The Love Secret (Bertahan Di Tengah Kesalahan)

The Love Secret (Bertahan Di Tengah Kesalahan)
Eps. 16


__ADS_3

"Apa ini? apakah semalam aku dan Nirmala sudah melakukan nya?" Batin Dafa dengan mata yang masih terpejam.


"Eh tunggu tunggu tunggu! gue kan semalam nggak pulang" Batin nya lagi yang segera ia membuka mata nya dan melihat ke samping nya.


"ASTAGA!!!" Teriak Dafa ketika ia mendapati tubuh polos nya tengah bersama Rio dalam satu ranjang.


Rio yang masih asik di dunia mimpi nya pun ikut tersentak gegara suara Dafa yang memekakkan telinga.


"WAAAAA!!" Teriak Rio ketika netra nya mendapati hal sama yang di dapat oleh Dafa.


Kedua nya pun terdiam sejenak, kemudian saling pandang.


"KAU... " Ucap mereka berdua secara bersamaan kemudian dengan gerakan yang sama kedua nya mengacak rambut nya.


"Aaaaarrrggghhh!!!" Sungguh pagi hari yang di awali dengan rasa frustasi.


"Sorry Fa, mungkin ini salah gue" Lirih Rio yang meminta maaf karena ia merasa diri nya lah yang salah karena telah memiliki rasa yang lebih kepada Dafa yang nyata-nyata sama-sama laki-laki dengan diri nya.


"Eh nggak kok... "


"Maksud lo, lo nggak marah?" Sela Rio dengan pertanyaan konyol nya yang membuat Dafa membelalakkan mata nya.


"Ya nggak marah bukan berarti kita akan mengulangi nya lagi dudul!!" Ketus Dafa dengan beranjak dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.


"Fa, Maaf? " Ucap Rio sekali lagi, yang membuat Dafa menolehkan wajah nya ke arah Rio yang masih duduk di ranjang.


"Hem, santai aja, lagian semalam gue juga salah kok" Ucap Dafa dengan melanjutkan langkah nya memasuki kamar mandi.


Beberapa menit kemudian...


Dafa keluar dari kamar mandi hanya menggunakan celana boxer nya saja dan itu membuat Rio memalingkan wajah nya dengan pipi yang bersemu merah.


"Heh kaya anak perawan liat pisang ambon aja! lo juga punya kali" Ucap Dafa sambil mengusap-usap rambut basah nya menggunakan handuk.


"Ekhem... itu... gue juga nggak tau kenapa jantung gue begini" Lirih Rio dengan memegangi dada nya.


Dafa yang khawatir sahabat nya itu kenapa-kenapa pun segera mendekat dan duduk tepat di hadapan Rio.


"Lo baik-baik aja kan?" Tanya Dafa dengan memegang dada Rio, di suguhkan pemandangan roti sobek di hadapan mata pun membuat Rio berkali-kali kesusahan menelan ludah nya.


"Hem... gue baik-baik saja kok" Sahut Rio dengan memandang perut six pack milik Dafa kemudian berpindah ke bibir sensual Dafa.


Perlahan Rio mendekatkan wajah nya ke wajah Dafa.


"Eh eh gila, lo mau apa?" Tanya Dafa yang mulai curiga dengan kelakuan Rio.


"Gue mau lo!" Ucap Rio dengan mencengkeram benda Dafa yang masih melemas dan satu tangan nya yang menahan tengkuk Dafa.

__ADS_1


"Rio! jangan aneh-aneh lo ya!" Teriak Dafa.


"Kan barusan lo bilang lo nggak marah" Sahut Rio dengan menggigit bibir bawah nya.


Dengan sekuat tenaga Dafa berusaha mendorong tubuh Rio namun entah kenapa Rio malah berhasil memangkas jarak diantara mereka dan sesuatu yang masih tenang fi bawah sana perlahan menegang.


"Duh nggak beres ni! kok bisa lo bangun gegara dia sih tong! udah gila kali gue" Batin Dafa dengan memejamkan mata nya, perasaan nya kini tengah berperang dengan nafsu yang mulai bergejolak.


CUP!!!


Bibir Rio pun berhasil menggapai bibir Dafa yang membuat sang empu nya membelalakkan mata.


Sungguh hati dan pikiran Dafa berperang entah siapa yang menang karena jujur saja perbuatan mereka itu salah dan sama sekali tidak bisa di benarkan, namun tak dapat ia pungkiri kalau bibir Rio sangat lah lembut dan juga manis, perlahan Dafa pun memejamkan mata nya.


...****************...


Di Mia Agensi...


Nirmala terlihat duduk di antara para pemuda dan juga gadis yang akan mendaftarkan diri mereka menjadi model di agensi baru tersebut.


"Mbak nya mau daftar juga?" Tanya salah seorang model wanita.


