
Setelah sempat memarahi Ares habis-habisan karena masalah ukuran pakaian dalam, Ana tampak mengikuti Ares menapaki jalan setapak dibelakang Villa. Jalan itu dikelilingi pohon-pohon rindang, sangat sejuk. Diujung jalan setapak itu terdapat danau buatan yang sangat indah. Membuat Ana benar-benar terpukau dengan keindahannya.
"Kamu menyukainya??" Ana mengangguk antusias mendengar pertanyaan Ares.
"Sangat indah mas.. ini mas Ares juga yang buat???" tanya Ana dengan polosnya. Membuat Ares meloloskan tawanya dengan keras. "Kenapa ketawa sih mas??"
"Gimana aku nggak ketawa dengar pertanyaan kamu Na?? Terlihat dari mananya aku mampu membuat danau ini??"
"Ya.. maksudnya. Bukan serta merta mas Ares yang ngebangun, maksudnya yang ngebayar orang buat bikin ini"
"Bukan aku, tapi Ken"
"Ken?? Maksud mas Ares, Pak Kenzhou?? Pak Kenzhou bikin ini untuk siapa? Pacarnya ya?? Trus kenapa mas Ares ngajak Ana kesini??"
"Danau ini dibuat Kenzhou sebagai hadiah ulanng tahun untuk Aleesha."
"Aleesha?? Pacarnya pak Kenzhou?"
"Na?"
"Iya??"
"Kamu mau dengar cerita sesungguhnya nggak??" Ares balik bertanya pada Ana.
"Cerita?? Cerita soal apa mas??"
__ADS_1
Ares diam, lalu mendudukan dirinya ke hamparan rumput hijau yang dipijaknya.
"Sebenarnya sudah lama aku nggak kesini, mungkin sudah hampir 3 atau 4th. Terakhir kesini ketika kami menyiapkaan ulang tahun Kenzhou. Tapi, semua kejutan hari itu berakhir sia-sia. Kenzhou tidak pernah sampai ketempat ini. " Ares terlihat menerawang jauh ke masalalu, hingga setetes airmata bening turun melalui pipinya. Ana yang merasa penasaran lalu mendudukan dirinya disamping Ares.
"Mas..."
"Harusnya hari itu jadi hari paling membahagiakan untuk Kenzhou dan Arin. Harusnya hari itu Arin bisa mendapatkan apa yang dia perjuangkan dan korbankan selama bertahun-tahun."
"Hari itu, malam itu, Kenzhou dan Arin mengalami kecelakaan saat perjalanan kemari. Mobil yang mereka naiki bertabrakan dengan sebuah truk barang. Kecelakaan itu membuat semua mimpi yang baru saja mereka rajut HANCUR berantakan. Arin yang baru saja mendapatkan hati Kenzhou, harus kembali terluka. Karena kecelakaan itu Kenzhou harus kehilangan sebagian ingatannya. Namun anehnya, Kenzhou hanya kehilangan sebagian ingatannya. Hanya ingatan tentang kisah cintanya"
Ares menarik nafas dalam, sebelum kembali melanjutkan ceritanya.
"Tidak hanya melupakan Arin yang notabene adalah adalah istri yang baru saja dinikahinya 2 hari. Kenzhou juga tidak mengingat apapun tentang putri semata wayangnya, Aleesha Alatas"
"7 tahun yang lalu tepatnya di tahun 2014 Kezhou menikahi seorang gadis bernama Nabila. Saat itu usia Kenzhou baru 20th. Namun sayang, pernikahan mereka hanya berlangsung 11 bulan saja. 1 hari pasca melahirkan putri pertamanya, Nabila mengajukan gugatan cerai pada Kenzhou. Dia bahkan tega meninggalkan Aleesha tanpa mau memberikan gadis kecil itu ASI pertamanya. Kepergian Nabila memicu keretakan persahabatan antara Arin dan juga Kenzhou. Kenzhou menuduh, Arin yang menyebabkan kepergian Nabila. Karena Nabila mengetahui kalau Arin menyukai Kenzhou. Kenzhou benar-benar frustasi saat itu. Dan kondisi itu makin bertambah parah ketika Kenzhou melihat kondisi Aleesha yang memburuk karena kekurangan gizi. Aleesha menolak semua susu formula yang diberikan. Berat badannya semakin lama semakin menurun, kondisi Aleesha yang lemah membuat Arin yang justru berkorban sangat besar. Arin yang masih seorang gadis, rela melakukan Induksi ASI hanya agar dia bisa memberikan ASI eksklusif untuk Aleesha. Dia melakukan itu bukan semata-mata karena cintanya pada Kenzhou, namun karena dia juga sangat menyayangi Aleesha. Baginya, Aleesha adalah bayi yang tak memiliki dosa apapun, sehingga tidak pantas jika dia harus menderita hanya karena keegoisan ibunya. Tak hanya sampai disitu, Arin juga rela mengorbankan karir modellingnya demi merawat dan membesarkan Aleesha. Bahkan, tanpa diketahui oleh siapapun selain aku dan Erick, Arin harus membayar denda pelanggaran kontrak sampai 100 Milyar karena keputusannya itu. Arin membesarkan Aleesha dengan sepenuh hati, dia bahkan berperan sebagai ibu yang sempurna bagi Aleesha."
