The Love Secret (Bertahan Di Tengah Kesalahan)

The Love Secret (Bertahan Di Tengah Kesalahan)
Eps. 24


__ADS_3

"Dahlah, lo bilang begitu karena lo belum nyentuh Nirmala kan?" Tebak Rio, mendengar tebakan yang benar itu Dafa malah dengan cepat mel***t bibir Rio dengan rakus.


"Stop Fa!" Ucap Rio dengan mendorong dada Dafa, namun Dafa tak meu menyerah begitu saja, ia malah semakin menekan tengkuk Rio dan memperdalam l***tan nya.


Awal nya Rio menolak namun semakin Dafa memainkan lidah nya, Rio pun semakin terbang di buat nya mereka pun tenggelam dalam cumbuan.


Di sisi lain Sore hari Nirmala telah selesai mengerjakan photo shoot nya, ia terlihat tengah berganti baju di dalam ruang ganti.


"Aduh celana ku ketinggalan lagi" Ucap Nirmala yang baru saja memakai baju atasan nya.


"Kak, kak Anggun? boleh minta tolong nggak?" Teriak Nirmala dari dalam ruang ganti.


"Iya ada apa?" Terdengar suara Anggun dari luar.


"Bisa, tolong ambilkan celana ku kak, kayak nya ketinggalan di dekat tas ku" Ucap Nirmala.


"Ok tunggu ya" Teriak Anggun.


Cukup lama Nirmala menunggu di dalam ruang ganti.


Di samping tempat gaun-gaun yang bergantungan Anggun mencari-cari celana Nirmala.


"Dimana sih? kata nya di samping tas, ini tas nya tapi celana nya? " Gumam Anggun dengan terus mencari.


"Sedang apa?" Tanya seorang laki-laki yang berdiri dibelakang Anggun, seketika Anggun pun menghentikan aktivitas nya dan berdiri kemudian berbalik menghadap ke arah sumber suara.


"Eh pak Kevin hehe... " Dengan tersenyum kikuk Anggun menyapa laki-laki yang berdiri di belakang nya yang tak lain adalah CEO Kemilau grup.


"Saya tanya kau sedang apa? dimana Berlian?" Tanya Kevin dengan ekspresi datar.


"Saya mencari... "


"Ini?" Tanya Kevin dengan menenteng celana jeans milik Nirmala.


"Oh iya pak itu" Ucap Anggun dengan senyum kikuk nya.


"Dimana pemilik nya?" Tanya Kevin.


"Ah itu Berlian sedang ada di ruang ganti pak... " Belum selesai Anggun berkata Kevin sudah berjalan menuju ruang ganti.


"Aduh pak dia... "


"Kau urus saja barang-barang nya!" Lagi-lagi Kevin menyela kata-kata Anggun, mau tak mau Anggun menuruti nya.


"Maaf in gue La, lo pasti bakal kaget" Batin Anggun dengan menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


Nirmala mondar-mandir di dalam ruang ganti, sungguh penantian itu sangat membosankan.


"Kok kak Anggun lama ya?" Gumam nya.


TOK TOK TOK...

__ADS_1


Baru saja ia bergumam pintu ruang ganti itu tiba-tiba di ketuk oleh seseorang, tanpa rasa ragu Nirmala pun sedikit membuka pintu itu dan sebuah tangan mengulurkan celana nya dari luar.


"Terimakasih" Ucap Nirmala, mendengar suara Nirmala yang ada di dalam ruang ganti Kevin segera menerobos masuk.


Brak! Ceklik!


Pintu tertutup dan dengan sengaja Kevin mengunci nya, sungguh Nirmala saat itu terkejut bukan main, namun ketika ia hendak berteriak Kevin dengan cepat langsung membungkam mulut wanita pujaan nya itu.


Dengan mengerutkan kedua alis nya Nirmala memandang Kevin, dengan paksa pula Nirmala menepis tangan Kevin yang membungkam nya.


"Kevin?" Lirih nya dengan tatapan tajam.


"Ssssttt jangan berisik, di luar ada manager mu" Bisik Kevin dengan menyelipkan rambut Nirmala yang menghalangi wajah nya ke belakang telinga.


"Apa yang kau lakukan di sini?!" Masih dengan menahan amarah Nirmala bertanya.


"Aku ingin meminta maaf" Ucap Kevin.


"Tapi tidak seperti ini cara nya Kevin!" Ucap Nirmala dengan mengalihkan pandangan nya.


Kevin mengangkat dagu Nirmala agar gadis itu memandang diri nya.


"Sayang, kita mulai dari awal ya, kita sama-sama berjuang, aku berjanji tidak akan menikahi gadis kecil itu" Ucap Kevin dengan tatapan yang menusuk ke dalam netra indah yang ada di hadapan nya itu.


"Mudah sekali kau berkata seperti itu?" Ucap Nirmala dengan balik menatap tajam mata Kevin.


"Ayolah Nirmala jangan kau tarik ulur hati ku, aku tau di dalam hati mu masih ada aku kan Yank?" Ucap Kevin dengan tatapan sendu.


Sungguh kenyataan yang begitu pahit yang saat ini di rasakan oleh Nirmala.


"Sayang, lihat aku" Lirih Kevin dengan mengangkat kembali dagu Nirmala, perlahan mata Nirmala memandang ke arah Kevin, sejenak netra kedua nya pun saling bertemu.


"I Love you and I miss you" Lirih Kevin dengan menyatukan kening mereka.


"No Kevin, jangan" Bisik Nirmala dengan menahan dada Kevin dengan kedua tangan nya, namun perlahan Kevin memiringkan kepala nya kemudian ia mendekatkan bibir nya dengan bibir Nirmala.


