The Love Secret (Bertahan Di Tengah Kesalahan)

The Love Secret (Bertahan Di Tengah Kesalahan)
Eps. 34


__ADS_3

Dafa berjalan tanpa rasa curiga sedikit pun namun gadis di belakang nya tetap mengikuti nya dengan was-was takut jika sampai pemuda di hadapan nya itu menoleh ke arah belakang.


Sesampai nya di depan kamar pasien yang ia tuju tanpa ragu Dafa membuka pintu kamar itu CEKLEK!!


Pintu terbuka dengan lebar dan betapa terkejut nya ia melihat istri nya tengah bercumbu dengan laki-laki lain di sana.


"MALA!!" Teriak Dafa dengan rahang yang mengeras, Nirmala yang terkejut pun mendorong dada Kevin, namun Kevin dengan cekatan menarik kembali lengan wanita itu seolah tak perduli dengan kedatangan Dafa.


"Kevin lepas!" Ucap Nirmala, namun Kevin malah seolah menarik Nirmala ke dalam pelukan nya.


"Kak Kevin? Berlian? " Ucap Mia yang saat itu juga muncul dari balik pintu, membuat ketiga orang itu terkejut bersamaan. Dengan paksa Nirmala melepaskan diri nya dari pelukan Kevin dan ia berjalan mendekati Dafa.


"A' aku bisa jelaskan semua nya" Ucap Nirmala dengan memegang kedua lengan Dafa.


"Iya" Sahut Dafa yang sejenak menghela nafas.


"Tunggu-tunggu, kalian kok bisa disini?" Tanya Mia yang tidak melihat adegan yang membuat gerah beberapa saat yang lalu.


"Berlian? kau bisa jelaskan?" Tanya Mia dengan menunjuk Nirmala dengan jari telunjuk nya.


"Hah? Iya miss" Sahut Nirmala, namun Kevin malah berjalan mendekati Mia.


"Sedang apa kau di sini? kenapa memakai pakaian pasien?" Tanya Kevin dengan ekspresi datar nya.


"Apa peduli mu? bukan kah kau sama sekali tidak peduli dengan apa pun yang terjadi padaku?!" Ucap Mia.


"Kau!" Geram Kevin, namun Dafa segera menyela perbincangan kedua insan itu.


"Tidak begitu cara memperlakukan seorang gadis tuan!" Sela Dafa dengan menghadap ke arah Kevin.


"Bukan urusan mu!" Ketus Kevin.


"Tapi dia adalah teman ku, maka apa pun yang kau lakukan pada nya akan menjadi urusan ku" Ucap Dafa yang membuat Mia terkejut dan terharu, sampai gadis itu membulatkan kedua mata nya.


"O jadi teman nya? Mala? begini kah suami mu? bersama gadis lain dibelakang mu, jadi mungkin itu akan impas jika kau pun bersama ku di belakang nya mau pun di depan nya" Ucap Kevin dengan berjalan mendekati Nirmala, namun ketika tangan Kevin hendak merangkul bahu Nirmala dengan kasar Dafa mendorong Kevin.


"Cukup tuan! jangan sulut emosi saya!" Ucap Dafa dengan mengeras kan rahang nya.


Karena mendengar keributan Firza pun keluar dari balik tirai.


"Ada apa ini? kalian tidak tau kah kalau ini rumah sakit? loh? Dafa? sejak kapan kau kesini?" Tanya Firza.


"Baru saja kak, jadi kak Firza juga sudah tau kalau mereka berdua disini? dan tidak melarang mereka untuk bermesraan di sini? kakak tau kan kalau dia ini istri Dafa?" Cecar Dafa kepada Firza.


"Hah? apa maksud nya? Ya tau lah kan pak Kevin yang nganter Nirmala kesini" Ucap Firza yang gagal memahami perkataan Dafa.

__ADS_1


"A' kita bicara di luar ya?" Ucap Nirmala dengan menggandeng lengan Dafa agar mau di ajak nya keluar dari ruangan itu.


Nirmala bersama Dafa pun keluar dari ruangan itu, sedangkan Mia terlihat sedikit kecewa melihat pemandangan itu, gadis itu pun perlahan berjalan keluar sendiri.


"Kau mau kemana?" Tanya Kevin dengan meraih lengan Mia.


"Apa peduli kakak? sejak kapan kakak peduli pada ku?" Lirih Mia dengan terus berjalan, sedangkan Kevin dengan berjalan di belakang nya terus mengikuti langkah kaki Mia.


Di taman rumah sakit...


"A'a' marah ya sama Mala?" Pertanyaan bodoh itu keluar begitu saja dari mulut Nirmala.


"Bagaimana a'a' tidak marah Mala? kau ini istri a'a', menyentuh mu tanpa seijin mu saja a'a' tidak pernah, itu bukan berarti a'a' takut pada mu, tapi a'a' menghargai mu sayang" Ucap Dafa.


"Tapi a', a'a' tau kan kalau hati dan perasaan tidak bisa di paksakan?" Tanya Nirmala dengan berusaha setenang mungkin, walau hati nya terasa sangat sakit, entah kenapa ia malah sakit hati ketika melihat Dafa seperti ini.


