
Ares dan Kenzhou kini duduk saling berhadapan di Logaritma Cafe. Sebuah Cafe milik Ares yang didirikan beberapa tahun silam dengan bantuan kedua orang tuanya namun dengan modal hasil tabungann uang sakunya sejak masih di sekolah dasar.
Kenzhou menatap tajam kearah Ares, namun Ares masih bersikap santai. Kenzhou masih saja merasa kalau Arin dan Ares membohonginya, dan telah menjalin hubungan lebih dari sekedar berteman dibelakangnya.
"Liatin gue nya biasa aja kali Ken.. mata elo hampir copot tuh. Mending elo pesen-pesen apa dulu, tenang hari ini gratis. Sekalian nungguin Arin. Elo nggak bakalan percaya kalau cuma gue yang jelasin, jadi mending sekalian elo tanya sama Arin"
Ares masih terlihat santai, berbeda dengan Kenzhou yang mukanya menahan kesal.
"Ck.. udahlah Res.. tinggal jawab aja, sejak kapan elo pacaran sama Arin?? Gimana bisa elo sama Arin nyembunyiin hubungan dari gue selama ini" kesal Kenzhou
"Ken.. kan kemarin gue udah bales WA elo. Gue nggak pacaran sama Arin. Dan elo nggak percaya omongan gue. Makanya mendingan kita tunggu Arin aja. Biar dia yang jelasin."
"Gue nggak masalah Res elo pacaran sama Arin.. tapi gue dikasih tahu donk. Biar gue juga gak terlalu deket-deket sama Arin. Takutnya elo cemburu" ucap Kenzhou, sebenarnya dia merasakan sesak ketika mengatakan itu. Tapi entahlah karena apa.
"Astaga Ken.. gue nggak pacaran sama Arin. Tuh.. orangnya dateng.. Elo bisa langsung tanya sama dia, apa gue sama dia pacaran atau nggak?" Ares menunjuk arah belakang Kenzhou, dimana Arin berjalan dengan anggunnya kearah mereka berdua.
"Hai.. udah nunggu lama??" Arin menyapa keduanya, lalu duduk dengan santai diantara Ares dan Kenzhou.
"Elo jelasin Rin masalah drama jatuh elo kemarin. gue capek jelasin dari tadi tapi dianya nggak percaya. Gue mau cek dapur dulu." Ares berlalu meninggalkan Kenzhou dan Arin menuju dapur, untuk mengecek beberapa persediaan. Arin memadang teduh kearah Kenzhou.
"Elo mau dengar penjelasan yang seperti apa Ken.??" tanya Arin lembut.
"Elo sejak kapan pacaran sama Ares??" mendengar pertanyaan Kenzhou, Arin justru tertawa keras bahkan beberapa orang melewati dirinya memandang aneh. "Kenapa tertawa?? apa ada yang lucu??"
"Nggak ada yang lucu sih, tapi ya Ken.." muka Arin berubah nenjadi mode serius, "gue memang ada hubungan super spesial sama Ares. Serius... Ada hubungan selain sahabat tapi bukan pacaran. Ehm.. lebih dari itu" jawab Arin santai.
"What?? Lebih dari pacaran?? Jangan bilang kalian mau nikah?" tebak Kenzhou asal-asalan.
__ADS_1
"****.. gue nggak ada niat kawin sama kakak sendiri bege" Kenzhou melongo, masih mencoba mencerna jawaban dari Arin. "Ck.. malah melongo"
"Kakak?? Maksud elo??"
"Iya.. kakak. Ares itu kan kakak gue sekarang. Masak iya gue mau pacaran sama kakak sendiri. Bisa-bisa bunda sama papa nyamperin gue bawa golok" Jawab Arin santai.
"Rin.. gue nggak bodoh lho. Nggak usah bohong. Kakak elo itu mas Erick kenapa jadi Ares juga."
"Gue nggak bohong Kenzhou. Kakak gue sekarang ada 3. Marverick Sebastian, Kara Jingga, sama Galaxy Antares. Dan sekarang gue juga punya 2 adik, Alfa Orion sama Daniella Sebastian."
"Hah?? Gimana ceritanya??" Kenzhou masih tidak bisa mencerna penjelasan Arin, dia tidak paham.
