang mungkin mulai jenuh menunggu nya dan pada akhir nya karena terkejut akan suara ayah nya yang begitu lantang gawai tipis yang di pegang Mia pun terjatuh dan ambyar menjadi tiga bagian.
"Aduh! jatuh deh, ah bodo amat yang penting keluar dulu lah!" Ucap Mia dengan berjalan setengah berlari menuju ruang tengah.
Sesampai nya di ruang tengah gadis imut itu duduk di sofa yang sama dengan Rangga dan Dafa.
"Tolong kalian jelaskan! apa maksud dari pemandangan yang baru saja ayah lihat tadi?" Tanya Rangga dengan pandangan yang mengintimidasi kedua muda mudi yang duduk di samping nya itu.
__ADS_1
"Ah itu ayah, em... itu hanya em... "
"Bicara yang jelas Mia! sejak kapan kau menjadi seperti ini?" Sela Rangga dengan tegas.
"Jika sampai keluarga Arga tau, mau di taruh dimana muka ayah?" Sambung nya lagi dengan mengusap wajah nya frustasi.
"Tidak ayah tidak akan seperti itu, jadi kami berdua, maksud ku Mia dan kak Kevin sudah sepakat untuk tidak melanjutkan hubungan kita... "
"APA?! KAU GILA?!" Lagi-lagi Rangga menyela perkataan Mia.
"Tidak ayah bukan aku, ah itu...sebenar nya, kami memiliki orang yang kami cinta i masing-masing" Dengan suara yang lirih Mia menjelaskan.
"Benarkah? yang ayah lihat nak Kevin itu terlalu sibuk dengan produk baru nya, mana ada waktu dia berkencan seperti kalian ini?" Ucap Rangga dengan memicingkan mata nya.
"Ayah tau, ini hanya akal-akalan mu saja kan? biar kau bisa menggagalkan perjodohan ini?" Sambung Rangga.
"Maaf om menyela, sebenar nya kekasih Kevin itu istri saya... " Mendengar itu tiba-tiba Mia memelototi Dafa dan Dafa menyadari nya.
"Ah bukan, maksud saya mantan istri saya... " Dafa memperbaiki ucapan nya dan sejenak melihat reaksi Mia.
"Dan sebenar nya mereka sudah lama menjalin hubungan" Sambung Dafa, Rangga yang mendengar bahasa Dafa yang sopan pun mulai tersentuh.
"Lalu kalian bertemu dan berusaha membalas dendam atau bagaimana?" Tanya Rangga yang tidak mengerti dengan hubungan kedua nya.
"Tidak ayah, kita sudah sepakat untuk menyudahi hubungan yang tidak sejalan ini" Jelas Mia.
Sejenak Dafa dan Mia pun terdiam dan saling memandang, seolah ragu dengan perasaan kedua nya karena memang Dafa tidak pernah mengatakan kalau diri nya menyukai Mia sebagai seorang perempuan dewasa.
"Kenapa malah diam? kau mencintai nya?" Tanya Rangga kepada putri nya itu.
"Hah em... itu... "
"KAU MENCINTAINYA ATAU TIDAK!!!" Dengan suara yang lantang Rangga bertanya kepada Mia dan dengan spontan gadis itu langsung menjawab.
"Hah iya aku mencintai nya!" kata Mia dan gadis itu segera menutup mulut nya.
"Baiklah ayah tau sekarang, malam nanti kita adakan pertemuan dengan keluarga Arga! ayah pamit dulu!" Ucap Rangga dengan beranjak dari duduk nya.
"Loh ayah nggak mau makan dulu? tadi kita berencana mau makan siang bareng loh" Ucap Mia yang mengikuti gerakan ayah nya yang berdiri dari duduk nya.
"Tidak nak, ayah ada urusan, tadi ayah mampir ke sini karena memang melewati gedung apartemen mu ini" Ucap Rangga dengan mengelus pucuk kepala putri nya itu.
"Oh begitu" Sahut Mia.
__ADS_1
"Ya sudah ayah hampir terlambat ini, dan kau... "
"Dafa om" Sahut Dafa.
"Oh iya Dafa, jangan macam-macam! kalian belum sah!" Tegas Rangga mengingatkan.
"Iya om" Sahut Dafa dengan sopan.
"Bagaimana mau macam-macam orang dia sedikit belok" Batin Mia dengan melirik ke arah Dafa.
Setelah Rangga pergi dari apartemen Mia, Dafa berdiri dan menghampiri Mia yang baru saja masuk.
CEKLIK!!" Tangan Dafa mengunci pintu apartemen Mia dengan posisi gadis itu masih berdiri di depan pintu.
Mia terdiam dengan posisi mereka yang sangatlah dekat itu sampai Dafa dapat merasakan detak jantung Mia.
"Kenapa kau mengatakan kalau kau mencintai ku?" Tanya Dafa dengan menatap sepasang manik coklat yang di hiasi bulu mata lentik itu.
Mendadak Mia menjadi gugup dan mengedip-kedip kan mata nya dengan pelan dan melirik ke kanan dan kiri dan itu sangat lah imut bagi Dafa yang melihat nya.
"Lihat aku Mi!" Ucap Dafa dengan mengangkat dagu Mia agar wajah mereka bertatapan.
Mata kedua nya pun saling bertemu dan Dafa dengan jari jemari nya menyelipkan anak rambut yang menghalangi wajah Mia ke belakang telinga gadis itu.
"Kenapa kau mengatakan kalau kau mencintai ku?" Tanya Dafa lagi dengan suara yang lembut.
"Itu... em... memang begitu" Sahut Mia dengan menundukkan wajah nya.
"Kau mencintai ku?" Tanya Dafa sekali lagi.
"Ya bahkan tanpa ku tau bagaimana perasaan mu pada ku" Ucap Mia.
"Dasar bodoh, bagaimana kau bisa mencintai ku kalau kau saja tidak pernah tau bagaimana perasaan ku, dan lagi aku ini seorang duda dan juga tidak normal" Jelas Dafa.
"Entahlah, aku selalu merasa nyaman setiap kali bersama mu" Jelas Mia.
"Tapi bagaimana jika perasaan ku pada mu sudah biasa saja?" Tanya Dafa.
"Tapi bukankah dulu kau sangat mencintai ku?" Tanya Mia dengan mengingat dulu Dafa sangat mengejar-ngejar diri nya.
"Maaf dulu itu sudah sangat lama, dan sekarang entah ini rasa cinta atau hanya sebatas pelampiasan saja" Ucap Dafa.
"Baiklah, aku yang akan membuat mu jatuh cinta pada ku" Ucap Mia dengan kepercayaan diri yang sangat penuh.
__ADS_1
"Heh baiklah aku menantikan nya...
Bersambung...