The Secret Of My Heart

The Secret Of My Heart
Cinta Ares dan Ana [03]


__ADS_3

"Jangan pernah lagi marah, cemburu, atau salah paham dengan kedekatanku dan Arin, semuanya hanya karena aku tidak bisa meninggalkannya sendiri dengan beban yang begitu berat, sedangkan keluarga Kenzhou tak bisa leluasa membantunya, karena takut Kenzhou akan curiga."


"Cemburu? Me..mangnya siapa yang cemburu?"


"Kamu.."


"Aku? Kenapa aku harus salah paham dan marah?? Kita kan tidak ada hubungan apapun" Ana menolehkan kepalanya kearah lain, pipinya merona.


"Cantiknya.. Nyonya Antares memang paling cantik" Ana mendadak menoleh ketika Ares menyebutnya dengan sebutan nyonya Antares. Sudah 2X selama sehari ini. Posisi Ares yang saat itu tepat dibelakangnya membuat jarak mereka kini hanya terpaut kurang dari 1mm saja.


"Aku mencintai kamu An. Will You Marry Me??" Dari jarak yang begitu dekat, Ares mengutarakan perasaannya pada Ana.


"mas Ares??" Ares menggenggam kedua tangan Ana dan mengecupnya lembut dan lama, membuat hati Ana bergemuruh hebat.


"Aku mencintaimu Na, sejak pertemuan pertama kita dulu. Aku mau kamu jadi istriku, dan jadi ibu dari anak-anak ku. Kita akan membesarkan Langit dan adik-adiknya bersama-sama. Apa kamu mau menikah denganku??"


Ana melepas genggaman tangan Ares dan menunduk, Tak bisa dipungkiri dia mencintai pria dihadapannya ini, "Tapi mas, aku ini.."


"Janda??? Lalu apa masalahnya Na? Aku mencintaimu, Persetan dengan statusmu. Mungkin aku kecewa karena tidak bisa menjadi yang pertama dalam segala hal. Tapi aku akan selalu menjadi yang terakhir dalam kehidupan kamu Na. Aku nggak mau kamu terus-terusan dihina orang. Please.. menikahlah dengan ku." Ares kembali menggengam tangan Ana dan memutar tubuh Ana menghadapnya.


"Tatap mataku, Na!" Ana menuruti perkataan Ares dan melihat kekedua bola mata Ares. "Lihat kedalam mataku! Apa aku berbohong?? Aku tulus denganmu, An"


"Meski ketika kau tau bahwa aku adalah mantan istri.."


"Maher Rajassa???" Ana menatap mata Ares terkejut, dirinya tak pernah menyangka kalau Ares sudah tahu tentang dirinya yang adalah mantan istri Maher.


"Mas Ares tahu dari mana??"

__ADS_1


"Arin. Dia menceritakan apapun padaku."


"Apa mas Ares akan tetap menerimaku sebagai istri, meski aku mantan Maher?"


"Aku mencintaimu dengan segala yang ada dalam hidupmu. Baik itu masalalumu yang baik maupun masalalu yang buruk. Aku tidak peduli siapapun mantan suami mu. Bahkan jika mantan suami mu adalah Kenzhou sekalipun, aku juga tak peduli."


"Tapi Maher sudah menyakiti kamu mas.. dia.."


"Ya kamu benar. Maher dan Ve sudah menyakitiku. Lalu dimana masalahnya?? Mereka yang menyakitiku, bukan kamu? Jadi adakah alasan untuk aku juga membencimu?? Adakah alasan logis yang tidak mengizinkan aku mencintai wanita sebaik kamu Na? Berikan alasan.. kenapa aku tidak boleh mencintai kamu??" Ana diam,, dia sendiri tidak tahu harus menjawab apa. Karena secara egois, dia sangat mencintai Ares.. "Kamu tidak menemukan alasannya kan?? Jadi.. apa kau mau menerimaku Nyonya Antares??"


Ana belum menjawab, dia masih diam. Mengingaat semua yang dikatakan Kenzhou saat mereka di Bandung beberapa waktu lalu.


FLASHBACK ON


Semilir angin malam Bandung menambah kebimbangan hati Ana. Perasaan ragu kembali menghampiri hatinya. Hampir selama seminggu ini Ares selalu menghubunginya, memberikan perhatian padanya, dan selalu menjaga putranya. Bahkan, beberapa kali ibunya menelpon dan mengatakan bahwa pria itu dengan senang hati mengurusi semua kebutuhan Langit.


"N..nggak kok pak"


"Jangan bohong An.. ."


"Ehh..."


"Memikirkan Ares???" Ana spontan menatap Kenzhou ketika nama pria yang selalu mengganggu hatinya itu disebut.


