The Love Secret (Bertahan Di Tengah Kesalahan)

The Love Secret (Bertahan Di Tengah Kesalahan)
Eps. 29


__ADS_3

Dengan posisi wajah yang begitu dekat dan detak jantung yang saling beradu kedua nya pun merasa kan getaran-getaran yang aneh yang muncul dari dalam hati nya.


"Ekhem... ma maaf" Ucap Mia dengan berusaha berdiri namun ia kembali terjatuh lagi karena kaki nya masih sedikit lemas efek obat.


"Tu kan kaki mu saja masih lemas bagaimana bisa berjalan?" Ucap Dafa dengan memapah Mia agar duduk di kursi yang tadi ia tempati.


"Tapi kak, Mia pengen jalan-jalan, terus kalau pakai kursi roda nanti kakak capek dorong kur... "


"Lah terus kalau begini gue juga bakal capek mapah terus akhir nya lo minta gendong karena nggak kuat jalan lagi, lebih capek mana coba?!" Cecar Dafa dengan berkacak pinggang di hadapan Mia.


"Hehehehe... " Gadis itu malah nyengir pepsodent dengan menatap Dafa yang menampilkan wajah kesal nya.


"Haha hihi haha hihi! tunggu bentar gue ambil kursi roda dulu" Dengan wajah di tekuk Dafa menirukan suara tawa Mia, kemudian pemuda itu berjalan mencari kursi roda.


Setelah Dafa menghilang di balik pintu, perlahan Mia mengembangkan senyuman nya.


"Aaaaaaaa ya ampun sweet banget sih si abang hehehe... coba aja calon suami ku si kulkas lima pintu itu bisa se sweet kak Dafa" Gumam Mia dengan membanding-bandingkan kedua pria itu.


Tak lama kemudian Dafa kembali masuk ke dalam ruangan itu dengan membawa kursi roda.


"Ayo hati-hati" Ucap Dafa dengan memapah Mia dan membantu nya duduk dengan nyaman di kursi roda.


"Makasih kak" Ucap Mia dengan senyum manis nya yang langsung membuat Dafa memalingkan wajah nya karena saat itu sungguh ia pun terpesona dengan keimutan gadis di hadapan nya itu.


"Kak?" Panggil Mia karena Dafa memalingkan wajah nya cukup lama.


"Eh iya?" Tergagap pemuda itu segera berjalan memutar dan stay di belakang Mia.


"Baiklah kita jalan-jalan kemana tuan putri?" Tanya Dafa.


"Masih sama dengan rencana awal pangeran, kita ke taman" Ucap Mia dengan penuh semangat, dan lagi-lagi ucapan nya membuat pipi Dafa memerah bak buah tomat yang sudah siap panen. Mereka berdua pun menuju taman belakang rumah sakit.


Di apartemen...


"Kamu bener nggak mau ke rumah sakit? wajah mu pucat lo Yank" Ucap Firza dengan menyentuh kening Nurma.


"Em... " Nurma hanya menggelengkan kepala nya dengan memindahkan tangan Firza dari kening nya.


"Kita panggil dokter deh ya?" Masih dengan membujuk kekasih hati nya Firza berharap agar gadis itu mau untuk di periksa kondisi kesehatan nya.


"Nggak usah lah Za kasihan dokter nya" Lirih Nurma, mendengar sahutan Nurma Firza pun menepuk kening nya.

__ADS_1


"Kok kasihan? kan emang sudah tugas mereka, kalau kamu nggak mau dokter nya yang ke sini kita ke rumah sakit aja gima... "


"Duuuuhh ya sudah ya sudah ayok, bawel kayak emak-emak" Gerutu Nurma menyela perkataan Firza, akhir nya gadis itu mau untuk di ajak ke rumah sakit.


Mereka berdua pun ke rumah sakit dengan mengendarai mobil Firza. Nurma tertidur di sepanjang perjalanan, Firza yang fokus menyetir sesekali melihat ke arah Nurma yang tertidur.


"Jangan sakit dong Yank" Gumam Firza dengan sekilas mengelus pucuk kepala Nurma dan kembali fokus dengan jalanan di hadapan nya.


Di taman rumah sakit...


Senyum lebar mengembang menghiasi wajah imut gadis yang kini tengah duduk di atas kursi roda.


"Makasih ya kak?" Ucap Mia dengan masih memejamkan mata nya juga ia tak sedikit pun mengurangi senyuman manis itu.


Dafa hanya tersenyum dengan posisi masih stay berdiri di belakang kursi roda.