"Papa nikah sama bunda~nya Ares, Ken. Jadi otomatis gue sama Ares sekarang jadi saudara tiri." jelas Arin pada akhirnya. Sebenarnya dia tidak ingin membuka rahasia ini. Rahasia pernikahan Papa~nya Elvano Sebastian, dengan bunda~nya Ares, Daisy Arum Sari. Pernikahan yang hanya diketahui oleh kalangan keluarga dan kerabat itu, kini di ketahui oleh Kenzhou.
"Tunggu!! Sejak kapan Om El nikah sama bunda Daisy?? Dan kenapa gue nggak tahu juga??"
"Udah lama kok Ken. Papa sama Bunda emang nggak sebar-sebar undangan atau apapun. Yang tahu cuma keluarga inti aja. Papa nggak mau orang-orang salah paham dengan pernikahan bunda sama papa.. Papa nggak mau ada yang berfikir bahwa papa ambil keuntungan setelah meninggalnya om Herman. Gue sama Ares juga dipaksa untuk sembunyiin ini semua. Jadi gue minta maaf kalau elo salah paham dengan kedekatan gue sama Ares." jelas Arin.
"Kan elo tahu Ken.. masih susah untuk Ares melupakan Eve. Sudah bertahun-tahun, tapi masih Eve yang ada dipikiran Ares." jawab Arin.
"Hah.. iya. Gue lupa. Tapi ini beneran kan?? Elo nggak pacaran sama Ares?" Tanya Kenzhou lagi.
"Astaga... sumpah Ken. Gue sama Ares nggak pacaran. Kita kakak adik,. Serius." Jelas Arin.
"Masih nggak percaya juga dia??" tiba-tiba Ares kembali nimbrung kedalam obrolan keduanya. "Perlu telepon bunda atau papa?? biar sekalian mereka yang jelasin sama Kenzhou."
"Anjir.. Gue cuma mastiin lagi aja. Bener apa enggak"
__ADS_1
"Cih.. dasar modus. Kenapa elo sewot banget sih pas nuduh gue pacaran sama Arin?? Elo suka ya sama Arin??" goda Ares.
"Anjir.. bukan sewot. Gue udah jelasin kan. Kalau gue cuma nggak enak aja, kalau sampai kalian pacaran dan gue nggak tahu. Takutnya gue nggak bisa jaga perasaan kalian berdua. Lagian, gue udah ada Maira. Gue nggak berniat dengan cewek manapun selain dia." ucapan Ken yang terakhir membuat Arin meremas kedua sisi dress nya.
"Ck.. sadar diri bung.. udah diputusin." ledek Ares.
"Dia cuma lagi emosi aja Res, besok malem gue mau kesana buat ngelamar dia."
"Yakin bakalan diterima? Nanti kalau elo ditolak lagi, Elo~nya mewek lagi gue nggak ada niat buat ngehibur elo. Males." ledek Ares.
"Tenang, gue nggak bakan minta untuk elo hibur gue. Karena gue Pasti diterimalah. Kita saling mencintai kok. Dia masih bisa kuliah, dan gue disini kerja buat modal nikah nantinya." Ares geleng-geleng melihat tingkah Kenzhou.
Masih belum sadar juga rupanya, kalau Maira nggak benar-benar serius
"Kapan jadinya mau ngelamar Maira???" Arin yang sejak tadi diam meredam rasa cemburunya kini bersuara..
"Besok malem Rin"
"Butuh di temani??" tawar Arin
"Serius nih mau nemenin gue??" tanya Kenzhou
"Serius.. besok jemput gue jam 7 kalau elo mau gue temenin."
"Oke.. thank you Arin cantik" Kenzhou benar-benar berbinar wajahnya, dan Arin bisa melihat itu. Kebahagiaan yanng sesungguhnya.. Dari mata Kenzhou, Arin bisa melihat betapa cintanya pria dihadapannya ini pada Maira.
"Kalau udah selesai acara jelas menjelaskannya, pindah keruang VIP. Makan siang dulu. Gue udah lapar. Kalian juga pasti udah kelaparan. " ajak Ares.
__ADS_1
Acara jelas menjelaskan siang ini, ditutup dengan makan siang bersama. Arin, Kenzhou dan Ares kembali bercanda bersama.
...■■■■■■■■...