The Secret Of My Heart

The Secret Of My Heart
Lagi


__ADS_3

Kondisi Kenzhou benar-benar hancur setelah dirinya mengetahui Maira telah menghianati kepercayaan dan cintanya. Wanita yang dicintainya itu justru telah menikah dengan orang lain. Bahkan telah memiliki seorang anak, dan tengah hamil lagi. Dulu saat bersamanya, jangan kan untuk berhubungan layaknya suami istri. Ciuman saja, Kenzhou benar-benar menahan diri.


Berkata pada Arin akan mencoba untuk tabah dan kuat, namun bohong jika dia berkata tidak terluka. Pada kenyataannya dia memang terluka.


Jangankan mengurus semua perusahaan yang sudah mulai berkembang, mengurus dirinya saja Kenzhou ogah-ogahan. Dia juga benar-benar melupakan kesehatannya. Dia tidak napsu makan ataupun minum, pekerjaan sehari-harinya hanya diam dikamar tanpa mau berbicara kepada siapapun.


Kediaman Kenzhou tidak hanya membuat keluarganya bingung namun juga membuat Arin, Ares, Rency, dan Ana kelimpungan. Mereka berempat harus menghandle semua pekerjaan yang harusnya dikerjakan oleh Kenzhou. Selama 6 bulan ini mereka terus berusaha mengembangkan perusahaan dan menjaganya tetap stabil. Tak hanya itu, mereka juga terus berusaha memenangkan tender dari banyak rekan bisnis Kenzhou. Semua itu mereka lakukan untuk menyelamatkan perusahaan Kenzhou dan orang-orang yang menggantungkan hidupnya pada perusahaan ini.


"Rin, ada tamu buat Kenzhou" Ana menemui Arin didalam ruangan Kenzhou. Ruangan yang sudah benar-benar seperti milik Arin seorang. Dan sejak hubungannya diperjelas oleh Ares, Ana diminta Arin untuk memanggilnya dengann nama saja. Meski lebih muda, tapi sebentar lagi Ana akan menjadi kakak iparnya.


"Tamu?? Siapa?" Arin mengernyitkan keningnya, pasalnya hari ini dia tidak memiliki janji didalam kantor.


"Dari bank" Arin melepas kacamatanya dan menatap Ana penuh tanya.


"Bank??? Bank dari mana?? Ada apa ya?? Suruh masuk!"


"Oke. Silahkan masuk pak!" Ana mempersilahkan 2 orang berjas hitam masuk kedalam ruangan Kenzhou. Dia sendiri memutuskan untuk keluar.


"Selamat siang, tuan. Ada yang bisa saya bantu?? Silahkan duduk!" Arin mendekati kedua orang tersebut dan duduk dihadapan mereka.


"Saya Bagas dan ini teman saya Johari. Kami dari Bank Central. Kedatangan kami kemari untuk bertemu dengan Tuan Kenzhou Alatas, apa beliau ada"


"Ehm...Tuan Kenzhou sedang sakit, untuk saat ini saya yang menggantikannya. Saya Karenina Sebastian, Account manager di perusahaan ini sekaligus istri Kenzhou. Tuan bisa mengatakan kepada saya jika ada sesuatu yang ingin disampaikan pada Kenzhou"


Setelah saling pandang dengan temannya, Bagas mulai berbicara "Baiklah. Begini Nyonya Kenzhou, 3th yang lalu suami anda melakukan perjanjian kredit dengan Bank Central. Kredit yang dilakukannya bertujuan untuk menambah modal ketika beliau mendirikan perusahaan ini. Tuan Kenzhou berhutang dengan nominal cukup tinggi kepada kami. Beliau berjanji akan mengembalikannya dalam tempo 3th. Namun, sudah 6 bulan ini Tuan Kenzhou tidak memberikan pemasukan apapun, padahal minggu depan sudah jatuh tempo. Masih ada sisa beberapa milyar lagi yang harus dilunasi. Jadi kedatangan kami kemari adalah untuk mengingatkan tuan Kenzhou tentang masa tenggang pembayaran hutangnya"

__ADS_1


Arin mengangguk mengerti. Kenzhou sudah pernah bilang sebelumnya. Namun selama 6 bulan mengurus perusahaan sendirian, dirinya benar-benar melupakan tanggungan yang harus dibayarkan.


