
"Aku merindukan mu sayang" Ucap Kevin dengan setengah berbisik, suara serak yang kini menahan tangis agar tidak pecah itu sungguh menusuk ke dalam relung jiwa Berlian yang tak lain adalah Nirmala.
"Tapi Kevin... "
"Ssssttt jangan kau ucap kata itu, aku ingin mendengar alasan mu kenapa kau mengkhianati ku?" Dengan mata sayu yang berkaca-kaca Kevin menyela ucapan Nirmala.
Jari telunjuk yang kini menempel di benda merah kenyal nan menggoda itu membuat jantung Nirmala semakin berdetak lebih kencang.
"Kau meminta alasan?" Tanya Nirmala dengan menatap netra tajam di hadapan nya itu dengan begitu dalam.
Kevin hanya menganggukkan kepala nya, dengan tangan yang masih membelai surai hitam yang tergerai menghiasi wajah ayu di hadapan nya itu.
"Tau kah kau, bagaimana perasaan ku setelah kau mengeluarkan ku dari perusahaan yang kini kau pimpin itu? dan tau kah kau bagaimana rasa hati ku setelah kau memecat ku, aku melihat berita mu yang tersebar luas di media sosial, kau akan segera bertunangan dengan gadis yang sederajat dengan mu" Ujar Nirmala dengan menahan bulir bening yang kini tengah mengintip di setiap sudut mata.
"Di saat aku di serang gosip yang entah kebenaran nya itu, dimana kamu? aku terpuruk menahan malu, dan di sana di waktu yang tepat itu, seorang lelaki datang menghampiri ku, mau bertanggung jawab dan menikahi ku, apalah harapan hidup ku? jika kau saja sudah menerima wanita lain, salah kah aku jika aku juga membuka hati ku untuk laki-laki lain?" Sejenak Nirmala menghela nafas nya.
"Tidak sayang bukan seperti itu, sayang ku hanya untuk mu, hati ini tak kan berlabuh pada siapa pun, semua ini hanya ke salah pahaman" Jelas Kevin.
"Ke salah pahaman? bukti mana lagi yang akan semakin meyakinkan ku bahwa kau dan aku kini telah berpisah?" Pada akhir nya bulir bening itu meleleh di pipi putih mulus itu. Sejenak Nirmala menghela nafas dan menyeka air mata yang berjatuhan di pipi nya.
"Pertama di setiap media sosial, kedua di kantor mu siang tadi dia dengan nyaman memanggil mu sayang dan kau tidak keberatan, lalu kau menerima setiap usulan dari nya termasuk menjadikan ku BA di produk baru mu itu" Dengan menggelengkan kepala nya pelan Nirmala semakin terisak.
"Tidak Kevin, kita sudah berakhir, jangan kata kan apa pun lagi" Ucap Nirmala ketika Kevin baru saja membuka mulut nya.
"Tidak sayang kau salah paham, bukan seperti itu maksud ku, kau tidak tau seberapa banyak aku menolak setiap kerja sama yang ia ajukan, tapi untuk hari ini aku menerima karena itu kau walau dengan identitas baru mu" Ucap Kevin dengan memandang wajah sendu di hadapan nya itu.
"Maaf, saat itu aku tidak bisa berbuat apa-apa" Sambung Kevin dengan menangkup kedua pipi Nirmala.
__ADS_1
"Nirmala, pandang aku sayang!" Ucap Kevin dengan memandang lekat wajah cantik itu.
"Kau masih menyimpan rasa itu di hati mu? cinta kita, masih dapat ku lihat itu di dalam mata mu" Ucap Kevin dengan perlahan memangkas jarak di antara kedua nya.
"Stop Kevin! jangan laku kan itu! kau akan menyakiti Mia" Ucap Nirmala dengan menahan bibir Kevin dengan jari telunjuk nya.
"Tidak ada yang ku perduli kan selain diri mu" Ucap Kevin yang kemudian menepis pelan jari yang bertengger di bibir nya itu, dan ia segera menarik tengkuk Nirmala agar wanita itu semakin dekat dengan nya, dan
CUP!!!
Tanpa menunggu lama kedua benda lembab nan kenyal itu saling menempel satu sama lain.
Nirmala terkejut dengan apa yang di lakukan Kevin ia pun berontak, namun semakin ia berontak semakin erat Kevin menahan, akhir nya ia pun main cantik dengan cara menerima juga membalas setiap ******* yang diberikan oleh Kevin.
