Throwback

Throwback
Sebuah berita di pagi hari


__ADS_3

Keesokan harinya


Kabar terkini hari ini, telah ditemukan mayat sepasang suami istri di kediamannya yang berada di komplek XX, kematian kedua pasutri ini di duga karena pembunuhan yang sampai saat ini belum di ketahui pasti motif di balik pembunuhan ini. Sang suami yang bernama Arkan dan juga Istrinya terkenal dengan gaya hidupnya yang mewah dan juga super sibuk, membuat beberapa tetangga lantas tak ada yang menyadari bahwa keduanya telah tiada di kediaman mereka.


Sebuah suara siaran berita televisi yang terdengar menggema di kontrakan Aslin lantas membangunkan Aslin dengan seketika. Dikuceknya kelopak matanya berulang kali seakan mencoba untuk mengumpulkan kesadarannya.


"Siapa yang menyalakan Televisi pagi-pagi begini?" ucap Aslin sambil menggaruk lehernya khas orang bangun tidur.


Elsa yang sedari tadi tengah menonton siaran berita di Televisi lantas langsung bangkit dari tempat duduknya ketika mendengar sebuah suara yang berasal dari kamar Aslin. Dibukanya pintu kamar Aslin dengan perlahan membuat Aslin yang menguap lantas langsung menutup mulutnya begitu melihat Elsa di ambang pintu.


"Kamu Els.. Kapan datang? Kok aku gak tahu..." ucap aslin begitu melihat sahabatnya itu.


"Barusan, apa kamu tidak ingin bangun? Ini sudah siang Asl.." ucap Elsa kemudian sambil menatap tajam ke arah Aslin.


Mendengar perkataan Elsa barusan lantas membuat Aslin langsung tersenyum dengan seketika kemudian bangkit dari tempat tidurnya.


"Ini bahkan hari libur, apa kamu akan tetap mengomel terus seperti ini?" ucap Aslin sambil memeluk tubuh Elsa dan mendorongnya keluar.


"Jangan mencium ku kamu bau jigong..." ucap Elsa dengan kesal karena Aslin tak henti-hentinya mencium pipinya.


Mendengar rengekan Elsa lantas membuat Aslin tertawa dengan keras kemudian melepas pelukannya.


"Baiklah.. Baiklah Nona..." ucap Aslin sambil tertawa dengan kencang membuat Elsa lantas langsung memasang wajah yang cemberut ketika mendengar ejekan dari Aslin barusan.


Aslin yang melihat raut wajah Elsa barusan hanya bersikap bodoh amat sambil terus melangkahkan kakinya menuju ke arah dapur untuk mengambil minum. Sedangkan Elsa yang melihat tingkah sahabatnya itu hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan pelan kemudian mengambil duduk untuk kembali menonton siaran berita televisi tersebut.

__ADS_1


Aslin yang melihat Elsa begitu khusuk lantas terlihat mulai melangkahkan kakinya menghampiri Elsa sambil membawa segelas air dan juga beberapa cemilan di tangannya kemudian mengambil duduk di sebelah Elsa.


"Apa yang sedang kamu tonton?" ucap Aslin bertanya-tanya.


"Menonton saluran berita, lihatlah itu sepasang suami istri di temukan tewas di rumahnya. Bukan kah itu sungguh terdengar sangat sadis? Tapi aku sama sekali merasa tak kasihan dengan mereka karena mereka berdua memang pantas mendapatkannya, sepasang suami istri yang sombong memang benar-benar patut menerima balasannya." ucap Elsa kemudian yang lantas membuat Aslin mengernyit dengan seketika.


Aslin yang penasaran akan sepasang suami istri yang di bicarakan oleh Elsa barusan lantas menoleh ke arah Televisi. Betapa terkejutnya Aslin begitu ia menatap ke arah Televisi yang ia lihat di sana malah foto Arkan terpampang dengan nyata, membuat air yang semula ia minum langsung menyembur keluar dan membuatnya terbatuk dengan seketika.


Uhuk uhuk..


Elsa yang terkejut akan suara batuk dari Aslin, lantas langsung berusaha untuk menenangkan Aslin dengan memukul-mukul punggung Aslin secara perlahan berharap dengan begitu dapat meredakan batuknya.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Elsa kemudian dengan raut wajah yang khawatir.