"Be..berapa yang harus dilunasi, semuanya??"


"masih 12 milyar lagi" Bahu Arin merosot


"Ya Tuhan...dari mana aku bisa mendapat uang sebanyak itu?? Aku tidak mungkin mengatakan semuanya pada Kenzhou, kondisinya sedang tidak baik. Papa Malik?? tidak.. mereka pasti sedang berusaha keras bagaimana untuk membuat Kenzhou bangkit, aku tak bisa merepotkan mereka. Ares dan Ana? ahh..tidak...mereka sebentar lagi akan menikah. Aku juga tidak akan merepotkan mereka. Baiklah, aku akan menanganinya sendiri."


"Baiklah tuan.. Sebelum minggu depan, hutang ini akan kulunasi." Arin menjawab mantap, meskipun dia tidak memiliki apapun saat ini.


"Baiklah, kalau begitu kami permisi"


Kedua orang tadi meninggalkan Arin dengan wajah penuh ketegangan. Dengan nafas berat, Arin mengambil handphonenya dan menghubungi seseorang.


"Elo dimana??"


"..."


"..."


"Gue butuh duit. Waktunya seminggu. Kalau bisa tawarin diatas 15 M ya"


"..."


"Nggak usah banyak tanya. Tawarin aja"

__ADS_1


"..."


"Oke Thanks"


Arin memijit keningnya yang terasa pening. Hanya ini jalan yang saat ini dia pikirkan, yaitu menjual rumah yang ia miliki di Bali. Rumah yang ia bangun dengan uang kerja kerasnya 5th menjadi model.


"Maaf mas.. aku harus melakukan ini.. Lagi"


Ini sudah kedua kalinya Arin terpaksa menjual aset berharga hasil kerja kerasnya. Rumah yang dibangunnya di Bandung beberapa tahun lalu juga terpaksa dia jual demi menutupi denda pelanggaran kontrak yang dilakukannya dengan nominal yang tidak sedikit. Arin melanggar kontrak itu demi untuk merawat putri Aleesha. Putri semata wayang Kenzhou.


Dan sekarang rumahnya yanh ada di Bali juga harus ia jual juga, lagi-lagi demi Kenzhou. Untuk melunasi hutang-hutang Kenzhou.


Arin menengok jam di atas meja kerjanya, lalu memgambil berkas-berkas meeting. Siang ini, dia harus kembali meeting diluar untul bisa memenangkan tender besar dari Korea.


"Na, aku yang akan meeting dengan Mr. Aaron Kwak hari ini. Aku akan menangani tender ini sendiri." Arin yang tiba-tiba berdiri dihadapan meja Ana, membuat Ana terkejut. Ditambah dengan beberapa file digenggaman tangannya


"Tapi Rin.."


"Urus saja pernikahanmu dengan baik. Nggak perlu khawatir, tender ini akan jatuh ketangan kita. Aku berangkat, bye."


"Rin.. kamu harus makan dulu. Aku lihat akhir-akhir ini kamu sering banget lupain jam makan siang. Benar kita emang kerja keras untuk AKA, tapi tidak dengan menyiksa diri dengan nggak makan. Lihatlah di cermin, tubuhmu sekarang makin kurus." Arin tersenyum mendengar perhatian yang diberikan Ana padanya.


"Iya..terima kasih atas perhatianmu, Na. Nanti aku akan makan siang sekalian dengan Mr. Aaron. Tolong kamu handle kantor sama Rency ya. Kalau ada apa-apa, hubungi aku atau Ares. Aku pergi dulu, masih ada setengah jam sebelum meeting dimulai. Aku harus ke toko kue terlebih dulu." Arin meninggalkan Ana dan bersiap untuk meeting dengan klien Kenzhou..


Sesampainya di tempat parkir, Arin tanpa sengaja melihat pantulan dirinya di kaca mobilnya. Dia tersenyum kecil, dulu dia berusaha mati-matian untuk bisa menguruskan berat badannya, kini bahkan hanya dalam waktu 6 bulan dia kehilangan hampir 10kg berat badannya.

__ADS_1


...■■■■■■■■...


__ADS_2