
Setelah mendengar penuturan suster Mia dan Dafa pun sontak saling memandang dan mereka berdua baru saja menyadari posisi mereka yang terlihat seperti sepasang kekasih yang berpeluk mesra.
"Aaaaaaa!!!!" Teriak Mia dan Dafa bersamaan kemudian kedua nya segera sling melepaskan pegangan masing-masing.
"Dasar anak pasangan bucin" Ucap Suster itu dengan sengaja menggoda kedua muda-mudi itu.
"Cuku ya Sus!!" Ucap Dafa namun suster itu pun dengan segera kembali keluar kemudian menutup pintu kamar itu.
Terlihat Dafa memejamkan mata sambil menghela nafas nya beberapa kali.
Sedangkan Mia hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala nya.
"Oh iya lo tadi bilang Mia Agensi kan?" Tanya Dafa dengan berusaha mengalihkan topik pembicaraan.
"Ah iya Mia Agensi" Sahut Mia dengan sedikit tergagap karena masih mengingat kejadian barusan.
"Itu kan Agensi model yang baru-baru ini sedang naik daun, dan pendiri nya masih muda lo, gue sih cuma pernah denger-denger dia bakal di jodohin sama CEO perusahaan apa gitu loh" Ucap Dafa dengan mengingat sekilas berita yang lewat di acara tv yang ia tonton.
"Iya masih muda, calon suami nya CEO Kemilau grup, dan pendiri Mia Agensi itu gue" Ucap Mia dengan ekspresi datar nya.
"Hah? elo? hahaha... ngimpi lo! pingsan semalam mimpi nya sekarang" Ucap Dafa mencemooh gadis yang ada di hadapan nya itu.
"Mimpi? nggak kok kak, Mia jujur kok" Jelas Mia.
"Iya deh serah lo aja, yang penting lo nggak rewel" Ucap Dafa dengan mengacak rambut Mia.
"Eh beneran nggak percaya?" Tanya Mia yang berusaha meyakinkan Dafa.
"Iya iya iya gue percaya kok udah lo tenang aja, ntar bakal ada saat lo juga sukses ya tenang aja" Ucap Dafa menenangkan Mia.
"Hah? asli ni orang beneran nggak percaya, terserah kakak lah" Ucap Mia acuh.
Dafa sedikit menahan tawa melihat gadis di hadapan nya itu seolah merajuk karena diri nya tak percaya dengan apa yang di kata kan gadis imut itu.
Di ruang sebelah masih di rumah sakit...
"Masa gini doang harus di rawat inap dok?" Tanya Nurma dengan suara lirih nya.
"Mbak usus buntu itu memang harus di operasi loh, maka nya harus rawat inap" Jelas Dokter yang memeriksa Nurma, sedangkan Nurma hanya duduk dengan meringis menahan sakit.
CEKLEK!!!
Pintu tiba-tiba di buka oleh Firza.
"Permisi dok? kok lama ya? kira-kira dia kenapa? kok pemeriksaan sampai hampir satu jam" Ucap Firza dengan melangkahkan kaki nya mendekati Nurma dan kemudian duduk di samping nya.
"Kok kamu masuk?" Tanya Nurma dengan setengah berbisik.
__ADS_1
"Kamu lama maka nya aku khawatir terus aku langsung masuk aja, takut kamu kenapa-kenapa" Ucap Firza.
"Maaf tuan mungkin istri anda... "
"Maaf dok saya bu... " Nurma yang menyela ucapan dokter tiba-tiba terdiam karena Firza menggenggam tangan nya, kemudian kedua nya saling tatap dan Firza mengedip kan kedua mata nya memberi isyarat agar Nurma diam dulu, akhir nya gadis itu pun menurut.
"Lanjutkan dok" Pinta Firza dengan sopan.
" Baik tuan, sebelum nya saya minta maaf tuan, mungkin istri anda harus segera di operasi, karena usus buntu, coba anda bujuk supaya mau segera di lakukan tindakan, karena jika sampai memecah itu akan beresiko tuan" Ucap Dokter yang ada di hadapan Firza dan Nurma.
Mendengar penjelasan dari Dokter Firza terkejut dan mendengarkan dengan antusias namun berbeda dengan Nurma, gadis dewasa itu malah terlihat memijit kening nya dengan menundukkan kepala nya.
"Mampus gue, kok malah dokter nya bilang kan jadi nya Firza bakal nyuruh gue operasi" Batin Nurma dengan masih menundukkan kepala nya.
"Baiklah dok lakukan yang terbaik" Ucap Firza menyetujui saran dari dokter.
"Baiklah tuan, saya akan segera menyiapkan peralatan nya, untuk istri anda, biarkan dia istirahat dulu di ruang rawat nanti akan ada perawat yang mengantar kalian berdua, saya permisi" Ucap Dokter sebelum keluar dari ruangan periksa.
"Za?" Ucap Nurma dengan memegang lengan Firza.
"Udah kamu tenang aja, aku nggak akan tinggal diam melihat mu seperti ini" Ucap Firza menenangkan Nurma.