"Dia.. Dia..." ucap Aslin sambil menunjuk ke arah Televisi.


Melihat gelengan kepala dari Aslin barusan lantas membuat Elsa cemberut dengan seketika karena tadinya mengira bahwa Aslin mengenalnya mengingat ekspresi yang di tunjukan oleh Aslin barusan terlihat begitu terkejut.


"Aku kira kamu mengenalnya..." ucap Elsa dengan nada yang kesal.


Keheningan terjadi diantara keduanya baik Aslin maupun Elsa sama-sama menyelami pikiran mereka masing-masing. Sampai kemudian disaat Aslin tengah memikirkan segala hal tentang kematian Arkan, Aslin yang baru teringat akan sesuatu lantas langsung menatap ke arah Elsa dengan tatapan yang menelisik.


"Ada apa dengan tatapan mu itu?" tanya Elsa kemudian dengan tatapan yang bertanya akan tatapan dari Aslin saat ini.


"Bagaimana kamu bisa tahu tentang Arkan dan juga Istrinya?" ucap Aslin kemudian dengan tatapan yang penasaran menatap ke arah Elsa saat ini.

__ADS_1


"Ada beberapa masalah yang terjadi di Cafe karena sepasang suami istri gila itu!" ucap Elsa kemudian sambil menunjuk ke arah Televisi dengan ekor matanya.


Mendengar perkataan dari Elsa barusan bukannya mengerti malah membuat Aslin semakin tidak paham akan maksud dari perkataan Elsa barusan.


"Maksudnya Els?" ucap Aslin kembali bertanya.


Mendapat pertanyaan kembali dari Aslin barusan lantas membuat Elsa mulai membuka suaranya. Elsa kemudian mulai menceritakan segala hal yang terjadi di Cafe kemarin mulai dari Reno yang tak sengaja menumpahkan minuman ke baju Istri Arkan sampai adegan pemukulan yang di lakukan Arkan dengan membabi buta kala itu. Aslin yang mendengar segala keseluruhan ceritanya dari Elsa awalnya terkejut seakan tidak percaya kepada perkataan Elsa. Namun ketika ia mengingat bahwa Aslin hanya bertemu sebanyak beberapa kali saja dengan Arkan sama sekali tidak menjamin bahwa Arkan adalah orang yang baik.


Aslin menghela napasnya dengan panjang setelah melihat ekspresi kesal yang di tunjukkan oleh Elsa kepada Arkan karena bertindak semena-mena.


"Sudah.. Sudah.. Aku berharap kamu dan Reno tidak mendapat masalah karena kematian Arkan dan juga Istrinya Els..." ucap Aslin kemudian.


Entah mengapa Aslin mempunyai firasat bahwa segalanya akan terus berhubungan. Sedangkan kematian Arkan pasti akan menyeret nama Elsa dan juga Reno mengingat Arkan dan juga Istrinya meninggal setelah terjadinya perselisihan itu.


"Tentu saja tidak, kamu jangan bercanda dengan ku Asl..." ucap Elsa sambil menyenggol lengan Aslin sedangkan Aslin yang mendengar perkataan dari Elsa barusan hanya bisa tersenyum.


***


Keesokan harinya tepatnya setelah pulang bekerja.


Aslin terlihat melangkahkan kakinya dengan bergegas ke arah parkiran mobil gedung perusahaan gamer di depan gedung perusahaannya untuk bertemu dengan Ansel. Ada beberapa hal yang harus Aslin katakan kepada Ansel saat ini juga.


Sambil menunggu Ansel di parkiran, Aslin terlihat melangkahkan kakinya ke arah kanan dan ke kiri kemudian sesekali menoleh ke arah pintu lobi untuk memastikan apakah Ansel sudah keluar atau belum. Sampai kemudian suara derap langkah kaki yang disertai suara tak asing di pendengarannya lantas terdengar dengan jelas menggema di telinga Aslin, membuat Aslin langsung dengan spontan menoleh ke arah sumber suara.


"Ada apa lagi Asl?" ucap sebuah suara yang tak asing bagi Aslin.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2