The Love Secret (Bertahan Di Tengah Kesalahan)

The Love Secret (Bertahan Di Tengah Kesalahan)
Eps. 30


__ADS_3

Makan siang kali ini pun Nirmala menemani Kevin, kedua nya sedang asik dengan makanan masing-masing sampai datang lah seorang laki-laki yang sangat mengejutkan Kevin.


"KEVIN!!" Teriak nya dari kejauhan, Kevin menoleh dan mendadak wajah nya menjadi pias.


"Pa... pa... papa" Kevin tergagap melihat Arga yang berjalan mendekati nya.


"Oh hai pa ada apa? apa papa mencari Kevin?" Tanya Kevin dengan berusaha menutupi kejadian yang di saksikan langsung oleh Arga.


"Dimana tunangan mu? kenapa malah bersama wanita lain? siapa dia?" Cecar Arga dengan memiringkan kepala nya hingga ia dapat melihat wajah Nirmala dengan jelas.


"Bagus juga selera mu" Ucap Arga dengan memandangi Nirmala dari ujung kaki hingga ujung rambut.


Nirmala yang merasa di lihat seperti itu mulai merasa tidak nyaman.


"Maaf tuan, tadi tidak sengaja kita bertemu di sini, jadi jangan salah paham" Ucap Nirmala dengan sopan.


"Oh iya, pak Kevin, karena jam istirahat hampir selesai, saya akan kembali ke studio sekarang, maaf, permisi" Ucap Nirmala tanpa mengurangi kesopanan nya, wanita itu segera beranjak dari duduk nya.


Sungguh hati nya sangatlah sakit bertemu ayah dari pujaan hati nya namun di pandang rendah seperti itu.


"Apa status nya? sampai kau tidak memperdulikan tunangan mu yang sudah jelas bibit bebet bobot nya! hanya cantik saja tidak akan membuat mu kenyang nak!" Terdengar sayup-sayup suara Arga di telinga Nirmala, wanita itu berhenti sejenak dan menoleh ke arah di mana kedua lelaki itu tengah membicarakan diri nya.


"Ya memang sejak awal aku tidak pernah pantas untuk mu Vin" Gumam Nirmala dengan menyeka bulir bening yang tak sengaja menetes di pipi nya, sesegera mungkin Nirmala melangkahkan kaki nya dengan cepat meninggalkan resto itu.


Anggun yang tengah asik bersenda gurau dengan kru di tempat pemotretan pun di kejutkan dengan kedatangan Nirmala yang terlihat sangat murung, tiba-tiba tawa mereka terhenti dan mulai saling tatap satu sama lain.


Pada akhir nya Anggun berjalan mendekati Nirmala yang sudah duduk di salah satu sofa.


"Hey? kamu kenapa say?" Tanya Anggun dengan mengelus bahu Nirmala namun bukan nya menjawab Nirmala malah balik memeluk Anggun dan di sana ia menangis tersedu-sedu.


"Eh kok malah nangis sih?" Anggun terkejut dan hendak mengangkat kepala Nirmala namun wanita itu semakin erat memeluk Anggun.


"Sebentar saja kak, biarkan seperti ini" Ucap Nirmala dengan suara serak khas orang menangis.


"Iya sudah, tenang kan dulu pikiran mu" Ucap Anggun dengan mengelus surai hitam milik Nirmala yang tergerai indah. Dengan penuh kesabaran Anggun menenangkan Nirmala.

__ADS_1


Di rumah sakit...


Dafa dengan jantung yang berdetak sangat kencang berusaha melihat ke arah belakang, dimana suara wanita itu berasal.


Sungguh terkejut ia melihat sosok wanita yang berdiri dengan mengembangkan senyuman dan berdiri menghadap ke arah nya.


"Ya ampun suster! bikin saya kaget saja, kan saya jadi parno!" Ucap Dafa dengan mengelus dada nya, sedangkan Mia hanya cekikikan menahan tawa dengan menutup mulut nya.


"Ini lagi malah ketawa! orang lagi kaget juga" Ucap Dafa dengan menempeleng kepala Mia.


"Hehehe... maaf tuan, saya hanya iseng-iseng memanggil nama tuan, eh ternyata benar tuan bernama Dafa, kata nya perawat yang hafal dengan nama pasien itu termasuk perawat yang baik hati, penyayang, pengertian, perhatian, dan tidak sombong lo tuan" Ucap si perawat wanita itu beralasan.


"Tapi kan di sini pasien nya dia bukan saya!" Tegas Dafa dengan menunjuk Mia kemudian menunjuk dada nya sendiri.


"Ya mana saya tau kalau tuan juga mau daftar jadi pasien di kamar ujung sana, masih ada ruang kosong kok" Ucap Suster dengan berjalan melewati Dafa.


Sedangkan Dafa dan Mia membaca plakat yang tertempel di atas ruangan yang baru saja di tunjuk oleh perawat barusan.


