
"Move on Ken.. C'mon.. masih banyak cewek yang nunggu elo diluar sana"
"Elo bener Res.. ada cewek yang nunggu gue sekarang. Dan gue juga sudah sangat merindukannya. Tapi, gue akan kembali dengan cara gue sendiri. Kalian yang nyembunyiin ini dari gue, maka gue juga akan kembali dengan sembunyi-sembunyi"
"AHHH..sebaiknya elo ikut gue. Gue bakal tunjukin sesuatu ke elo. Siapa tahu elo bisa berubah pikiran". Ares menyeret tubuh Kenzhou keluar dari kamarnya.
"Lepas!" Kenzhou berpura-pura tidak mau, namun hanya perlawanan kecil yang tidak berarti. Ares masih dengan mudah membawanya keluar kamar.
"Lebih baik gue ikut. Gue harus cari tahu dimana Aleesha berada. Gue akan menebus 4th waktu yang Arin buang sia-sia untuk suami sebrengsek gue"
...***...
Setelah beberapa saat berkendara, Ares menghentikan mobilnya tepat didepan AKA Group. Ares lalu menatap pada Kenzhou yang masih menatap hampa objek didepannya tanpa menoleh sedikitpun.
"Ken.. elo lihat, siapa perempuan yang berdiri di lobby??" Ares sengaja memulai percakalan dengan langsung menunjuk seorang wanita dengan pakaian kantor rapi berdiri didekat resepsionis dan nampak memberikan arahan pada para karyawan.
Dengan tampang dibuat-buat malas, Kenzhou menoleh kearah yang ditunjuk Ares.
Deg..
Jantung Kenzhou terasa diremas ditempatnya, ketika melihat wanita yang sedari tadi ia pikirkan berdiri di depan sana dengan penampilan rapi, namun bisa dia lihat dari tubuhnya kalau wanitanya itu sedang tidak baik-baik saja.
"A... Arin??"
"Ya...itu Arin."
"Kenapa kamu jadi sekurus itu yank??? Apa yang sudah kamu lakukan selama ini saat nggak ada aku yank??" batin Kenzhou
"Elo kaget 'kan? Sama gue juga. Gue kaget pas gue ngelihat gimana kondisi dia sekarang. Sudah 6 bulan Arin kerja kayak robot. Dia ngehandle semua pekerjaan yang harusnya elo kerjain. Dia bahkan nggak pernah mengeluh lelah atau capek. Semua demi siapa?? Demi elo Ken. Dia jadi sering lupa makan bahkan menurut Ana dia sudah kehilangan 10kg berat badannya" jelas Ares.
Kenzhou mendengarkannya tanpa sekalipun melihat Ares. Dia fokus menatap Arin yang masih berkutat didepan sana. Sudut mata Kenzhou sudah berembun, kalau Ares peka ada banyak peruabahn emosi di wajah Kenzhou.
"Elo lihat sendiri kan Ken, Elo nangisin perempuan yang jelas-jelas sudah menyakiti perasaan elo, nggak pernah mikirn hati elo, sampai-sampai elo menutup mata, bahwa selama ini ada wanita lajn yang mau berkorban segalanya cuma buat elo. Dia berjuang demi kebahagiaan elo. Harusnya elo bisa lihat itu. Yang dilakuin Arin buat elo, nggak cuma ini. Ada lagi. Dan elo harus ikut gue lagi sekarang."
Kenzhou sebenarnya ingin protes saat tiba-tiba Ares menjalankan mobilnya, dia masih ingin melihat Arin. Tapi karena dia sedang pura-pura tidak baik-baik saja jadinya dia hanya diam. Ares melajukan mobilnya menuju ke Bank Central. Sesamapinya disana Kenzhou menatap bingung pada Ares.
__ADS_1
"Ngapain elo bawa gue kesini??" tanya Kenzhou.
"Bayar utang elo yang hari ini jatuh tempo, elo lupa?" Lagi-lagi, Kenzhou terperanggah. Dia benar-benar lupa bahwa dia harus melunasi semua hutang-hutangnya pada bank Central. Sekarang Kenzhou benar-benar gelisah.
"Ck.. nggak usah gelisah gitu. Ayo turun.. kita bayar!" ajak Ares.
"Res.. jangan gila, gue nggak ada uang sepeserpun."
"Gue nggak gila. Dan sekarang ayok turun"
"Tapi Ress... "
Tanpa ba bi bu, Ares menyeret Kenzhou turun dari mobilnya. Lalu menemui salah satu Customer Service yang bertugas.