"Kau mencintai nya?" Tanya Dafa dengan memiringkan kepala nya.


"Entahlah" Sahut Nirmala dengan memalingkan wajah nya ketika Dafa berusaha menatap wajah istri nya itu.


Dafa sejenak menghela nafas dengan mengusap wajah nya kasar.


"Mungkin a'a' salah sudah menuruti mu selama ini" Ucap Dafa yang kemudian menarik tangan Nirmala dengan kasar.


"Mau kemana a'?" Tanya Nirmala dengan terus mengikuti langkah kaki suami nya itu.


"Tapi a', Kak Nur besok operasi!" Ucap Nirmala, namun Dafa masih tak mau menghiraukan ucapan istri nya itu, mereka terus berjalan menuju parkiran untuk mengambil motor Dafa lalu mereka mengendarai nya untuk menuju jalan pulang.


Di dalam ruang rawat Mia...


Mia terlihat mengemasi barang-barang nya, sedangkan Kevin berdiri di ambang pintu, sedikit pun laki-laki itu tak mau membantu gadis imut di hadapan nya itu.


"Sudah berapa lama kau di sini?" Tanya Kevin.


"Dua hari" Sahut Mia singkat, tanpa basa basi juga tak ada nada manja seperti biasa nya.


"Kau ini kenapa? kau marah karena aku memarahi teman mu tadi? atau jangan-jangan kau cemburu karena teman mu lebih memilih istri nya dibanding diri mu?" Tanya Kevin dengan santai nya.


Mia pun menghentikan kegiatan nya dan melempar tatapan dengan mata yang berkaca-kaca kepada Kevin.


"Ya aku cemburu, kenapa Berlian lebih beruntung dari ku? kenapa dia mendapatkan pasangan yang sangat perduli pada nya juga penuh perhatian, kenapa? hiks... hiks... hiks... " Akhir nya bulir bening yang sedari tadi mengintip di ujung pelupuk mata pun menetes membanjiri pipi Mia.


"Dan kenapa aku yang sukses dengan keringat ku sendiri ini malah akan menikah dengan mu yang seperti bongkahan es? Kenapa? kenapa jalan asmara ku tidak semulus dan seberuntung Berlian?" Sambung nya lagi dengan terduduk di atas lantai.


"Kau mencintai nya?" Tanya Kevin dengan nada pelan saat ini, lelaki itu pun juga berjongkok di depan Mia yang tengah terduduk dengan menangis tersedu-sedu di lantai.

__ADS_1


"Jawab aku, apa kau mencintai nya?" Tanya Kevin sekali lagi, dan itu membuat Mia mengangkat wajah nya dan menatap Kevin.


"Katakan dengan jujur" Ucap Kevin sekali lagi.


Mia tidak mampu menjawab dengan kata-kata gadis itu hanya menganggukkan kepala nya.


"Baiklah aku akan melepaskan mu kita akan mengatur semua nya" Ucap Kevin dengan senyum miring nya.


"Tapi dia kan sudah beristri kak" Ucap Mia.


"Itu urusan ku, jadi kau tinggal meyakinkan kepada orang tua mu untuk tidak menikahkan kita" Ucap Kevin.


Kedua nya pun sepakat untuk merancang rencana demi kelangsungan cinta masing-masing.


Drrrrrttttzzz... drrrrttttzzz... drrrrttttzzz..


Tiba-tiba ponsel Kevin berdering, dengan segera Kevin mengeluarkan gawai tipis itu dari saku celana nya dan membuka pesan yang masuk ke dalam benda canggih itu.


"Derren? tumben dia chating, ada apa ini?" Gumam Kevin dengan berjalan menuju sofa dan meletakkan bokong nya di sofa empuk itu.


Derren *Vin lo dimana? ada hal penting yang mau gue sampaikan!*


Kevin *Gue masih di rumah sakit, nggak bisa lewat chat aja lo ngomong?*


Derren *Gue udah nemu siapa pelaku penyebar foto dan juga pembuat nya*


Kevin *Ok tunggu gue gas ke apartemen lo!*


Tanpa menunggu balasan dari Derren, Kevin segera pergi menuju apartemen Derren bersama Mia yang sudah rapi dengan pakaian nya.


TING TONG!!


Kevin membunyikan bel rumah yang ada di samping pintu apartemen Derren.


Tak lama kemudian Derren datang dan membuka pintu lalu mempersilahkan kedua nya masuk ke dalam.


"Lo kok bawa cewek sih kesini?" Tanya Derren.


"Dah itu nggak penting! yang penting mana bukti nya?" Ucap Kevin yang sudah tidak sabaran.


Derren berjalan menuju laptop nya dengan menggeleng-gelengkan kepala nya.


"Dasar manusia gak sabaran!" Gumam Derren.


Terlihat pemuda genius itu mengotak atik laptop nya dan di dana mulai terlihat vidio dari cctv hotel tempat kejadian, Kevin terlihat sangat serius melihat setiap adegan yang ada.

__ADS_1


"Bedebah itu! ternyata dengan cara licik ini?! Heh... lihat saja nanti!!...


Bersambung...


__ADS_2