"Ruang Psikiater" Ucap Dafa dengan fokus memandang plakat yang tertera.


"Oh May God!" Geram Dafa dengan mengusap wajah nya kasar, sedang kan Mia malah tertawa, ia menganggap kelakuan Dafa benar-benar lucu.


"Ya habis kak Dafa lucu, ngapain coba pakai emosi segala? hahahaha... " Sahut Mia dengan di sambung gelak tawa nya yang begitu renyah.


"Ya lo baca kan itu plakat? Dia pikir gue gila?!" Dengan geram dan otot leher sampai terlihat Dafa berucap.


"Hahahaha... ya kali gila, siapa tau gangguan kejiwaan?" Ucap Mia dengan kekehan yang mengejek.


"Oh jadi gitu? jadi dari kemaren lo bareng sama orang gila? iya?" Ucap Dafa dengan tangan yang berkacak pinggang.


"Bukan gitu maksud nya kak, hehehe... maksud nya, mungkin suster tadi sempat lihat kakak berjalan memutar padahal lewat lurus saja sudah sampai di kamar, dan bisa aja kan suster tadi beranggapan kakak ini punya gangguan kejiwaan yang pengen jalan jauh atau suka yang berbelit-belit begitu" Jelas Mia dengan serius namun masih ada kekehan kecil di dalam penjelasan nya.


"Jadi lo juga mikir kalau gue gila?" Tanya Dafa lagi masih dengan ekspresi geram nya.


"Bukan gila kak, hanya gangguan kejiwaan saja" Ucap Mia.

__ADS_1


"Iya itu sama aja gila!" Dengan keras kepala Dafa bertahan dengan keputusan nya.


"Ya ampun, beda dong, nggak sama itu" Mulai gemas dan emosi Mia berusaha menahan kedua nya sambil memijit pelan pelipis nya.


"Sama orang sama-sama jiwa nya terganggu kok!" Tegas Dafa, dan saat itu suster yang tadi pun lewat di samping mereka yang masih berdebat di depan pintu masuk kamar pasien.


"Ya udah sih non, biar ini aja di sama in, jadi bukan saya yang memutuskan kalau tuan ini gila" Ucap suster itu, yang kemudian segera berlalu dan berjalan cepat menjauh.


Dafa yang mendengar itu pun membelalakkan kedua mata nya dengan mulut yang menganga.


"HEY!!! KAMU!!!" Teriak Dafa dengan menunjuk si suster yang sudah semakin lari menjauh.


"Sudah kak sudah, nanti malah orang-orang pada ngira nya kakak benar-benar gila lo" Ucap Mia dengan mendorong kursi roda nya dengan kedua tangan nya sendiri untuk masuk ke dalam taman nya.


Dafa perlahan mengikuti Mia masuk ke dalam ruang rawat inap yang di tempati Mia.


"Oh iya, Lo nggak telfon atau ngabar-ngabarin orang tua lo gitu kalau lo masuk RS?" Tanya Dafa dengan menghempaskan bokong nya di atas sofa.


"Nggak lah, gue nggak penting kali kak, kalau penting harus nya dari pagi tadi udah ada yang telfon dong, nanya in gue dimana gitu" Jelas Mia dengan senyum kecut nya.


"Eh kok gitu, lah lo bukan nya buka butik dulu? gimana itu usaha?" Tanya Dafa berusaha membangun semangat Mia lagi.


"Owalah butik itu udah jalan udah lama kak, ini usaha ku yang terbaru dan mulai berkembang tu ini kakak tau Mia Agensi?" Tanya Mia dengan berusaha berdiri dari kursi roda nya dan berniat untuk naik ke atas ranjang pasien.


"Awas hati-hati" Refleks Dafa berdiri dan memegang lengan Mia, sedangkan Mia yang terkejut karena tiba-tiba lengan nya disentuh Dafa refleks gadis itu berpegangan pada kedua pundak Dafa, gadis itu sedikit tersentuh dengan setiap perhatian kecil yang di berikan Dafa pada nya. Pandangan kedua nya saling bertemu sejenak.


"Eh... makasih kak" Dengan pipi yang memerah Mia mengalihkan pandangan nya.


CEKLEK!!!


Tiba-tiba pintu terbuka dan suster yang tadi pun menongolkan kepala nya saat itu juga Mia dan Dafa menoleh ke arah pintu yang terbuka dengan tiba-tiba.


"Hayooooo ini masih siang lo gengs" Sengaja dengan menaik turunkan alis nya suster itu menggoda kedua muda mudi yang kini tengah berpelukan.


Setelah mendengar penuturan suster Mia dan Dafa pun sontak saling memandang dan mereka berdua baru saja menyadari posisi mereka yang terlihat seperti sepasang kekasih yang berpeluk mesra.

__ADS_1


"Aaaaaaa!!!!...


Bersambung...


__ADS_2