Tangan Kevin dengan lembut memindahkan kedua tangan Nirmala agar berpegangan pada leher kokoh milik nya, entah terkena sihir dari mana Nirmala menuruti semua yang Kevin lakukan.


Satu tangan Kevin dengan perlahan dan penuh kelembutan menarik tengkuk Nirmala sedangkan tangan yang lain mengelus dengan penuh gairah pipi wanita yang kini dibawah kuasa nya itu.


Dengan nafas yang mulai memberat Kevin mulai menyatukan kedua bibir yang sudah semakin dekat itu.


Nirmala seakan terhipnotis oleh kelembutan Kevin wanita itu seolah merasa diri nya terbang ke masa dimana kedua nya masih saling mencintai dan menjalin hubungan tanpa gangguan sedikit pun.


Kecupan demi kecupan kini beralih menjadi lum***n yang semakin mendalam, dimana kedua nya sama-sama saling menyesap.


Di luar ruangan Anggun yang membereskan barang-barang sisa-sia pemotretan tadi merasa mendengar suara yang aneh.


"Cpak-cpak, emh... cpak... " Sejenak Anggun menghentikan aktivitas nya.


"Ih kok kaya denger suara sih?" Gumam Anggun dengan mengusap-usap tengkuk nya yang mulai merasa merinding.

__ADS_1


"Suara apa ya? mana udah mau gelap lagi" Gerutu nya dengan memisahkan gaun yang belum di pakai sama yang sudah di pakai.


Dengan cepat ia menyelesaikan pekerjaan nya, karena memang situasi dan kondisi kantor sudah mulai sepi, karyawan dan staf-staf yang lain sudah mulai meninggalkan kantor satu persatu.


"Gila, ini si Mia kemana lagi bisa nya cuma ngomel doang, pas acara begini nggak muncul, muncul kek bantuin gue gitu!" Gerutu nya masih dengan tangan yang sibuk.


"Heh, Emang nya enak ya jadi in gue bahan gosip, udah ngomong sendiri kaya ODGJ aja" Tiba-tiba suara omelan yang sudah familiar di telinga Anggun pun muncul tanpa ia sadari.


"Mampus gue, do'a gue terkabul tapi kok ya tidak lihat suasana sih" Lirih Anggun dengan menepuk kening nya.


"Kenapa Njun? masih mau gibahin gue?" Omel Mia dengan suara cempreng nya.


"Hah? ng.. nggak miss, Miss Mia mau bantu in Anggun ya? hehe balik lagi ke sini" Tanya Anggun dengan senyum kikuk nya.


"Enak aja bantu in, jadi gue bayar lo buat apa?!" Oceh Mia dengan kembali melangkahkan kaki nya keluar dari ruangan itu.


"Gue mau nyari Kevin, mau pulang!" Ucap Mia dengan langkah yang semakin menjauh.


Suara Mia terdengar sampai ke dalam ruang ganti, dan itu membuat Nirmala menghentikan kegiatan Kevin.


"Stop Vin! hah...haah...hah... calon istri mu mencari mu! lebih baik kau segera keluar dari sini" Bisik Nirmala dengan nafas yang kurang teratur.


"Biarkan saja, Kau mau di sini atau di mobil seperti kemarin?" Tanya Kevin dengan suara sensual nya.


"No Vin, yang kemarin saja masih sangat sakit!" Ujar Nirmala dengan membuang pandangan nya ke arah samping, sungguh pipi Nirmala berubah menjadi kemerahan karena malu dengan pembahasan apa yang ia katakan barusan.


"Benarkah?" Ucap Kevin dengan berjongkok di hadapan Nirmala, perlahan ia membuka segitiga emas yang menutupi aset berharga itu.


"No Kevin! kamu mau apa?!" Dengan geram Nirmala menahan kedua tangan Kevin yang mulai menurunkan segitiga emas itu dari tempat nya.


"Diam lah, akan ku obati dimana luka nya" Ucap Kevin dengan memandang Nirmala yang masih berdiri di hadapan nya itu.


"Tidak! biar ku lakukan sendiri saja! berikan obat nya" Masih dengan menahan lengan Kevin agar tidak menanggalkan segitiga emas nya.


"Diam dan patuh atau ingin ku ikat seperti kemarin?" Ucap Kevin dengan melepas tatapan tajam nya. Akhir nya Nirmala terdiam dan hanya menurut, Kevin berhasil menanggalkan benda yang menghalangi pemandangan nya itu.


"Bagai belahan buah peach" Gumam nya dengan meletakkan salah satu kaki Nirmala di pundak nya.


"Haaaaaahhhh... jangan main-main Kevin, cepat lah, kak Anggun di luar, bagaimana kalau dia mendengar?" Ucap Nirmala ketika Kevin mulai mengelus buah peach di hadapan nya itu.


Bukan nya menghentikan aksi nya Kevin malah semakin mendekatkan wajah nya ke area terlarang itu, perlahan ia menyibak semak belukar yang ditumbuhi rumput halus di sana, perlahan ia mengecup belahan pecah itu dengan lumayan lama, hingga membuat sang empu kelojotan menginginkan lebih.


"Haaahh... no hah uuuhhh Vin hah" Dengan menekan kepala Kevin agar semakin dalam suara Nirmala mulai ter engah-engah.


Dengan perlahan Kevin menjulurkan lidah nya dan bermain dengan leluasa namun dengan penuh kelembutan.


"aaaahhhh" De***an itu lolos begitu saja.


"Berlian? lo baik-baik aja?!" Teriak Anggun dari luar ruang ganti...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2