"Tapi biaya nya bakal banyak banget lo Za" Ucap Nurma dengan mengerutkan alis nya.
"Kamu fokus saja dengan kesehatan mu, biayanya biar aku saja" Tegas Firza namun masih dengan sisi lembut nya.
"Stop tidak ada penolakan!" Sela Firza dengan menempelkan jari telunjuk nya di bibir Nurma, yang membuat gadis dewasa itu terpaksa menganggukkan kepala nya.
"Permisi tuan, nyonya, mari ikut saya ke ruang sebelah untuk istirahat" Ucap perawat itu.
"Iya sus" Sahut keduanya, yang segera beranjak dari duduk nya dan berjalan mengikuti kemana arah kaki perawat itu melangkah.
Malam hari Kevin sengaja keluar dari ruangan nya lebih lambat dari biasa nya, ia pikir Nirmala masih ada di dalam studio photo.
Terlihat CEO Kemilau grup itu berjalan menuju studio photo, namun setiba nya di depan pintu studio Kevin di kejut kan oleh pintu yang tertutup juga lampu yang sudah di matikan.
"Loh? sudah pulang? kok udah nggak ada orang?" Gumam Kevin dengan melihat pergelangan tangan nya yang di sana terletak arloji macho yang menambah kesan wibawa nya.
Dengan segera Kevin berjalan menuju basemen, namun ketika ia sampai di lobi ia melihat dua orang wanita tengah berbincang, tak sengaja Kevin mendengar pembicaraan kedua nya.
"Lah gimana ya kak ya, aku sendiri kalau di tanya bagaimana perasaanku, ya masih sama kaya dulu, susah kak Move on dari orang yang benar-benar kita sayang" Ucap salah satu wanita itu.
"Tapi sekarang situasi nya udah beda La, dia sudah ada calon istri sedangkan kamu sudah bersuami" Ucap gadis wanita nya lagi.
"Aku harus gimana kak?" Tanya wanita satu nya.
"Jujur saja sama perasaan mu, jalan ni dulu apa ada nya biar saja berjalan apa ada nya, jangan kau terus membohongi diri sendiri" Ucap Kevin dengan melangkahkan kaki nya mendekati kedua wanita yang tiba-tiba saja speechless.
__ADS_1
"Kenapa diam?" Tanya Kevin dengan berdiri di hadapan kedua wanita itu yang tak lain adalah Nirmala dan Anggun.
"Eh Pak Kevin, malam pak? " Ucap Anggun berusaha sesantai mungkin dengan menyapa Kevin lengkap dengan senyum pepsodent nya, sedangkan Nirmala hanya mampu terdiam dan memalingkan wajah nya.
"Kau pulang lah dulu" Ucap Kevin kepada Anggun.
"Tapi saya masih nunggu... "
TIN TIN TIN...
Belum selesai Anggun memberikan penjelasan tiba-tiba seorang laki-laki dengan kuda besi nya berhenti di depan gerbang dekan pos satpam.
"Eh sudah datang, ya sudah pak Kevin, Nir eh Berlian, saya duluan ya?" Ucap Anggun.
"Maaf in gue La gak bisa nolongin lo" Batin Anggun dengan berjalan menjauh.
Kini Nirmala tinggal berdua di lobi bersama Kevin.
"Mau diam saja sampai kapan?" Tanya Kevin dengan menghempaskan bokong nya di kursi yang ada di samping Nirmala.
"Memang nya ada yang perlu di bahas?" Ucap Nirmala tanpa menoleh sedikit pun ke arah Kevin.
Kevin menggenggam pergelangan tangan Nirmala berniat mengajak nya untuk pulang namun wanita itu masih mengingat perlakuan juga pandangan Arga terhadap nya waktu makan siang tadi.
"Maaf pak saya... "
drrrrrtttttzzz...drrrrttttzzz... drrrrttttzzz...
Belum selesai Nirmala beralasan tiba-tiba ponsel nya berdering tanda ada panggilan masuk.
Nirmala segera membuka tas selempang nya dan mengeluarkan ponsel nya dan di sana tertera nama Nurma yang tak lain adalah kakak nya, dengan segera ia menggeser tombol hijau yang tertera di layar.
"Halo kak?" Ucap Nirmala setelah panggilan itu tersambung.
📞"Halo La? ini kakak di rumah sakit" Terdengar suara Nurma dari seberang panggilan.
"Apa? rumah sakit? kakak kenapa? terus di sana sama siapa?" Tanya Nirmala terlampau panik.
📞"Ada Firza kok tenang aja" Sahut Nurma santai walau pun lirih dan terdengar lemas.
"Ya sudah Mala ke sana ya kak, kirim alamat nya sekarang" Ucap Nirmala yang kemudian memutuskan sambungan telfon nya.
Nirmala dengan segera beranjak dari duduk nya dan hendak berjalan meninggalkan Kevin, namun dengan cepat Kevin meraih lengan Nirmala dan menahan nya.
"Mau kemana?...
Bersambung...
__ADS_1