"Aleesha sangat menyayangi Arin, begitu pula sebaliknya. Bahkan Leesha lebih sering bersama Arin daripada bersama Kenzhou. Namun hal itu, bukannya membuat Kenzhou berterima kasih tapi justru menganggap bahwa Arin adalah perempuan jahat dan licik. Yang memanfaatkan kondisi putrinya untuk kebahagiaanya sendiri. Persahabatan ksmi renggang karena hal itu. Namun seiring berjalannya waktu, Kenzhou dapat melihat perjuangan Arin yang tiada batas dan mau merawat Aleesha dengan sepenuh hati, tanpa ada niatan untuk menggoda dirinya. Hal itu membuat benih-benih cinta muncul dihati Kenzhou. Akhirnya Kenzhou menyatakan cintanya pada Arin, dan diterima. Kezhou datang melamar Arin setelahnya dan menikah 2 hari sebelum ulang tahun Kenzhou. Namun, hanya 2 hari kebahagiaan itu mewarnai kehidupan Arin dan Kenzhou. Tepatnya sesaat setelah melakukan photo post wedding mereka 10 Februari 2017, mereka harus terpisah. Kecelakan itu merenggut segalanya. Sekarang sudah lebih dari 3th sejak kejadian itu, Kenzhou masih belum mengingat semuanyaa. Dan hanya mengingat Arin adalah sahabat baiknya"
"Apa kamu tahu Na???" Ana menoleh kearah Ares, mata wanita itu sudah memerah menahan tangis mendengar semua cerita Ares. "Kenzhou bahkan meminta Arin untuk membantunya menyatakan cinta pada Maira. Bahkan saat Kenzhou melamar Maira, Arin yang menemaninya. Sekarang Arin sedang berjuang sedikit demi sedikit untuk mengembalikan ingatan Kenzhou."
"Bukan hanya supaya bisa mengingat kenangan mereka, tapi supaya Kenzhou segera menyadari dan mengingat putrinya yang kini berada dalam kondisi antara hidup dan mati"
"Mak...maksud mas Ares??"
"Aleesha koma karena kecelakaan itu. Kepala bagian kananya terbentur kaca mobil dengan keras dan menyebabkan pembuluh darahnya pecah. Dia sekarang hidup dengan seluruh alat bantu, kalau alat bantu itu dilepas mungkin Aleesha.." Ares menggeleng, dia tidak siap bahkan hanya untuk membayangkan.
__ADS_1
"Ssttttt...mas Ares jangan bicara begitu. Dia pasti anak yang kuat."
" Ya...itulah yang selalu kutanamkan dalam diri Arin. Dia berharap, ketika nanti Aleesha bangun Kenzhou sudah mengingat putrinya itu. Dia takut kalau Aleesha akan sedih, jika saat dia bangun Daddynya melupakan dia."
Ana mengelus punggung Ares, menguatkan pria itu.
"Na.."
"Iya mas? Kenapa??"
"Please, jangan bilang apapun sama Kenzhou ya. Aku dan Arin masih mencoba mengikuti saran dokter supaya dia mengingat dengan sendirinya."
"Iya, mas ares nggak usah khawatir."
"Tapi kalau dia masih nggak ingat juga, mungkin aku memang harus memaksa ingatannya kembali. Ah.. dan satu lagi."
"Apa??"
"Jangan pernah lagi marah, cemburu, atau salah paham dengan kedekatanku dan Arin, semuanya hanya karena aku tidak bisa meninggalkannya sendiri dengan beban yang begitu berat, sedangkan keluarga Kenzhou tak bisa leluasa membantunya, karena takut Kenzhou akan curiga."
"Cemburu?? Me.. mangnya siapa yang cemburu??"
"Kamu.."
...●●●●●●●●●...
__ADS_1