Throwback

Throwback
Pelanggan sombong


__ADS_3

Setelah tubuhnya didorong oleh Tika untuk maju dan melayani seorang pelanggan, lantas membuat Elsa mulai melangkahkan kakinya dengan perlahan. Elsa sebisa mungkin membuat raut wajah yang bahagia dan juga ramah ketika langkah kakinya sudah hampir sampai ke tempat pelanggan tersebut.


"Permisi mau pesan apa Bu?" tanya Elsa dengan ramah.


Mendengar sebuah suara di dekatnya Fatma nampak perlahan-lahan mulai mendongak. Perjalanan waktu yang ia lakukan ke masa satu tahun yang lalu berhasil membuat perubahan besar di hidupnya. Dimana yang dulunya ia hanyalah seorang cleaning servis kini berubah menjadi nyonya besar karena menggoda seorang bos besar di perusahaannya. Hanya saja sifat manusia yang selalu saja mendarah daging ketika mereka bergelimangan harta, membuat mereka lupa dan juga sombong hal itu lah yang saat ini juga terjadi kepada Fatma.


"Jangan terlalu full senyum seperti itu, apa kamu mau dapat tips besar? Dasar miskin, apakah begini cara mu mencari uang dnegan menjual senyuman seperti orang bodoh? Dengan sekali lihat saja aku juga tahu kalau senyuman mu itu palsu." ucap Fatma dengan nada yang ketus.


Elsa yang dikatai seperti itu tentu saja terkejut, niat hati ingin mengembalikan moodnya yang hilang. Ia malah menerima cacian tidak jelas dari Fatma saat ini.


"Saya minta maaf bu, ini adalah standar pelayanan kami. Dimana pihak Cafe menuntut kami untuk bekerja dengan full senyum dan keramahan." ucap Elsa mencoba masih sesabar mungkin menghadapi Fatma walau sebenarnya ia sudah sangat kesal akan tingkah wanita di hadapannya ini.


"Cih benar-benar membosankan, orang miskin selalu saja tunduk dengan orang-orang yang lebih berkuasa! Berikan saya menunya sekarang saya ingin memesannya." ucap Fatma kemudian.


Sesuai dengan permintaan Fatma, Elsa kemudian lantas mulai memberikan buku menu kepada Fatma dan bersiap untuk mencatat pesanan Fatma. Namun sayangnya ketika buku menu itu diberikan kepada Fatma, Fatma sama sekali tidak menyentuhnya dan hanya berdiam diri sambil memikirkan sesuatu. Membuat Elsa yang melihat hal itu tentu saja semakin kesal dan juga bertanya-tanya apa yang sebenarnya tengah dilakukan oleh Fatma saat ini.


"Berikan saya sesuatu yang paling mahal dan mewah di tempat ini." ucap Fatma dengan nada yang terdengar sangat sombong, membuat Elsa semakin muak akan sikap dari wanita yang sok di depannya.


"Bisa minta tolong lebih spesifik lagi seperti berapa banyak yang akan anda pesan dan juga menu yang anda inginkan." ucap Elsa kemudian masih dengan menahan kekesalannya.


"Jika aku mengatakan hal itu maka lakukan saja, apa kau sebodoh itu?" pekik Fatma yang lantas mengundang perhatian orang-orang di sekitar yang juga sedang menikmati makanannya di Cafe tersebut.


"Baik Bu, akan segera kami siapkan mohon di tunggu." ucap Elsa kemudian mulai melangkahkan kakinya meninggalkan meja Fatma.


Fatma yang melihat kepergian Elsa dari sana lantas menatapnya dengan tatapan yang sinis seakan tak suka dengan cara pelayanan Elsa kepadanya.

__ADS_1


"Dasar, pelayanannya sangat buruk dan menyebalkan. Lihat saja aku akan mempostingnya di sosmed biar tahu rasa dia." ucap Fatma dengan nada yang sirik.


***


Beberapa menit kemudian satu persatu makanan mulai di hidangkan di meja Fatma, membuat Fatma yang melihat satu persatu menu makanan di sana lantas mengernyit dengan tatapan yang tidak bisa di artikan. Tika yang saat itu nampak meletakkan makanan terakhir di sana lantas di panggil oleh Fatma.