"Balik yuk bentar lagi pasti hujan" Ajak Dafa yang sebenar nya sudah merasakan gerimis yang mengenai salah satu tangan nya.


"Yah kok udahan sih, padahal kan masih asik" Gerutu Mia dengan wajah yang kesal.


Tapi Dafa dengan senyum tipis nya tetap mendorong kursi roda Mia dengan perlahan, masih dengan raut wajah yang di tekuk Mia menuruti kemauan Dafa, akhir nya mereka berjalan kembali menuju kamar Mia.


Namun ketika mereka berjalan melewati parkiran tiba-tiba Dafa melihat sosok yang tidak asing lagi di indra penglihatan nya.


Demi menghindari pertemuan yang tidak di inginkan ini, dengan segera Dafa membawa Mia kembali menuju taman belakang.


"Loh loh loh kak, kita balik lagi ke taman?" Tanya Mia dengan bingung.


"Hah? iya kita balik" Sahut Dafa dengan sesekali ia menoleh ke arah belakang dimana ada Firza yang membantu Nurma berjalan.


Saat Firza dengan tidak sengaja menatap ke arah Dafa, pemuda itu dengan segera menghadap lagi ke depan dan segera berbelok ke samping tembok.


"Kok kaya kenal ya? tapi siapa?" Gumam Fiza dengan masih memandang ke arah tembok dimana Dafa menghilang.


"Ah bodo amat lah" Gumam nya lagi yang kemudian langsung memasuki rumah sakit.


Di balik tembok...


Dengan nafas yang ngos-ngosan Dafa bersandar di samping tembok.


"Kakak kenapa?" tanya Mia yang menyadari ada ke anehan pada diri Dafa.

__ADS_1


"Itu hah... hah... hah... ada kakak ipar gue" Ucap Dafa dengan mengatur nafas nya.


"Kakak ipar? jadi beneran udah nikah nih?" Tanya Mia dengan menatap Dafa.


"Hah? iya lah bener" Ucap Dafa.


"Terus kenapa harus lari?" Tanya Mia.


"Ya... ya... ya iya ya kenapa gue lari? padahal kan gue nggak ngapa-ngapain" Ucap Dafa dengan menggaruk kepala nya.


"Hayooooo... jangan-jangan nih ya? hayo jangan-jangan" Sengaja Mia menggoda Dafa dengan senyum jail nya gadis itu menaik turunkan kedua alis nya.


"Jangan-jangan apa? nggak ada apa-apa kok" Ucap Dafa berusaha tenang.


"Terus kalau nggak ada apa-apa kenapa harus sembunyi? kan bisa ngomong apa ada nya juga kita nggak salah kok" Jelas Mia.


Dafa terdiam sejenak, ia mencerna dengan baik setiap kata yang keluar dari mulut gadis imut di hadapan nya itu.


"Bener juga kata ni bocil, kenapa gue harus lari? kenapa gue takut ketahuan sama mereka? padahal kan kita nggak ada apa-apa, aneh gue kenapa sih?" Batin Dafa dengan memijit pelan kening nya.


"Kak gerimis" Ucap Mia yang terkena rintikan air hujan yang mulai terjatuh dari ketinggian langit.


"Eh iya, ya udah kita balik ke kamar ya!" Ajak Dafa yang langsung di setujui oleh Mia.


Baru saja Dafa melangkahkan kaki melewati pintu rumah sakit ia melihat Firza tengah duduk di ruang tunggu.


"Ok kita lewat sana saja" Gumam Dafa dengan membelokkan kursi roda Mia agar tidak lewat di depan Firza.


"Kak tapi kan kamar Mia di sana" Ucap Mia dengan menunjuk ke arah di mana Firza duduk.


"Nggak papa kita jalan-jalan dulu" Sahut Dafa dengan terus mendorong kursi roda yang di duduki oleh Mia.


"Hem... ok" Ucap Mia dengan senyum yang mengembang.


Setelah melewati jalan yang memutar begitu lama, akhir nya Dafa dan Mia berhasil sampai di depan kamar Mia.


"Oh akhir nya, kaki ku serasa mau copot" Batin Dafa ketika mereka sampai di depan pintu kamar.


Namun baru saha mereka berdua masuk ke dalam tiba-tiba ada seseorang yang memanggil ke dua nya.


"Dafa?" Panggilan dengan suara khas wanita itu mengagetkan Dafa, perlahan Dafa menoleh dan betapa terkejut nya ia ketika mendapati seorang wanita berdiri di belakang nya...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2