"N..nggak pak. Saya lagi mikirin anak saya"


"Na, kamu sama Ares itu udah dewasa. Udah bukan saatnya kalian berlagak kayak anak SMP yang lagi jatuh cinta. Saling diam, saling menghindar, dan saling membohongi perasaan. Ahh.. bukan kalian, tapi kamu Na."

__ADS_1


Ana tersentak dengan perkataan Kenzho, "Jangan menghindari Ares terus Na. Nggak usah bohong sama perasaan kamu sendiri. Saya tahu, kamu juga menyukai Ares kan?? Na.. saya, Arin, dan Ares sudah bersahabat sejak 10 tahub yang lalu. Saya tahu benar tabiat dan kelakuan Ares. Ares susah untuk jatuh cinta. Wanita pertama yang berhasil membuat dia tergila-gila adalah Ve. Tapi Ve juga menjadi wanita pertama yang nenghancurkan perasaan Ares berkeping-keping." Kenzhou berjalan kesisi kolam yang lain dan duduk di gazebo yang di sediakan. Rasa penasaran membuat Ana mengikutinya dan duduk disampinya.


"Setelah hari penghianatan itu, jangankan membuka hati untuk seorang perempuan, dekat dengan mereka pun dia enggan. Arin menjadi satu-satunya perempuan yang dekat dengannya. Arin adalah gadis yang baik, dia akan melakukan apapun demi kebahagiaan orang-orang disekelilingnya. Kami berdua sangat nyaman berada didekatnya, namun kupastikan Ares tidak memiliki perasaan apapun pada Arin. Rasa manja dan possesif yang ditunjukan Arin pada Ares, semata-mata hanya karena dia sudah menganggap Ares seperti Marverick Sebastian, kakak kandungnya yang saat ini tinggal di London."


Ana masih mendengarkan Kenzhou dengan seksama, "Na, bisa dekat denganmu adalah kebahagiaan bagi Ares. Apa kau tahu, sebelum kau datang ke kantor dan melamar pekerjaan sebagai sekretaris saya??. Dia seperti orang gila karena terus mencari info tentangmu dan anakmu. Dia benar-benar jatuh cinta padamu Na. Bahkan pada putramu"


"A.. apa?"


"Kenapa kamu kaget Na?? Kenyataannya memang Ares memang menyukai kamu Na. Dia nggak peduli dengan status yang saat ini kamu sandang. Dia bahkan selalu mengatakan ingin segera menyembuhkan putramu, agar kamu nggak lagi bersedih memikirkan kondisi anakmu. Bahkan, dia sendiri yang meminta Andrew untuk menangani anakmu. Kudengar Andrew langsung pulang ke Indonesia saat Ares mengatakan kondisi Langit. Dan ku dengar, Ares diam-diam melakukan uji kecocokan sumsum tulang belakang padanya dan Langit. . Dia berharap bisa mendonorkan sumsum nya untuk putramu. Dan ku dengar hasilnya positif, dan akan ada operasi beberapa minggu lagi." Ana tertegun, dia sama sekali tidak mengetahui hal itu. Pertama, Dia berpikir dokter yang dulu menangani Langit pindah, sehingga digantikan oleh dokter Andrew. Kedua, dia tidak tahu kalau yang mendonorkan sumsum tulang belakang untuk Langit adalah Ares..


"Bahkan, sebelum pertemuanmu dengan tante Daisy, Ares sudah minta restu buat memperistrimu. Dan tante Daisy merestui. Padahal, dia sama sekali belum pernah bertemu denganmu sebelum hari kecelakaan itu. Tante Daisy bahkan berbinar-binar saat tahu Ares jatuh cinta lagi. Tanye Daisy sangat penasaran dengan wanita yang berhasil membuat Ares jatuh cinta lagi"


Tesss...


Setitik bening airmata turun dipipi Ana,


"Jangan menutup hati An, berikan Ares kesempatan untuk membuktikan ketulusan hatinya padamu. Biarkan dia mendampingimu, menghapus segala lukamu. Dan, jujurlah dengan hatimu, bahwa kamu juga mencintainya, kamu juga menginginkan dia disampingmu, bagilah suka dan duka hidupmu dengannya."


Hiks...


"Jangan menangis. Dia pria baik, aku dan Arin jaminannya. Sekarang kalian hanya tinggal saling jujur tentang masa lalu kalian. Sudah malam, tidurlah! Besok kita kembali ke Jakarta Jam 7 malam. Selamat malam An." Kenzhou meninggalkan Ana duduk sendiri di gazebo miliknya.


FLASHBACK OFF


"Na.. gimana?? Kamu mau 'kan nikah sama aku??" ulang Ares untuk kesekian kalinya.


...■■■■■■■■...

__ADS_1


__ADS_2