"Apa-apaan ini? Apa ini makanan yang paling mahal di tempat ini?" ucap Fatma yang lantas membuat Tika langsung mengernyit ketika mendengarnya.


"Bukankah ini semua pesanan anda Bu? Lagi pula di sini juga Cafe tentu saja makanannya asti rata-rata camilan walau ada beberapa makanan berat. Bukankah di sini juga ada beef steak?" ucap Tika dengan raut wajah kebingungan.


"Kamu itu jawab aja bisanya, suruh ke sini gadis yang menanyakan pesanan kepada ku." ucap Fatma dengan nada setengah berteriak.


Mendengar suara ribut-ribut di depan membuat Elsa lantas mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah sumber suara begitu melihat lagi-lagi suara itu berasal dari pelanggan sombong tadi.


"Ini dia sumber masalah kita, apakah pendengaran mu sedang bermasalah? Jelas-jelas ini semua bukanlah pesananku!" ucap Fatma kemudian sambil menunjuk ke arah Elsa setelah itu melirik ke arah meja yang saat ini sudah banyak disajikan menu makanan enak di sana.


Mendengar perkataan dari Fatma barusan membuat Elsa lantas langsung menoleh ke arah meja tersebut, berbagai makanan tersaji secara api di sana membuat Elsa lantas mengernyit dengan tetapan yang bingung akan maksud dari ucapan Fatma barusan.


"Bukankah anda tadi mengatakan jika ingin memesan makanan paling mahal di Cafe ini? Cafe ini memiliki beberapa menu andalan dan menu tersebut kami sajikan untuk anda saat ini." ucap Elsa mencoba untuk menjelaskan.


"Halah mana ada menu andalan kok burger, steak, kentang, spaghetti. Apa kamu ingin membunuh saya dengan makanan junk food seperti ini?" ucap Fatma dengan nada yang meninggi membuat beberapa pengunjung mulai berbisik-bisik.


"Sebagian besar makanan kami memang makanan cepat saji karena sebuah Cafe memang di peruntukan bagi anak-anak muda yang ingin nongkrong dan juga ngemil. Jika Ibu ingin makanan yang mengenyangkan Ibu bisa pergi ke Resto, Rumah makan atau bahkan warteg." ucap Elsa lagi yang mulai tersulut emosi.


"Kau... Kurang ajar sekali mulut mu itu! Yang jelas aku tidak ingin memakan semua ini!" ucap Fatma dengan nada yang kembali meninggi.

__ADS_1


"Maaf Bu tidak bisa anda sudah memesannya dan saya..." ucap Tika hendak menolak namun di cegah oleh Elsa.


"Sudah tidak apa biar aku yang membayar semuanya nanti." ucap Elsa kemudian dengan nada yang berbisik.


"Tapi..." ucap Tika hendak menolak namun Elsa kembali meyakinkannya.


"Benar-benar Cafe tidak jelas, pokoknya saya akan membuat berita ini viral dan kamu akan saya pastikan kehilangan pekerjaan ini!" ucap Fatma lagi sebelum pada akhirnya berlalu pergi dari sana.


"Huft benar-benar orang sinting!" ucap Tika sambil menatap dengan gemas ke arah Mira begitu juga beberapa pelayan yang lain.


"Sudah-sudah, sebaiknya kamu bungkus saja makanannya biar nanti bisa kamu bawa pulang sekalian." ucap Elsa kemudian yang lantas di balas anggukan kepala oleh Tika.


****


Keesokan harinya


Berita tentang bagaimana pelayanan kepada Elsa menyebar luas di media sosial. Hanya saja apa yang sedang menyebar saat ini sungguh berbanding terbalik dengan cerita aslinya. Membuat beberapa netizen ramai-ramai membuli Elsa atau bahkan ada yang berkomentar agar memecatnya.


Elsa yang baru saja sampai di Cafe lantas langsung mendapat tatapan aneh dari beberapa pelanggan di sana, membuat Elsa merasa tidak nyaman akan tatapan mereka kepadanya.


"El kamu di panggil Kak Sili di ruangannya." ucap Tika sambil berlarian mendekat ke arah dimana Elsa berada.


"Aku? Ngapain?"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2