"Pagi mbak"
"Selamat pagi pak.. ada yang bisa saya bantu" seorang petugas menyambut Ares dan Kenzhou dengan sangat ramah.
"Iya mbak, kami datang untuk melunasi hutang atas nama Kenzhou Alatas, yang menurut perjanjian hari ini adalah jatuh temponya."
"Baik pak, mohon tunggu sebentar akan saya cek terlebih dahulu" petugas bank melakukan tugasnya dengan sangat cekatan. Hati Kenzhou ketar-ketir, dia tak membawa uang sepeserpun sekarang. Dia bahkan semakin merutuki kebodohannnya selama 6 bulan ini.
"Begini tuan, seluruh hutang atas nama Tuan Kenzhou Alatas sudah LUNAS."
"Lunas?? Bagaimana bisa??? Kami bahkan belum sepeserpun mengeluarkan uang" tanya Kenzhou heran.
"Ehm...dalam keterangan, hutang anda dilunasi oleh seseorang bernama Marverick Sebastian. Beliau mengirim uang tersebut dari Bank Los Angeles 4 hari yang lalu"
"Bang Erick??" lirih Kenzhou
"Bang Erick tahu hutang gue?? ****..."
"Marverick Sebastian?"
"Benar pak. Pengirim pelunasannya adalah Tuan Marverick Sebastian. Namun dalam Note yang dikirimm pihak Bank Los Angeles, penanggung jawab dari hutang tersebut adalah Nyonya Karenina Sebastian".
__ADS_1
"Arin?" kali ini suara Kenzhou tercekat. Hatinya kian berkecamuk bercampur perih.
"Sayang, what are you doing??? Astaga Arin... "
"Kalau begitu terima kasih ya mbak"
"Baik pak.."
Ares langsung menyeret Kenzhou keluar, kembali ke mobil mereka yang terparkr dihalaman. Pandangan Kenzhou kembali kosong, kali ini bukan karena memikirkan Maira, tetapi memikirkan apa yang sudah dilakukan Arin sehingga dia bisa melunasi semua hutang-hutangnya.
"Ken?? Elo nggak penasaran darimana Arin dapat semua uang untuk melunasi hutang-hutang elo yang bisa dibilang nominalnya fantastis??" Bukannya menjawab, Kenzhou sibuk dengan pikirannya sendiri. "Dia ngejual rumah yang dia beli sama Bang Erick pas sekolah dulu"
Kenzhou menoleh kaget, dari sorot matanya Ares menangkap pertanyaan "dari mana elo tahu??"
"Elo lupa kalau Arin itu adik tiri gue?? Papa bakalan tahu apapun yang anak-anaknya lakuin."
"****.. itu artinya papa juga tahu??? Bakalan runyam kalau gue inget tiba-tiba. Bakalan dipukulin banyak orang gue. Kayaknnya gue harus atur rencana"
"Ken.. elo lihat kan?? Arin sebegitu pedulinya sama elo. Harusnya elo bisa lebih peduli sama dia. Gue bakal seneng banget kalau elo sama Arin bisa saling membuka hati. Kan elo tahu, sudah bertahun-tahun Arin nggak punya pacar."
"Anter gue pulang!" Ares menghela nafas kasar mendapati ekspresi Kenzhou yang sama sekali tidak berubah. Ingin rasanya Ares memukul kepala Kenzhou dan memakinya.
**To : Bigbro Asta
Cari tahu siapa yang udah ngebeli rumah istri gue yang di LA. Lakukan dengan mulus. Jangan sampai ada yang tahu kalau ingatan gue udah balik**
Tanpa sepengetahuan Ares, Kenzhlu mengirimkan sebuah pesan kepada pengacara sekaligus adik sepupunya, Rihasta Alatas.
^^^**From : Bigbro Asta^^^
^^^Cant wait for a minute. Elo bakalan dapatin apa yang elo mau**.^^^
Kenzhou tersenyum ketika mendapatkan balasan pesan dari Asta.
"Sayang.. Mulai hari ini, nggak akan aku biarkan setetes airmatapun menetes dari kedua matamu. Apalagi hanya karena bajingan sepertiku. Aku bersumpah akan membuatmu bahagia. Kita akan bahagia, AKU BERSUMPAH."
__ADS_1
"Kita akan membuat keluarga kecil kita menjadi sangat bahagia"
...■■■■■■■■...