"Hehe iya mbak iseng-iseng, siapa tau rejeki" Sahut Nirmala dengan sopan.


"Baru pertama kali ikut agensi mbak?" Tanya gadis itu lagi.


"Nomor selanjut nya 105" Terdengar panggilan dari dalam ruangan, dan 105 adalah nomor antrian milik Nirmala, ia pun segera berdiri.


"Saya duluan ya mbak" Ucap nya berpamitan dengan orang yang ada si samping nya tadi.


"Iya mbak semangat ya" Ucap orang itu dengan mengepal kan tangan nya memberi semangat kepada Nirmala.


Nirmala hanya tersenyum dan melangkahkan kaki nya memasuki ruangan.


"Selamat siang kakak" Sapa seorang gadis yang ada di dalam ruangan itu.


"Iya siang" Sahut Nirmala dengan gugup.


"Kakak baru pertama kali ya?" Tanya gadis itu dengan melihat ke arah Nirmala kemudian melihat ke arah berkas-berkas Nirmala yang tertulis biodata nya.


"Eh iya kak, mohon bantuan nya ya?" Ucap Nirmala dengan sopan.


"Ok kita mulai dari photo shoot dulu ya kak" Ucap gadis itu. Nirmala hanya menganggukkan kepalanya kemudian ia berjalan menuju studio foto.


"Eh tunggu kak!" Teriak gadis tadi.


"Iya ada apa?" Tanya Nirmala dengan membalikkan tubuh nya menghadap ke arah gadis tadi.

__ADS_1


"Kakak sudah menikah?" Tanya gadis itu, yang membuat Nirmala sedikit terkejut dan ia mulai berpikir yang tidak-tidak padahal jalan rejeki sudah ada di depan mata.


"Eh itu... apa tidak boleh ya kak? wanita yang sudah menikah mendaftar jadi model?" Tanya Nirmala dengan tetap menjaga kesopanan nya.


"Tidak tidak bukan begitu, kakak kalau sudah menikah kan berarti bisa lebih percaya diri kan ya, coba kakak photo shoot di bagian sana, tapi kakak sudah ijin sama suami kan?" Tanya gadis itu lagi.


"Aman suami saya mah" Ucap Nirmala dengan enteng nya, ia pun mulai memasuki ruangan yang di sana sudah ada satu fotografer dan satu lagi seorang wanita yang akan menilai nya.


"OMG gue dapet berlian dewasa dong, bukan hanya mutiara kecil" Teriak sang fotografer ketika mengarahkan kamera nya ke tubuh Nirmala.


"Apaan sih lo!" Ucap gadis yang ada di samping sang fotografer, Nirmala dibuat kikuk oleh kedua nya namun wajah yang menampakkan malu-malu itu malah di ambil oleh sang fotografer.


CEKREK!!


"Aduh kak, saya kam belum siap" Ucap Nirmala yang terkejut.


"Eh cin kamu kesini deh, coba lihat hasil nya" Ucap si fotografer itu, Nirmala pun ikut mendekat dan melihat foto nya yang di ambil tanpa persiapan tersebut.


"Waaaaaaahhhh amazing" Ucap gadis itu dengan membelalakkan mata nya.


"Ih tanpa ekspresi gitu kok di bilang bagus kak?" Sangkal Nirmala yang sedikit tak suka dengan pose nya.


"Eh kamu siapa nama mu?" Tanya sang fotografer.


"Nirmala kak" Ucap Nirmala dengan sopan.


"Ok panggil saja gue Anggun" Ucap gadis yang bertugas menilai.


"Dan gue Lexi" Ucap si fotografer dengan gemulai nya.


"Dih najis Lexi, Alex kali" Sangkal Anggun dengan menoyor kepala Lexi.


"Alex itu kalau sedang di rumah kalau di sini Lexi aja ya cin" Ucap Lexi yang tak mau mengalah.


"Di najrong!" Anggun berucap sambil bergidik.


Nirmala pun ikut tertawa karena pertengkaran kecil mereka.


"Oh iya kak Anggun, boleh di ulang nggak ambil foto nya tadi, soal nya benar-benar nggak siap aku" Ucap Nirmala yang mulai akrab dengan Anggun dan Lexi.


"Nggak usah lo say, itu udah bagus banget kan kelihatan nya kaya malu-malu menggoda gitu, dah cocok buat iklan peluncuran parfum dan sabun mandi" Jelas Anggun.


"Loh kok parfum? saya kan baru daftar dan mau ikut kelas kursus" Ucap Nirmala.


"Nggak usah kursus! buang-buang duit saja, dah kursus disini aja aku bantu in" Anggun menawarkan.


Nirmala telihat bingung karena sungguh ia belum siap jika langsung turun ke dunia iklan...

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2