Tak mau membuang kesempatan yang ia dapat, Kevin pun menurunkan sandaran kursi Nirmala, hingga wanita pujaan nya itu terbaring di sana.
Nirmala yang awal nya hanya ingin mencari lengah nya Kevin pun malah semakin terbuai oleh setiap sentuhan yang di berikan Kevin.
Tangan Kevin mulai berkelana di tempat terlarang, ia mulai menelusup masuk ke semak belukar yang lembut dan lembab itu, ketika tersentuh sesuatu yang kecil dan mengganjal di sana tubuh Nirmala menggelinjang hebat, melihat itu Kevin semakin gila memainkan si kecil mungil yang terselip di antara semak belukar itu.
"Keh... vin haaahhh stop! no Kevin! jangan haah... " Dengan nafas yang mulai tidak teratur Nirmala berucap, namun Kevin seakan tuli, ia semakin menggila dengan beralih mengecup leher jenjang Nirmala dan semakin turun menuju dua gundukan yang lembut dan kenyal itu, ia menyesap dan sesekali menggigit-gigit kecil di area sana membuat sang empu nya menggeliat tak karuan.
"Kevin hah... hahh... haah... stop please" Nirmala memohon dengan tatapan mata yang sayu ketika Kevin mulai menurunkan segitiga emas yang menutupi aset negara itu.
"Kenapa? Jika tubuh mu saja sudah menerima ku, ada apa dengan hati mu? kenapa kau menolak padahal jelas-jelas kau sudah sangat basah sayang, kau yakin tidak akan menyesal jika aku tidak melanjutkan nya?" Tanya Kevin.
"Tidak masalah, ada suami ku di rumah" Sahut Nirmala yang mampu membuat Kevin terbakar api cemburu.
__ADS_1
"Maksud mu kau akan bermain dengan nya malam ini? jangan harap, akan ku buat kau lemas dan tidak akan bisa melayani nya malam ini" Ucap Kevin yang segera berpindah posisi ke area aset negara yang terhalangi segitiga emas itu.
Sungguh pemandangan indah yang sangat menggiurkan, Kevin membelai nya secara perlahan dan itu mampu membuat Nirmala menggeliat, refleks tangan Nirmala menahan tangan Kevin dan menutup aset nya, melihat itu Kevin segera melepas dasi yang melingkar di leher nya, dan dengan paksa ia menarik kedua tangan Nirmala dan di ikat nya sepasang tangan itu di atas kepala wanita cantik itu.
"Kevin, apa yang kau lakukan, ini bukan kau sayang, sadar lah" Ucap Nirmala dengan mata sayu nya.
"Kata kan jika kau masih mencintai ku Nirmala" Ucap Kevin dengan memainkan lembah kenikmatan itu dengan jemari nya.
"Tidak Kevin, ini tidak benar" Ucap Nirmala yang berusaha berontak, namun dengan gerakan pemberontakan nya itu membuat Kevin semakin terbakar nafsu.
Lelaki itu malah semakin menggila di bawah sana, ia menjulurkan lidah nya dan menjilat belahan buah peach di hadapan nya itu, setiap kali ia menyentuh biji buah peach itu ia semakin candu dengan permainan baru nya itu.
Tubuh Nirmala yang awal nya menolak, semakin kesini perlahan ia mulai menggoyang dengan pelan, juga di imbangi dengan de***an yang mempu membakar gairah Kevin.
"Karena kau sudah menikah, harus nya ini tidak akan sulit kan" Ucap Kevin dengan mengeluarkan senjata ampuh yang selama ini ia simpan dengan rapi.
Dengan menganga Nirmala melihat benda yang begitu besar, seketika ketakutan nya mulai mencuat.
"Ta... tapi Kevin, i... itu terlalu besar" Dengan gugup Nirmala mengatakan nya.
"Kenapa terkejut? seperti baru pertama melihat nya saja" Ucap Kevin yang mulai menggesekkan benda pusaka nya itu pada tempat nya.
Rasa nikmat kembali menguasai Nirmala, wanita itu kini seolah menginginkan lebih, itu dapat di lihat dari pinggul nya yang mulai ia naik turunkan.
Melihat reaksi sang pujaan hati nya Kevin pun mengarahkan benda pusaka itu dan menusukkan nya dengan pelan.
"Aakkhhh Kev... viiiinnn sakiiiiiitttt....
__ADS_1
Bersambung...